Tekno

Xiaomi Buat Aplikasi untuk Mudahkan Pengguna Deteksi Virus Corona

Sebagai salah satu merek smartphone besar, baik itu di China maupun dunia, Xiaomi mencoba ikut andil dalam membantu menangani kasus virus Corona. Pabrikan ponsel pintar pimpinan Lei Jun itu berusaha untuk membuat aplikasi untuk mendeteksi virus Corona.

Terkait pembuatan aplikasi tersebut, pihak Xiaomi telah mengumumkannya kepada publik jika aplikasi memang sudah dibuat, yaitu Xiaomi XiaoAi Shortcut. Di XiaoAi Shortcut inilah, pihak Xiaomi menambahkan fitur yang bisa mendeteksi Corona yang mereka namai dengan Real-Time Pneumonia Epidemic.

Baca juga: Corona Bisa Menyebar Lewat Smartphone Buatan China, Benarkah?

Cara Ketahui Corona Lewat XiaoAi Shortcut

Dilansir dari Gizmochina, para pengguna yang ingin mendeteksi keberadaan virus Corona hanya perlu mengucapkan “real-time pneumonia epidemic” di semua asisten digital AI pada smartphone Xiaomi merek apa pun.

Dengan mengucapkan kalimat yang sudah disebutkan, maka XiaoAi dari Xiaomi akan menyampaikan informasi terkait virus Corona yang saat ini menjadi momok seluruh dunia. Upaya yang dilakukan oleh Xiaomi ini sendiri patut diapresiasi karena dengan XiaoAi, setidaknya para pengguna akan terbantu.

Saat ini, beberapa perusahaan dan lembaga juga sudah mulai peduli akan virus Corona. Sebelumnya, peneliti dari Center for Systems Science and Engineering (CSSE), Johns Hopkins University, Amerika Serikat yang bernama Lauren Gardner juga sudah membuat peta Corona.

Peta Corona buatan Lauren Gardner sendiri dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya karena ia mengambil data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Komisi Kesehatan Nasional Republik Rakyat China, dan Dingxiangyuan.

Baca juga: Peta Digital Ini Mampu Tunjukkan Negara yang Terkena Virus Corona

Corona sendiri bukanlah virus sembarangan. Pasalnya, virus ini dapat menyebabkan kegagalan organ hingga kematian. Selain itu, penyebaran virus Corona juga termasuk cepat, karena saat ini beberapa negara sudah mulai terjangkiti.

Bahkan negara yang letaknya jauh dari China saja sudah mulai terpapar melalui penderita yang sebelumnya melakukan perjalanan dari China seperti Amerika Serikat dan juga Kanada. Corona sendiri sampai saat ini juga belum ditemukan obatnya. Oleh karena itu wajar apabila ada banyak pihak yang khawatir akan penyebaran virus tersebut.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close