Tren poni di layar Ponsel

Tren poni di layar Ponsel Diprediksi Mulai Ditinggalkan? 5 Inovasi Inilah yang Akan Menggantikannya

Sepanjang tahun 2018 dianggap sebagai panggungnya poni di layar ponsel yang begitu digandrungi vendor gadget. Inovasi ini berawal dari Apple yang merilis iPhone X yang memiliki notch pada layarnya. Tujuannya adalah untuk menempatkan beberapa sensor supaya bezel terlihat tipis dan menjadi full screen.

Nah, lalu siapa sih pertama kalinya menjadi pelopor poni di layar ponsel? Apakah Apple dengan iPhone X nya? Bukan, salah besar sobat beranggapan bawha Apple sebagai penggagasnya.

Perlu diketahui layar notch pertama kali dipopulerkan oleh bapak Android, Andy Rubin yang secara resmi mengeluarkan ponsel pertamanya dua tahun silam.

Ponsel ini dinamai Essential berdesain premium yang dilapisi bodi berbahan titanium dengan perlindungan Gorila Glass 5. Perangkat ini istimewa karena poni di layar ponsel hadir sebagai tempat peletakkan kamera depannya.

Akan tetapi, sangat disayangkan Essential kurang diminati dan terbukti terjual 5.000 unit saja di Amerika Serikat saat pertama kali diluncurkan. Faktornya adalah harganya yang begitu mahal senilai Rp. 9,4 jutaan dan akhirnya didiskon menjadi Rp 6,7 jutaan.

Nah, kembali pembahasan poni di layar ponsel yang semakin gencar diandalkan oleh vendor ponsel untuk jeroannya. Akan tetapi, tidak mungkin juga layar poni akan terus eksis, tetapi bisa juga mulai ditinggalkan.

Hal ini berkaitan ditemukannya beberapa solusi terbaru sebagai pengganti poni di layar ponsel. Bahkan temuan itu lebih efektif untuk membuat smartphone tampil dengan layar penuh dan tentunya bezel yang lebih tipis.

Lalu apa saja sih temuan teknologi yang dapat menggusur trennya layar poni di ponsel? Berikut adalah beberapa inovasi yang menjadi solusi untuk menghilangkan layar poni di ponsel. 

Loading...

Kamera Pop-up

Kamera geser ala Oppo Find X via digitaltrends.com

Pop-up identik dengan timbul atau muncul, nah begitulah yang terdapat pada kamera smartphone. Temuan ini akan menjadi jalan terjal untuk poni di layar ponsel tetap ekis di tahun 2019. Bahkan ponsel tersebut akan terlihat full screen dan juga memiliki bezel yang begitu tipis.

Pasti sobat semua sudah mengetahui bahwasanya Vivo lah pertama kali yang mematenkan kamera pop up melalui Vivo APEX.

Ponsel ini juga merupakan cikal bakal hadirnya varian terbaru yaitu Vivo NEX  yang juga tampil tanpa poni di layar ponsel.  Smarpthone tersebut memiliki aspek rasio 19,3:9 atau hampir rasio secara keseluruhan mencapai 91,24 persen.

Adapun letak kamera depannya tepat di bagian bezel atas yang tersembunyi beresolusi 8 MP dan pastinya menghasilkan gambar yang jernih.

Kamera Pop-up akan muncul ketika pengguna membuka aplikasi kamera dan kecepatan bukaannya  0,8 detik hampir kurang dari dari 1 detik.

Nah, jadi jika memiliki ponsel ini harus berhati-hati supaya tidak mematahkan kamera Pop-up ketika digunakan.

Disisi lain ada juga vendor yang memperkenalkan kamera Pop-up untuk kamera depan dan belakang yaitu Oppo Find X.

Perangkat ini hadir sebagai upaya untuk menghilangkan poni di layar ponsel dan terbukti memiliki aspek rasio layar ke body mencapai 93,8 % dan lebiih tinggi dibandingkan APEX.

Kamera Pop-up tersebut akan muncul secara otomatis ketika pengguna membuka aplikasi kamera di homescreen.

Layar Model Infinity-O

Sisi Belakang Samsung Galaxy A8s via idntimes.com

Salah satu alasan poni di layar ponsel akan mulai jarang digunakan pada tahun 2019 adalah hadirnya layar model Infinity-O.

Ya, pabrikan asal Korea Selatan yang pertama kali berhasil mematenkannya dan merilis ponsel dengan series Galaxy A8s.

Adapun layar yang diusung oleh smartphone ini adalah 6,4 inci beresolusi 2340 × 1080 dengan aspek rasio 19,5:9. Nah, salah satu ciri khasnya yaitu Infinity-O atau layar bolong sebagai tempat kamera depan memiliki diameter 6,7 milimeter.

Kemudian ada juga pesaing Samsung yang  juga tidak mau kalah untuk mengadirkan ponsel layar bolong yaitu Huawei.

Akan tetapi vendor asal Tiongkok tersebut harus kalah dari Samsung karena baru meluncurkannya seminggu setelah Galaxy A8s hadir.

Tak tanggung-tanggung, Huawei langsung menerapkan teknologi Infinity-O pada perangkat Sub-brand mereka yaitu Nova 4 dan Honor View 20. Diameter lubang yang digunakan untuk kamera depannya lebih kecil dibandingkan Galaxy A8s yaitu 4,5 milimeter.

Nova 4 dan Honor View 20 sama-sama mengusung layar 6,4 inci beresolusi 2340 × 1080 dan sama-sama memiliki kamera depan beresolusi 25 MP.

Perlu diketahui, bahwasanya tanpa kehadiran poni di layar ponsel ini membuatnya memiliki aspek rasio 19,25:9 dan terlihat full screen.

Kamera Pena Stylus

S-Pen yang bakal memiliki kamera dengan Galaxy Note yang akan datang via jawapos.com

Demi menghilangkan tren poni di layar ponsel, maka Samsung akan kembali membuat suatu inovasi terbaru pada series Galaxy Note.

Setelah sukses sebagai vendor pertama yang menghadirkan ponsel dengan layar Infinity-O kini Samsung akan mencoba menerapkan kamera pada Pena Stylus.

Begitu benci amat ya Samsung dengan notch pada layar hingga harus melakukan berbagai cara buat melenyapkannya.

Bahwasanya S-Pen dengan sistem optik pada ujung bagian atasnya. Nantinya akan terdapat empat elemelen lensa yang akan sejajar di depan sensor gambar.

Jadi, sistem akan terhubung ke modul komunikasi yang mampu meneruskan data gambar. S-Pen juga sebagai media dalam melakukan foto yang akan dilengkapi tombol kontrol yang dapat mengatur zoom dan mengakses fungsi lainnya.

Sepertinya inovasi ini bakal menjadi salah satu upaya Samsung dalam menghilangkan poni di layar ponsel melalui bantuan S-Pen.

Sehingga dalam melakukan selfie atau photografi menjadi lebih mudah dan tidak ribet. Sepertinya teknologi ini akan menjadi kenyataan yang akan hadir bersama Galaxy Note mendatang.

Ponsel Layar Ganda

Layar depan dan belakang Numbia X via bejagadget.com

Salah satu cara supaya poni di layar ponsel hilang adalah dengan membuat layar ganda sehingga membuatnya terlihat penuh.

Salah satu vendor yang membuktikannya adalah ZTE dengan perangkat anyarnya bernama Nubia X  menggunakan dua buah layar yang sama-sama menawan.

Layar utama memiliki panel LCD berukuran 6,26 inci Full HD+ dengan rasio 19:9. Bezelnya terlihat begitu tipis sehingga membuat rasio layar ke bodinya mencapai 93,6 persen. Sementara itu, layar belakang menggunakan panel OLED berukuran 5,1 inci HD+.

Kemudian, Nubia X memiliki dua buah sensor sidik jari yang masing-masing terletak di kedua sisi ponsel sehingga memudahkan pengguna dalam membuka kedua layar.

Tidak hanya itu saja, keunikan smartphone ini juga terlihat dari absennya kamera depannya. Jadi, bagaimana sih cara selfie?

Tenang saja sobat, karena dapat menggunakan kamera utamanya yang beresolusi 16 MP dan 24 MP yang dibantu oleh layar di belakang.

Ponsel Layar Lipat

Ponsel layar lipat FlexPai via tekno.kompas.com

Tahun 2019 dianggap sebagai tahun yang akan dimanfaatkan oleh beberapa vendor smartphone dalam mengembangkan teknologi terbarukan.

Inovasi tersebut antara lain penerapan 5G, mempersiapkan ponsel layar lipat, dan bahkan juga perbaikan pada sektor kamera. Nah, upaya tersebut tentunya akan berdampak buruk dalam penerapan poni di layar ponsel karena adanya suatu inovasi terbarukan.

Meksipun Samsung dan Huawei digadang-gadang sebagai vendor yang pertama kali akan meluncurkan ponsel layar lipat. Ternyata mereka malah ditikung oleh Royole Technology dengan perangkat bernama FlexPai.

Memiliki layar seluas 7,8 inch beresolusi 1920 × 1440 pixel tanpa memiliki poni di layar ponsel. Ketika dilipat ponsel ini terdiri menjadi 3 layar kecil, yaitu depan, belakang, dan sisinya.

Perangkat ini akan menjadi ponsel berukuran 4 inch ketika layar dilipat. Sisi layar yang melengkung pun memiliki resolusi 390 × 1440 menjadi notifikasi berupa peringatan dan pemberitahuan semua panggilan masuk, pesan, atau pun surel.

FlexPai melucur oktober tahun lalu dengan membawa Snapdragon 855 yang sudah mendukung jaringan 5G. Tidak adanya poni di layar ponsel membuat ponsel ini memiliki bezel yang tebal di bagian atasnya untuk penempatan kamera. Uniknya kamera depan dan belakang di tempatkan sama.

Kesimpulan

Dari beberapa penjelasan mengenai alasan bakal absennya poni di layar ponsel pada 2019, pastinya akan berdampak baik untuk ponsel kedepannya.

Hal ini tidak lepas dari kebutuhan konsumen akan ponsel layar penuh dengan bezel setipis mungkin. Jika dilihat dari sisi harga, kelima inovasi diatas memiliki harga ponsel yang termasuk kelas premium.

Alasannya pasti adalah komponen yang dibutuhkan sangat mahal dan juga salah satunya adalah teknologi terbarukan.



Loading...

Bagikan

Taufiq Qurahman

Penulis

Berbagi pengetahuan melalui sebuah tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *