Ulasan Bisnis

Untung Rugi Investasi Reksadana : Sisi Positif dan Sisi Negatifnya

Investasi Reksadana

Untung Rugi Investasi Reksadana – sekarang mulai banyak di gandrungi masyarakat Indonesia, tentunya bukan karena tanpa sebab. Memulai berinvestasi di usia muda sangatlah menggiurkan untuk hasil di masa depannya.

Saat sobat ingin memulai untuk melakukan Investasi Reksadana, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu apa sisi positif maupun negatifnya, atau dengan kata lain mengetahui untung rugi Investasi Reksadana itu sendiri.

Tidak boleh sembarang dalam memilih jenis investasi, dikarenakan investasi merupakan salah satu cara dalam menjamin kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Bentuk investasinya pun beragam, salah satunya adalah Reksadana.

Apa itu Investasi Reksadana?

Investasi Reksadana adalah produk keuangan dimana sobat dan ribuan orang lain (para investor) mengumpulkan dana menjadi satu.

Dana tersebut kemudian di serahkan ke pihak lain yaitu perusahaan yang menjadi manajer investasi, untuk di investasikan kedalam berbagai instrumen keuangan lain, misalnya ke Saham, Obligasi, dan Pasar Uang.

Nah, jenis Investasi Reksadananya itu yang akan menentukan kemana uang sobat akan di investasikan.

Di Indonesia biasanya terdapat 4 jenis Reksadana yang dapat di temui, di antaranya :

  1. Reksadana Pasar Uang
    Jika sobat masuk ke Investasi Reksadana Pasar Uang, maka uang sobat akan di investasikan ke deposito dan sertifikat Bank Indonesia.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap
    Jenis Investasi Reksadana ini mayoritas uang sobat akan di masukkan ke Obligasi atau surat hutang.
  3. Reksadana Saham
    80% keatas uang sobat akan di belikan saham.
  4. Reksadana Campuran
    Sesuai dengan namanya untuk Investasi Reksadana ini uang sobat dapat masuk ke Obligasi maupun saham dan juga deposito.

Baca selengkapnya : 4 Jenis Reksa Dana yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Mulai Investasi

Untung Rugi Investasi Reksadana

Untuk memulai salah satu jenis Investasi Reksadana di atas, sebaiknya sobat cermati terlebih dahulu apa saja untung Rugi Investasi Reksadana ini.

Sisi Positif dari Invetasi Reksadana

Sisi Positif dari Investasi Reksadana

Beberapa sisi positifnya adalah sebagai berikut :

1. Adanya manager investasi

SBI itu apa sih?, Obligasi atau bons itu apa?, Cara beli saham gimana ya?. Jika sobat sebagai orang awam dan masih bingung akan pertanyaan-pertanyaan di atas, juga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencari tahu, lebih baik sobat mencoba Investasi Reksadana saja.

Karena, dengan adanya manager investasi dan tentunya seorang profesional keuangan yang sudah ahli dan berpengalaman dalam berinvestasi.

Jadi, sobat tinggal titipkan uang sobat ke mereka dan mereka yang akan berfikir bagaimana caranya untuk diversifikasi dan bagaimana caranya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

Intinya, silahkan titipkan uang sobat ke orang yang mengerti cara berinvestasi dan dia yang akan mengembangkan uang yang sobat investasikan.

2. Reksadana bisa di beli eceran

Maksudnya adalah dengan uang yang relatif kecil katakanlah Rp. 100.000 saja sobat sudah bisa mulai membeli Reksadana. Coba jika dibandingkan dengan instrumen keuangan yang di beli sendiri, deposito misalnya.

Untuk mendapatkan bunga deposito tinggi yang kira-kira setara dengan Investasi Reksadana Pasar Uang, itu biasanya sobat harus minimal memasukkan uang 1 milyar rupiah (angka yang fantastis bukan?).

