Dunia InternetInternet

3 Juta Data Facebook Bocor Kembali Karena Kuis Kepribadian, Kok Bisa ?

Belum lama rasanya publik di hebokan oleh kebocoran data Facebook dalam skandal Cambridge Analytica, kini publik dihebohkan kembali dengan 3 Juta Data Facebook bocor kembali.

Tentu saja ini semakin membuat para pengguna Facebook semakin resah, karena kekhawatiran data pribadi mereka bocor ke pihak luar  kemungkinannya semakin besar .

Baca JugaInilah Cara Mengecek Akun Facebook Ikut Bocor Atau Tidak, Segera Cek dan Amankan Data Facebookmu !

3 juta data Facebook bocor kembali ini telah terekspos ke dalam situs web dengan proteksi yang lemah yang akhirnya membuat banyak data pengguna menjadi mudah diakses oleh pihak yang tidak memiliki haknya sama sekali.

Menurut New Scientist, kebocoran data tersebut telah diambil dari myPersonality yang merupakan salah satu aplikasi kuis kepribadian populer. Data yang telah bocor salah satunya adalah hasil jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pribadi, seperti pada tes psikologi online.

Menurut Chris Sumner dari Online Privacy Foundation, jenis data sangat meyakinkan dan memiliki kemungkinan kemudian disalahgunakan.

Kabarnya beberapa identitas lain pun ikut terpapar secara online, seperti gender, usia dan status hubungan. Bahkan sebanyak 150.000 dari pembaruan status para pengguna juga dilaporkan telah ikut dipublikasikan. Namun demikian nama pengguna masih bersifat anonim yaitu tanpa menyebutkan secara detail nama penggunanya.

Padahal seharusnya semua data tersebut hanya bisa diakses melalui situs oleh peneliti yang memang sudah terdaftar sebagai kolaborator. Namun pada kenyataannya, username dan pasword aktif yang digunakan untuk mengakses data, justru telah dapat ditemukan secara online  hanya dengan waktu kurang dari satu menit saja.

Loading...

Akses masuk ke data yang sangat rentan tersebut, menyebabkan  besarnya kemungkinan untuk data pengguna dapat diakses dan diunduh oleh siapapun. Facebookpun dilaporkan telah menangguhkan kuis myPersonality ini sejak 7 April lalu.

Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan pelanggaran pada kebijakan Facebook dari bahasa aplikasi yang digunakan, serta bagaimana kuis tersebut memberlakukan dan menjelaskan data pengguna yang telah diperolehnya.

Telah dilaporkan bahwa total dari peserta kuis yang sudah mencapai angka 6 juta, 50 persennya telah mengijinkan informasi mereka untuk dibagikan dengan para peneliti yang bersifat anonim.

Peneliti yang setuju untuk menggunakan data anonim tersebutlah, yang akhirnya diperbolehkan untuk mengakses informasi yang sebelumnya telah dikumpulkan dari kuis myPersonality.

Menurut laporan, setidaknya sudah ada 280 orang yang telah diberikan keleluasaan untuk mengakses data, termasuk di dalamnya para pegawai Facebook serta beberapa aplikasi perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, dan Yahoo.

Kuis myPersonality Mirip Skandal Cambridge Analytica

Data Facebook bocor kembali

3 juta data Facebook bocor kembali ini, sangat mirip dengan skandal Cambridge Analytica. Dimana aplikasi #thisisyoudigitallife dapat memiliki data pengguna, yang telah mengakses kuis tersebut.

Saat itu tidak kurang dari 87 data pengguna Facebook, telah disalah gunakan untuk kepentingan politik. Terutama dalam pemenangan Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat.

Dalam hal ini baik #thisisyoudigitallife maupun myPersonality, keduanya sama-sama dikembangkan oleh para akademisi Universitas Cambridge, yang juga melibatkan Aleksandr Kogan.

Bahkan pihak Universitas Cambridge, telah mengaku jika kuis myPersonality dimulai sebelum pembuatnya, bergabung dengan Universitas Cambridge, tanpa melalui proses peninjauan etika.

3 juta data Facebook bocor kembali ini, memang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan kasus sebelumnya. Namun demikian, hal ini semakin menunjukan akan betapa mudahnya informasi pengguna Facebook beserta detailanya untuk beredar.

Walaupun data tersebut bersifat anonim, namun tetap saja data tersebut dapat diidentifikasi ulang. Terutama dengan menggunakan informasi tambahan, yang dimiliki Facebook dari hasil tes kepribadian.

200 Aplikasi Nakal Sudah Ditangguhkan Facebook

Menurut pengumuman Facebook, pihaknya telah menangguhkan sekitar 200 aplikasi nakal yang diduga menyalahkan data pribadi para penggunanya. Aplikasi tersebut adalah hasil audit, yang telah dilakukan internal Facebook, pasca skandal Cambridge Analytica terjadi.

“Hingga hari ini, ada ribuan aplikasi telah diinvestigasi dan sekitar 200 aplikasi ditangguhkan,” Demikian disampaikan Ime Archibong selakunVice President of Product partnership Facebook,seperti penulis lansir dari Kompas.com(15/5/2018).

Sementara itu menurut Mark Zuckerberg selaku bos Facebook, proses audit ini telah dilakukan pihaknya sejak 21 Maret lalu. Tidak disebutkan berapa kira-kira waktu yang dibutuhkan, untuk proses investigasi ini.

Namun menurut Archibong, menyisir semua aplikasi yang terindikasi menyalahgunakan data memerlukan banyak waktu.

“Kami punya banyak tim internal dan ahli eksternal yang bekerja keras, untuk menginvestigasi aplikasi-aplikasi tersebut secepatnya”, katanya.

Archibong juga menyebutkan, jika proses investigasi ini sedang berjalan dalam dua tahap. Pertama, melakukan tinjauan komprehensif untuk mengidentifikasi setiap aplikasi, yang telah mengakses data Facebook dalam jumlah besar.

“Kedua yang menjadi fokus kami adalah, kami akan membuat wawancara, membuat permintaan informasi (request for information/RFI), serta menunjukan hasil audit termasuk melakukan inspeksi di tempat,” jelas Archibong.

Adapun RFI yang dimaksud menurutnya, akan memberikan sejumlah detail pertanyaan, terkait aplikasi dan data yang telah diakses aplikasi ketiga.

Dalam aturan Facebook yang dibuat pada tahun 2014 silam. Memang aplikasi pihak ketiga, memiliki akses untuk merangsek ke data substansial pengguna. Termasuk di dalamnya teman Facebook pengguna yang disasar.

Dengan demikian, untuk mengumpulkan lebih banyak data pengguna Facebook, aplikasi ketiga ini  hanya perlu membidik sedikit akun saja.

Facebook mengungkapkan, pihaknya akan melarang aplikasi yang menolak diaudit untuk terpampang di Facebook. Apalagi untuk aplikasi yang sudah tertangkap basah menyalahgunakan data para penggunanya, tentu mereka akan sangat dilarang.

Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah Facebook akan mempublikasikan daftar aplikasi yang ditangguhkan tersebut atau tidak. Kendati itu, salah satu juru bicara Facebook pun mengaku, jika Facebook memiliki rencana untuk membeberkan dengan detail ,aplikasi yang dilarang setelah seluruh investigasi selesai semua.

Meskipun belum dijelaskan, bagaimana cara informasi tersebut akan dibagikan. Apakah hanya memberikan pemberitahuan pada aku pengguna yang terdampak saja, atau justru mempublikasikannya secara publik.

Cara Mengamankan Data Facebook dari Kebocoran

Data Facebook Bocor Kembali

Kasus data Facebook bocor kembali ini, tentu semakin memotivasi kita untuk meningkatkan kemanan akun pribadinya masing-masing. Apalagi dengan adanya penagguhan terhadap 200 aplikasi oleh Facebook, karena aplikasi tersebut ada identifikasi dapat menyebabkan data Facebook bocor kembali.

Baca JugaCegah dan Hindari Data Facebook Dicuri, Hapus Segera 12 Informasi Ini

Oleh karena itu sebaiknya  sebagai salah satu pemilik akun Facebook, sebaiknya  segera sobat kendalikan data sobat yang tersimpan dalam akun Facebook tersebut. Salah satu cara jitu untuk melakukannya, adalah dengan mempraktekan hal-hal berikut :

Guna mengendalikan data Anda sebagai pengguna Facebook, caranya tidak sulit. Anda dapat mengikuti beberapa tips yang kami uraikan sebagai berikut.

Kunjungi laman pengaturan iklan di Facebook

Data Facebook Bocor Kembali

Untuk mengunjungi laman pengaturan iklan di Facebook, sobat bisa klik link ini. 

Setelah sobat mengunjungi laman tersebut, maka sobat akan menemukan menu Your interest, Advertisers you’ve interacted with, Your information, Ad settings, dan Hide ad topics.

Pada Your interest sobat bisa mengatur aplikasi yang bisa mengakses profil Facebook sobat. Sehingga bisa menghapus satu atau beberapa, atau bahkan semua interest melalui pengaturan ini.

Data Facebook Bocor Kembali

Sementara pada pengaturan Advertisers you’ve interacted with, sobat bisa menghapus pengiklan yang sebelumnya bisa mampir ke lini masa akun Facebook sobat.

Di pengaturan ini pun sobat bisa menghapus satu, sebagian hingga seluruh pengiklan, agar tidak bisa muncul di lini masa.Data Facebook Bocor Kembali

Sementara untuk dapat mengatur berbagai informasi yang bisa dibaca oleh pengiklan, sobat bisa mengaturnya pada penyetelan Your information.

Di sini sobat bisa menonaktifkan satu, sebagian, hingga seluruh data pibadi sobat agar  tidak lagi dapat diketahui pihak pengiklan.

Data Facebook Bocor Kembali

Kemudian untuk dapat mematikan iklan yang muncul di internet yang menggunakan data Facebook, sobat bisa menggunakan menu Ad Settings. Sama seperti pengaturan sebelumnya, sobat bisa mematikan sebagian atau keseluruhan dari fungsi ini.

Data Facebook Bocor Kembali

Kemudian untuk dapat menyembunyikan iklan dengan topik Alkohol, Parenting serta Pets dengan opsi 6 bulan, 1 tahun atau secara permanen maka sobat bisa mengaturnya di menu Hide ad topics.

Data Facebook Bocor Kembali

Dengan mengatur iklan di akun Facebook sobat, data-data yang ada di akun Facebook sobat memang belum sepenuhnya aman.

Namun setidaknya sobat dapat melakukan upaya pencegahan agar data-data pribadi sobat di Facebook tidak bocor ke pihak yang tidak bertanggung jawab

Demikian semoga berguna. Salam Kepedulian Detatang Kamal

Sumber : Kompas.com, Beritasatu.com



Loading...

Baca selengkapnya

خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.Putra Kamal Larangan BrebesMe Visit us : https://www.duniaelektronik.net/ http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9ABerusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Artikel terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *