Kisah Inspiratif

4 Wanita Sukses Indonesia, Sebuah Bukti Bahwa Kesuksesan Tidak Pernah Memandang Gender

Cerita tentang empat orang wanita sukses Indonesia berikut ini tentu akan memotivasi banyak wanita Indonesia diluar sana. Bagaimana tidak, kesuksesan yang mereka raih mampu membuat mereka mendulang banyak sekali penghasilan lewat usaha yang dijalankan.

Kisah mereka juga menjadikan sebuah pelajaran tersendiri bagi kita yang selama ini menganggap bahwa wanita tidak memiliki hak untuk bisa sukses. Keempat wanita sukses Indonesia ini membuktikan sendiri bahwa kesuksesan bisa didapatkan siapa pun tanpa memandang jenis kelamin dan status mereka.

Jika anda sudah tidak sabar untuk membaca lebih lanjut kisah sukses mereka. Berikut ini saya sampaikan kepada anda empat wanita sukses Indonesia yang menginspirasi.

Peggy Hartanto, Desainer Indonesia Kelas Dunia

Wanita muda ini merupakan seorang desainer pakaian yang sukses mengantarkan namanya dikenal oleh dunia internasional. Bukan Cuma namanya saja yang dikenal oleh masyarakat luas, Indonesia pun menjadi terangkat namanya berkat karya-karya yang telah ia hasilkan lewat desain pakaian.

Banyak dari karya-karya hasil rancangannya yang dipakai oleh selebritas dunia tentu menjadi hal yang sangat membanggakan.

Kesuksesan Peggy Hartanto menjadi seorang desainer muda dimulai dari sebuah pegelaran Jakarta Fashion Week. Pagelaran tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Peggy Hartanto untuk memperkenalkan label yang diusungnya ke berbagai pihak, mulai dari blogger internasional sampai ke fashion platform.

Usaha untuk mengenalkan label Peggy Hartanto yang dilakukannya ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. Pihaknya akhirnya dihubungi oleh berbagai pihak agensi luar negeri yang merasa tertarik dengan rancangan yang dibuatnya. Dimulailah proses perkenalan untuk selanjutnya melakukan kerja sama dan Peggy pun memilih untuk bekerja sama dengan salah satu agensi sebagai langkah awal.

Dari kerjasama dengan agensi inilah nama Peggy Hartanto sebagai desainer mulai dikenal oleh berbagai stylist selebriti Hollywood.

wanita sukses indonesia
Peggy Hartanto Via www.fashion-enterprise.com

Dipakai Selebritis Dunia

Salah satu pihak yang menggunakan rancangan Peggy Hartanto adalah Monica Rose. Monica Rose merupakan seorang stylist dari presenter E! Giuliana Rancic. Karya yang dibuat oleh Peggy Hartanto pun dipakai oleh Giuliana Rancic ketika ia membawa acara E! News dan Fashion Police.

Rasa puas pun ditunjukkan oleh Giuliana Rancic dengan rancangan yang dibuat oleh Peggy Hartanto. Lewat akun twitternya ia menuliskan “She is Amazing” yang menunjukkan bahwa ia sangat puas dengan pakaian yang dirancang oleh Peggy Hartanto.

Apresiasi yang dituliskan oleh Giuliana Rancic kepadanya pun menjadi semangat tersendiri didalam diri Peggy. Rasa optimis untuk terus maju dan berkembang di bidang desain pun semakin kuat berkat pujian yang dibuat oleh Giuliana Rancic.

Ternyata tidak hanya sampai disitu saja kesuksesan yang diraih oleh Peggy Hartanto dalam bidang desain. Selebritas dunia yang lain pun turut memakai pakaian yang dirancang oleh Peggy Hartanto. Salah satunya adalah Bella Thorne, Janel Parish, Lucy Hale, dan Aj Michalka.

Dengan semakin banyaknya rancangannya yang dipakai oleh selebritas dunia menjadikan label Peggy Hartanto semakin dikenal oleh masyarakat. Mulai dari meningkatnya pembelian yang dilakukan perorangan untuk mengenakan pakaian hasil rancangannya sampai kepada semakin banyaknya busana karya Peggy yang dijual ke berbagai negara mulai dari Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.

Hal yang paling penting adalah jalan karir Peggy Hartanto sebagai seorang desainer semakin luas. Hal ini berkat semakin banyaknya pasar yang mengenal produknya dan semakin banyaknya ia mengenal orang penting di Industri fashion.

Helga Angelina Tjahjadi, Wanita Sukses Indonesia Pencetus Burgreens

Helga Angelina Via femmeindonesia.co

Kisah wanita sukses Indonesia selanjutnya datang dari pengusaha kuliner yang menawarkan konsep makanan sehat, ia adalah Helga Angelina Tjahjadi seorang co-founder Burgreens.

Semangat mereka untuk mendirikan burger sehat terjadi ketika Helga dan Max, suaminya membuat Veggie Burger yang mereka beri nama Mighty Mushroom and Beans ‘N Cheese. Burger yang mereka buat tersebut pun lantas dicoba oleh 6 teman mereka untuk mengetahui hasilnya. Ternyata benar saja, burger yang mereka hasilkan tersebut mendapat sambutan positif oleh teman-teman yang mencoba dan mengatakan bahwa rasanya sangatlah enak.

Melihat hasil yang memuaskan membuat Helga dan suaminya memutuskan pulang ke Indonesia untuk memulai usaha makanan sehat. Tepat pada November 2013, dibukalah resoran pertama mereka di daerah Rempoa, Tangerang Selatan yang diberi nama Burgreens.

Modal awal yang mereka perlukan untuk membuka Burgreens saat itu adalah sebesar Rp 220 juta yang mereka dapatkan dari uang tabungan mereka.

Selanjutnya mereka membagi tugas masing-masing untuk menjalankan usaha yang akan mereka rintis. Suaminya, Max mendapat tugas untuk menyusun menu dan pencarian pemasok sedangkan Helga sendiri mendapatkan tugas untuk membuat Identitas merek dan pemasaran produk.

Dengan dibantu oleh beberapa orang teman, mulailah Helga merintis usaha Burgreens yang ia yakini dapat maju dan berkembang.

Masalah dan Hambatan Datang

Memulai usaha tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan kehendak karena pasti akan ada masalah yang datang dan menuntut penyelesaian. Hal ini juga dialami sendiri oleh Helga saat memulai usaha Burgreens yang dirintisnya.

Masalah yang mereka hadapi pertama adalah mulai terjadinya penurunan penjualan karena jumlah pengunjung yang menurun dan juga banyaknya keluhan yang datang dari para pelanggan. Bahkan ada hari dimana tidak ada pengunjung sama sekali yang datang ke restoran yang mereka dirikan.

Selanjutnya masalah dengan rekan-rekan mereka yang tidak memiliki kesamaan visi dan misi dalam menjalankan usaha yang dirintis. Hal inilah yang membuat para pendiri Burgreens yang awalnya berjumlah 6 orang sekarang tinggal 3 orang saja yang bertahan.

Masalah selanjutnya adalah masalah rantai pasokan yang jauh lebih rumit dari usaha restoran konvensional. Hal ini dikarenakan restoran organin yang mereka dirikan memiliki pemasok ke berbagai pihak mulai dari perkebunan, food artisan, dan edukasi market.

Dimasa sebelum berdirinya Burgreens pun Helga mengalami masalah yang tidak mudah untuk diselesaikan. Hal ini dikarenakan Helga membutuhkan persiapan yang lama dan juga konsep yang matang sebelum bisa mewujudkan mimpi mereka mendirikan restoran sehat dan organik.

Keinginan untuk Belajar

Setelah Burgreens berjalan selama enam bulan, suami dari Helga, Max pun mulai menimba ilmunya untuk belajar hal yang berkaitan dengan bisnis yang mereka geluti.

Tak tanggung-tanggung, ia pun menimba ilmu ke beberapa chef yang memiliki keahlian di bidang makanan sehat. Max belajar ilmu tersebut di Raw Food Chef for Healing di Pure Raw Academy dan juga belajar secara pribadi dengan Raw Food Master.

Dukungan dari Banyak Pihak

Banyaknya masalah yang datang tidak menjadikan Helga putus asa dan berpangku tangan melihat keadaan. Ia merasa bersyukur dengan adanya keluarga dan sahabat yang mendukungnya sejak awal merintis usaha. Hal inilah yang menjadi faktor yang membuat Helga dapat terus semangat dan optimis dengan usaha yang dijalankannya.

Sekarang, kerja keras yang dilakukannya telah terbayar lunas berkat kegigihan dan sikap pantang menyerah yang ditunjukkannya. Burgreens yang didirikannya telah dikenal luas dan banyak pelanggan yang menyukai makanan yang mereka hasilkan.

Carline Darjanto, Sukses Membangun Cotton Ink

Carline Darjanto Via flickr.com

Kisah wanita sukses Indonesia selanjutnya berasal dari pendiri Cotton Ink yang bernama Carline Darjanto.

Kesuksesannya membangun brand fashion Cotton Ink berawal dari pendidikan yang ditempuhnya selama kuliah, dimana ia mengambil studi fashion pada Jurusan Desain Fashion Lasaalle College of Fashion.

Setelah lulus dan mendapatkan ilmu yang cukup ditambah dengan pengalamannya bekerja di industri garment membuat dirinya mantap dan ingin mendirikan usahanya sendiri. Pada tahun 2008 akhir, mulailah Carline mendirikan Cotton Ink bersama dengan temannya yang bernama Ria Sarwono.

Cotton Ink mulai melakukan produksi berbagai macam pakaian wanita seperti baju, aksesoris, tas wanita, shawl, dan lain sebaginya.

Memanfaatkan Momen dalam Bisnis

Pada tahun 2008, saat Barrack Obama sedang hits dan populer di masyarakat mulailah Carline memanfaatkan momentum ini untuk membuat kaos sablon yang bergambarkan Barrack Obama. Momentum yang tepat inilah yang membantu Cotton Ink semakin banyak dikenal oleh masyarakat.

Kualitas Terbaik untuk Konsumen

Dalam memproduksi pakaian yang berbahan kain, Cotton Ink banyak menggunakan katun dalam negeri sebagai bahan utamanya. Selanjutnya untuk menekan harga jual Cotton Ink menggunakan kulit imitasi untuk menghasilkan tas yang mereka produksi.

Dengan menggunkan cara ini, kualitas tetap terjaga namun harga produk dipasaran dapat menjadi lebih murah dan bisa dijangkau oleh banyak orang.

Cotton Ink juga dikenal luas karena menghasilkan syal yang berkualitas tinggi, sehingga syal yang mereka hasilkan banyak dicari dan diburu para pelanggan. Hal ini dirasa wajar karena syal yang mereka produksi berbeda dengan syal yang diproduksi oleh produsen lain. Syal yang dihasilkan terdapat tubular (bahan kaos yang berbentuk lingkaran tanpa jahitan) dimana hal ini sangat jarang ada dan dipakai di Indonesia.

Marketing SANGAT Diperlukan

Pemasaran produk merupakan hal yang sangat penting bagi Carline dalam mengembangkan Cotton Ink yang didirikannya. Wanita sukses Indonesia ini melihat kemajuan dunia digital dan semakin banyaknya pengguna media sosial saat ini dimanfaatkan dengan baik untuk memasarkan usahanya.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Tumblr, dan Pinterest dimanfaatkannya dengan optimal untuk menjaring lebih banyak pelanggan yang datang dan memesan produknya. Ditambah lagi dengan website official Cotton Ink yang menjadi wadah selanjutnya dalam hal pemasaran produk, tentu semakin memperkuat jaringan pemasaran yang dilakukannya.,

Walaupun masif menggunakan media sosial sebagai tempat untuk memasarkan produknya, Carline juga tetap menggunakan sarana offline untuk mengenalkan produk yang diusungnya. Beberapa butik pun menjadi rekanannya untuk memasarkan produk yang dihaslikan Cotton Ink. Butik-butik itu meliputi The Goods Dept, Pacific Place, ESTplus, Widely Project dan Happy go-lucky.

Bahkan dengan semakin dikenalnya produk yang ia hasilkan membuat pemesanan dari luar negeri pun meningkat. Negara seperti Singapura, Eropa, Australia pun telah tercatat menjadi salah satu pelanggan dari Cotton Ink.

Pencapaian yang Didapatkannya

Sebagai seorang wanita sukses Indonesia yang mampu mengembangkan produk sampai ke mancanegara menjadikan Carline mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak atas prestasinya.

Dimana pada tahun 2010, ia pernah mendapatkan penghargaan Most Favorite Brand pada Brightspot Market. Selanjutnya dalam Cleo Fashion Award sebagai The Most Innovative Brand dan penghargaan sebagai merek lokal favorit di Style Magazine.

Merrie Elizabeth, Pendiri Salon Blobar

Kisah terakhir berasal dari Marrie Elizabeh seorang wanita muda yang mendirikan salon Blobar.

Awal kehidupan Marrie sering kali dihabiskan dengan mengikuti berbagai kompetisi. Kompetisi yang ia ikuti pun mulai dari bahasa inggris sampai dengan menggambar. Bahkan keikutsertaannya dalam kompetisi pun terus berlanjut sampai ia duduk dibangku perkuliahan.

Kompetisi yang dirasakannya sejak kecil inilah yang mengasah pribadi Marrie menjadi seseorang yang tidak takut untuk merasakan kegagalan.

Awal Kisah Mendirikan Salon Blobar

Dunia bisnis ternyata bukanlah hal yang asing dalam diri Marrie. Hal ini dikarenakan sang ibu pada saat itu juga memiliki bisnis salon. Namun, karena pengelolaan dan manajemen yang belum optimal menjadikan usaha sang ibu harus ditutup dan tidak berjalan lagi.

Berkat keakraban dunia salon sejak kecil, ia pun memutuskan untuk mulai mendirikan bisnis salon bersam dengan temannya. Marrie pun berkolaborasi dengan Ninda Ramadhani yang merupakan adik kelasnya di Prasetya Mulya.

Mereka berdua pun mulai merancang bisnis salon yang akan didirikan. Selama kurang lebih sembilan bulan mereka berdua membuat sebuag strategi yang tepat untuk diimplementasikan dalam bisnis. Sampai tepat pada akhir 2014, berdirilah Salon Blobar berkat kerjasama yang mereka lakukan.

Membuat Spesialis Bisnis

Salon Blobar yang didirikan Marrie dan Ninda ternyata melakukan strategi yang ampuh dalam menjaring pelanggan. Dimana lewat salon Blobar mereka mencoba masuk ke dalam pasar anak muda yang senang menghabiskan waktu di salon.

Bukan Cuma target pasar yang lebih spesifik menyasar anak muda, salon Blobar juga dikhususkan sebagai salon dengan spesialisasi pewarnaan rambut. Pewarnaan rambut yang mereka lakukan pun dengan menggunakan teknik ombre dan balayage dengan memberikan harga yang lebih murah dibandingkan penawaran dari salon yang lain.

Kejelian mereka dalam melihat peluang pasar ditambah dengan strategi bisnis yang direcanakan dengan matang menjadikan salon blobar banyak diminati oleh para pelanggan khususnya para anak muda.

Marketing yang Cerdas

Menyasar kaum muda tanpa menggunkan teknik pemasaran digital sepertinya kurang afdhol. Hal inilah yang turut diperhatikan Marrie dalam melakukan teknik pemasaran terhadap produk salon blobar.

Salon blobar paham betul bagaimana Instagram dapat menjadikan salon mereka cepat dikenal luas oleh para pelanggan, karena sebagian besar anak muda pasti menggunakan media sosial yang satu ini.

Teknik pemasaran yang mereka lakukan pun sangat mudah. Dimana para pelanggan yang telah dilakukan perawatan akan difoto dan kemudian akan dimasukkan kedalam Instagram blobar. Hasil yang apik dari salon blobar menjadikan banyak pelanggan yang merasa penasaran dan akhirnya mulai mencoba datang untuk menggunakan jasa yang mereka tawarkan.

Penghargaan dari Forbes

Berkat usaha dan kerja kerasnya dalam membangun bisnis salon blobar menjadikan Marrie terpilih oleh Forbes untuk masuk ke dalam semifinalis 30 Under 30. Dimana ia terpilih oleh Forbes berkat dedikasinya mengembangkan usaha dan keunikan bisnis yang ia lakukan.

Penghargaan yang dibuat Forbes tersebut pun ternyata berdampak positif bagi Marrie Elizabeth. Dimana ia diminta oleh salah satu Universitas untuk menjadi pangajar di kelas bisnis.

Sebuah pencapaian yang sangat membanggakan dan menginspirasi wanita Indonesia yang lain untuk bisa menjadi salah satu wanita sukses Indonesia selanjutnya.


Loading...
Baca selengkapnya

Ideas and Thought Must be Submited | Passionate in Business and Investment |

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close