Sedangkan pada jenis Investasi Reksadana Obligasi, umumnya sobat harus membeli kelipatan 5 juta atau bahkan 50 juta rupiah. Kemudian untuk Investasi Saham, sobat minimal harus masuk 1 Lot (100 lembar) dan harganya itu sangat tergantung pada harga Saham.

Bisa saja harga 1 lembarnya itu Rp. 50.000 dan umumnya broker pun mengharuskan minimal sobat melakukan penempatan dana 5 juta untuk bisa mulai jual-beli saham.

3. Bisa di jual kapan saja

Sobat bisa bandingkan dengan deposito misalnya, dimana sobat harus menunggu jatuh tempo terlebih dahulu barulah dapat di cairkan. Berbeda dengan Investasi Reksadana, sobat bisa cairkan kapan saja.

Sisi Negatif dari Invetasi Reksadana

Sisi Negatif dari Investasi Reksadana

Di dalam melakukan semua jenis investasi, pasti memiliki kekurangannya atau sisi negatifnya terutama pada Reksadana. Berikut beberapa diantaranya :

1. Ada fee

Manajer investasi yang mengurus keuangan sobat pastinya harus di bayar bukan?. Sebenarnya fee untuk manajer investasi itu pada dasarnya bervariasi. Dan biasanya akan ada 2 kali fee, yang pertama adalah ketika saat sobat melakukan transaksi beli (subscribe) Reksadana, fee yang diberikan pada umumnya 1% sampai 3%.

Dan kemudian nantinya juga terdapat fee saat sobat jual (Redeem) yang biasanya 0,5% sampai dengan 1%.

2. Kinerja dari manajer investasi

Hal ini juga bisa menjadi sebagai sisi minusnya, karena banyak juga saat-saat dimana manajer investasi yang sobat pilih tidak menghasilkan kinerja yang di inginkan.

Atau bahkan, bisa saja ternyata Reksadana Saham kinerjanya lebih buruk dari pada Indeks Saham. Dan rasanya sedih juga, saat kita sudah bayar fee 2% ke manajer investasi tadi, ternyata kinerjanya kalah dibandingkan dengan Indeks.

3. NAB yang belum seto pada saat transaksi

NAB adalah harga Reksadana yang sobat lihat di daftar atau menu Reksadana yang ada di Bank. Misalnya itu adalah NAB atau harga perunit Reksadana ini dihitungnya dengan menjumlahkan total dana yang dikelola di bagi dengan total unit. NAB ini baru akan di hitung dan di setel saat di akhir hari.

Jadi, ketika sobat melakukan transaksi pada saat siang hari. Sobat tidak akan tahu sebenarnya sobat itu sedang membeli atau menjual di NAB harga berapa saat transaksi, dan ini di perparah lagi pada saat sobat membeli di Bank.

Karena, jika sobat membeli Reksadana di Bank maka di haruskan transaksi sebelum jam 12 siang untuk mendapatkan NAB harga hari itu.

Namun, jika misalnya sobat membeli pada saat jam 3 sore maka akan mendapatkan NAB di hari besoknya dan tidak mengetahui lagi di harga berapa NAB tersebut.

Untuk Investasi Reksadana saham, bisa saja ada perubahan harga signifikan diakhir hari yang tidak sesuai dengan prediksi.

Sebenarnya Investasi Reksadana ini tidak hanya bisa di investasikan lewat Bank saja, namun juga lewat perusahaan Securitas dan e-commerce seperti di website-website maupun situs toko online jual beli seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Kesimpulan

Intinya pada saat sobat ingin melakukan investasi, alangkah baiknya jika mencari terlebih dahulu untung rugi Investasi Reksadana melalui beberapa informasi maupun bukti tentang keuntungan ataupun kerugiannya.

Kemudian pertimbangkanlah dengan cermat, agar nantinya hasil yang didapatkan sesuai dengan apa yang diharapkan.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close