kampung adat bena

Berkunjung Di Rumah Kampung Adat Bena Flores Nusa Tenggara Timur

Kampung adat Bena Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung adat Bena menjadi salah satu tujuan wisata utama, di kampung Bena memiliki keunikan. Diantaranya, bentuk rumah yang khas dan dikelilingi bebatuan besar serta beratap jerami.

Rumah besar suku Bena terletak di sisi timur kampung adat Bena di desa Tiwo Riwu, kecamatan Jerebu’u, kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Rumah besar suku Bena di dinding utama rumah berukuran 9×7 meter itu terdapat ukiran bertuliskan Soa Peka Bena yang artinya Rumah besar suku Bena. Di atasnya ada tulisan lain, Longa Yne Tena yang berarti sang leluhur. Itu nama leluhur sekaligus nama pemilik pertama rumah besar Bena yang hidup ratusan tahun silam.

Maka tak mengherankan nuansa magis kental dirasakan saat memasuki rumah besar Bena. Setiap tamu yang datang dan membuka pintu depan rumah, tak sedikit pengunjung merasakan ada energi lain.  Merinding bulu kuduk bisa dirasakan saat membuka pintu rumah.

Hal ini dipercaya bahwa leluhur turut serta menyambut para tamu yang datang. Pertanda itu juga sebagai tanda kehadiran leluhur yang menjaga rumah adat Bena menyapa tamu yang hadir. Generasi penghuni rumah meyakini sang leluhur selalu ada di dalam rumah untuk menjaga keturunannya serta menghalau segala mara bahaya yang mengancam penghuni rumah.

Kampung Adat Bena Memiliki Keangkeran Dan Adat Yang Unik

kampung adat bena
Kampung bena via http://flobamoraspot.com

Wisatawan setiap hari ramai berkunjung menyusuri rumah-rumah adat beratap ilalang kering dan berdinding kayu. Disekitar itu, masyarakat menjaga kubur-kubur batu nenek moyang mereka. Ditengah perkembangan peradaban, masyarakat kampung Bena bertahan dengan cara hidup tradisional.

Kampung Bena terbuka bagi semua orang yang datang dengan niat baik, sapaan para leluhur yang membuat bulu kuduk berdiri, dan merinding adalah pertanda bahwa ada restu mereka. Keadaan akan berbeda apabila kedatangan tamu tidak mendapat restu. Ada sejumlah tanda muncul. Misalnya, tamu akan terjatuh sebelum masuk ke dalam kampung.

Di Bena, warga rutin menggelar acara adat reba yang berarti upacara syukur atas panen. Ada pula upacara adat peresmian rumah baru. Setiap ada upacara, mereka wajib memberi sesaji kepada leluhur di dalam bilik utama rumah besar atau disebut soa meze.

Sesaji berupa daging kerbau atau babi. Tanduk kerbau atau tulang rahang babi, selanjutnya dipasang di depan rumah. Semakin banyak deretan tulang atau tanduk, menandakan usia rumah itu sangat tua.

Loading...

Bilik utama dalam rumah menjadi tempat sesajen sekaligus sebagai dapur dan kamar keluarga. Tidak ada tempat tidur. Warga juga tidak menggunakan peralatan elektronik modern. Untuk memasak, mereka menggunakan tungku kayu bakar di dapurnya.

Meskipun tidur dilantai, pemilik mengatur suhu dalam rumah dengan menggunakan papan yang disusun rapat yang menyulitkan angin menembus. Kampung itu berada persis di lembah timur Gunung Inerie, di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Suhu udara pada kisaran 22 derajat celcius, yang dirasakan di kampung Bena.

Kerajinan Tangan Kampung Adat Bena Menjadi Oleh-Oleh Menarik

kampung adat bena
Kerajinan Tangan Kampung Adat Bena via http://martatongsay.blogspot.com

Masyarakat suku Bena yang semula bermata pencarian utama sebagai petani berangsur menekuni usaha tenun ikat. Di setiap rumah, para ibu menenun dari pagi hingga menjelang sore. Hasil tenunannya terpajang di halaman rumah mereka.

Tenun dari suku Bena ini menjadi pilihan oleh-oleh yang menarik untuk pengunjung. banyak wisatawan membeli tenun untuk dibawa pulang sebagai buah tangan atau menjadi kenag-kenangan dari kampung adat suku bena. Jika Anda termasuk traveler, Kampung Adat Bena bisa Anda jadikan pilihan jalan-jalan berikutnya.

Referensi : Lokasi Indah Di Semarang Jadi Spot Berfoto Populer Di Media sosial


Loading...

Bagikan

Avatar

Penulis

Bercita-cita menjadi penyebar warta dan penebar informasi bermanfaat bagi sesama, asal dari batang, jateng. Menjadi penulis adalah impian sekaligus sebagai hobi, salam kenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *