Wisata Hutan, Inovasi Menjanjikan Untuk Menyelamatkan Hutan

Wisata Hutan – Isu tentang menyusutnya hutan di Indonesia tiap tahun, bukanlah sebuah isapan jempol semata. Kementerian Kehutanan menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar yang tersisa di Indonesia, 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia (Berdasarkan data FAO tahun 2010) benar-benar mengalami kenyataan pahit, apalagi tiap tahun harus mengalami penyusutan sebanyak 2% atau 1,1 juta hektar hutan.

Memang mengejutkan, namun memang begitulah keadaannya. Lantas, apakah yang harus kita perbuat sebagai generasi penerus bangsa?

Wisata Hutan, Mampukah Menjadi Solusi?

wisata hutan
Camp Adventure | effekt.dk

Denmark sebentar lagi akan memiliki tower setinggi 45 meter yang menjulang tinggi di langit, sebagaimana yang dilansir dari campadventure.dk. Tower yang akan rampung di tahun 2018 itu, nantinya akan digunakan sebagai taman pendakian, taman alam hingga taman safari.

Jika melihat dari bentuknya saja, kamu pasti bisa membayangkan bagaimana menara ini akan menarik minat para wisatawan untuk berlibur, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pembuatan menara yang memiliki kapasitas 10.000 orang ini pastinya menjadi contoh nyata, dimana membangun wisata hutan bisa menjadi solusi untuk menjaga kelestarian hutan itu sendiri. Apalagi menara yang diperkirakan memiliki berat 600 ton itu, memiliki jalur panjang yang dapat memanjakan para wisatawan.

wisata hutan

Meski di Indonesia belum ada menara seperti di negara Denmark, setidaknya kita juga patut berbangga, karena di beberapa daerah sudah ada wisata hutan.

Loading...

Kamu yang bertempat tinggal di Jogja pasti sudah mengenal hutan Wanagama. Hutan Wanagama adalah proyek reboisasi yang dipelopori Prof. Oemi Hani’in Suseno (akademisi Fakultas Kehutanan UGM) di tahun 1964, sebagaimana yang dilansir dari tempatwisata.com.

Prof. Oemi bersama rekan-rekannya, kemudian menyulap hutan yang awalnya tandus karena penebangan liar menjadi tempat wisata yang menjanjikan dan bermanfaat bagi orang banyak.

Jadi, apakah wisata hutan sebuah solusi? maka jawabannya adalah iya, karena Prof. Oemi sudah membuktikannya dan wisata hutan yang berada di daerah lain juga banyak, seperti Hutan Pinus Pengger, Rumah hobbit, Hutan Wisata Kucur, Hutan Mangrove Pandansari, Hutan mangrove kulonprogo dll.

Hutan Membawa Kehidupan

wisata hutan
Mashadi | villagerspost.com

Dibutuhkan sebuah kesadaran dan rasa optimisme, apabila ingin merubah sesuatu menjadi lebih berharga untuk orang lain. Lihatlah Mashadi, seorang pria Brebes yang harus berpanas-panasan untuk menanam sebuah mangrove dan sempat dikatakan gila oleh warga kampungnya.

Namun, berbekal keyakinan dan mental yang kuat perlahan dirinya mulai membuktikan, bahwa apa yang dikatakan warga kampungnya tidaklah benar dan kini justru warga kampung berterima kasih kepadanya.

Pada 19 Mei 2017, salah satu stasiun televisi mengundang Mashadi untuk menceritakan seluk beluk hingga manis dan susahnya menjadi seorang pegiat lingkungan kepada semua audiens. Selain menceritakan kisahnya di salah satu stasiun televisi, Mashadi juga sukses menyabet penghargaan Kalpataru dari Presiden Jokowi.

Kalpataru sendiri adalah penghargaan yang diberikan pemerintah kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.

Hutan Mangrove Pandansari adalah hasil jerih payah dari Mashadi. Kini, berkat usahanya menyelamatkan pesisir pantai utara Brebes dari abrasi, masyarakat sekitar sudah mampu menikmati dan mengambil keuntungan dari keberadaan kawasan hutan mangrove, sekaligus memperkuat pernyataan bahwa wisata hutan mampu menyelamatkan hutan itu sendiri dan memberi kehidupan.

Untuk Generasi Yang Akan Datang

Semua pasti setuju jika kerusakan hutan akan menyebabkan berbagai macam bencana, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan hingga bencana-bencana berbahaya lainnya.

Selain bencana alam yang akan menimpa, masalah flora dan fauna juga akan terbengkalai. Pasti kamu masih ingat, dimana hewan-hewan buas masuk ke pemukiman warga menghiasi pemberitaan media, lantaran habitat mereka sudah habis atau sengaja dihabisi.

Dan berikut ini adalah beberapa cara untuk melestarikan keberadaan hutan di negara Indonesia, sesuai panduan dari ilmugeografi.com:

  • Melakukan reboisasi
  • Menerapkan sistem tebang pilih
  • Menerapkan sistem tebang tanam
  • Melakukan penebangan secara konservatif
  • Memberikan sangsi bagi penebang yang melakukan penebangan sembarangan
  • Tidak membuang sampah sembarangan di hutan
  • Melindungi dan menjaga habitat yang ada di hutan
  • Tidak mencoret-coret pohon yang ada di hutan
  • Mengurangi penggunaan kertas berlebih
  • Mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan
  • Melakukan seminar pelestarian hutan

Kesimpulan

Wisata hutan selain membantu melestarikan hutan itu sendiri pastinya juga membuat masyarakat mencintai hutan. Lihatlah hutan pinus pengger, dimana hutan tersebut di sulap sedemikian rupa hingga para wisatawan merasakan kerinduan untuk kembali mengunjunginya.

Jika semua daerah yang memiliki kawasan hutan, kemudian menyulapnya sebagai tempat wisata pasti akan semakin membantu kehidupan hutan itu sendiri dan roda perekonomian.

Pada akhirnya memang dibutuhkan sentuhan kreativitas untuk merubah cara pandang yang salah dan mulai saat ini sudah seharusnya kita lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar kita, demi kehidupan yang lebih baik.



Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *