Dampak buruk berhutang

10 Dampak Buruk Berhutang Yang Wajib Direnungkan

Hidup itu kadang di atas kadang di bawah, namun saat kita berada di bawah, ada banyak sekali kesulitan yang harus kita lakoni, termasuk kesulitan ekonomi yang menyudutkan kita untuk melakukan hutang. Itu bisa terjadi karena bisnis kita yang gagal akhirnya kita berhutang pada orang lain atau justru menjalani bisnis dengan hutang.

Dampak buruk hutang akan semakin banyak lagi apabila kita berhutang kepada orang yang salah seperti rentenir dengan bunga yang sangat tinggi hingga 50%, kan sangat menyengsarakan kita bukan, udah lagi hancur ditambahin hancur lagi. Si rentenir saja yang untung.

Maka dari itu walaupun kita sedang dalam kondisi ekonomi yang kurang bersahabat, tapi hendaklah kita untuk sebisa mungkin jangan sampai ngutang pada siapapun, berjuanglah dengan apa adanya, dan makan seadanya dulu, karena suatu saat itu akan berubah.

10 akibat dan dampak buruk berhutang bagi diri kita

Dampak buruk berhutang

untuk mengetahuinya silakan simak pembahasannya di bawah ini:

1. Membebani mental

Mungkin yang namanya manusia sebagai makhluk sosial juga pernah ngutang bukan, termasuk diri Anda sendiri. Saat mengalami keterpepetan dalam urusan uang, Anda jadi ragu dan sulit untuk berkembang karena adanya hutang itu.

Dengan hutang kita merasa ada yang terbebani, sudah lagi senang-senangnya menerima gaji bulanan, kita langsung cemberut karena banyaknya uang Dari hasil gaji yang harus kita bayarkan untuk menutupi segala hutang kita.

Berbagai perubahan mental dan gaya hidup kita akan berubah 360 derajat saat kita sedang dalam kondisi banyak hutang. Hal itu karena yang ada dipikirannya hanya uang dan uang untuk menutupi segala hutang. Jadi mental kita nantinya tidak akan bisa terbebas dan hidup damai serta berkembang menjadi lebih baik lagi kedepannya karena sudah berada dalam kurungan penjara ekonomi. Betul bukan?

Loading...

2. Menjadikan hidup tak bisa berkembang

Mungkin Anda ingin mengembangkan kualitas hidup dan ekonomi kalian dengan memulai berbisnis, namun jika hutang masih jadi tanggungan hidup yang memberikan beban pada diri kalian sendiri, jangan harap Anda bisa berkembang ke arah yang ingin kalian capai.

Dengan hutang bisa menjadikan kamu tidak berkembang, tidak bisa mengupgrade kehidupan menjadi lebih kaya makna, apalagi sampe bermanfaat bagi orang lain, bagi dirinya sendiri saja masih kesulitan, betul bukan? Yang ada malah akan menjadi omongan banyak orang nantinya.

Maka dari itu untuk menghindari Dampak buruk berhutang seperti ini, mulai saat ini tanamkan dalam ideologi terdalam Anda untuk tidak ngutang walaupun keadaan sangat parah, karena risikonya bisa membuat diri kita tidak bisa berkembang bahkan semakin hancur dan hancur yang akan berujung pada kesengsaraan juga nantinya.

3. Selalu pesimis dalam bertindak

Mungkin ini seringkali kita alami saat kita memang memiliki hutang pada orang lain, kita sulit untuk bisa percaya diri dalam meniti karir ataupun mengembangkan bakat yang kita miliki. Ya tentu karena alasannya adalah masih punya hutang, apalagi hutangnya banyak sekali. Ini akan menjadikan motivasi dan semangat kita untuk bisa lebih maju lagi akan down.

Hutang menjadi alasan kenapa kita malu untuk memulai bisnis sendiri, menjadi ragu untuk berkarir, menjadi kesusahan dalam membangun kepercayaan dalam relasi bisnis dengan pihak lain, yang pada akhirnya ini akan mengacaukan diri kita pribadi untuk masa kini dan juga masa depan nanti.

Selain itu dalam hubungan sosial kita juga sering kali melihat orang miskin yang punya banyak hutang akan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya, apalagi sama pemilik rumah kontrakan, warung tempat beli kebutuhan dan lainnya. Jika mereka belum bisa bayar utang padahal udah numpuk di mana mana maka itu akan membuat mereka merasa malu sendiri untuk hutang lagi, padahal masih belum punya apapun.

4. Hidup tidak tenang

Dampak buruk berhutang yang satu ini sudah pasti banyak yang merasakan, termasuk Anda bukan?

“Aduh besok ini mau bayar kredit motor untuk bulan ini, belum punya uang lagi!”

“Utang di warung itu sudah numpuk, belum bayar listrik, tadi pagi sudah ada tukang narik pajak kesini, aduuh pusing”

Ya itulah perkataan yang sering dilontarkan oleh para pemilik hutang, mereka merasa dirinya selalu dikejar kejar oleh hutang yang serasa membelenggu. Jadi walaupun mereka baru gajian, mereka tidak akan merasakan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya. Mereka justru semakin merasa gelisah dan tidak nyaman saat baru aja menerima gaji bulanan.

5. Tidak memiliki tujuan

Ngutang sama rentenir dengan bunga yang sangat tinggi itu sama seperti kalian menyetujui untuk ditipu atau dirampok. Ya benar, karena itu akan menjadikan kita harus membayar yang seharusnya menjadi milik kita bukan milik orang lain.

Itu sama saja tak punya tujuan hidup. Ingin membangun usaha kepikiran sama hutang, ingin memiliki ini dan itu ingat hutangnya belum dibayar, ingin mengejar cita cita, tahu kalo dirinya masih punya banyak tanggungan.

Pada akhirnya mereka akan berhenti berharap dan berusaha mencapai tujuan. Mereka memilih hidup biasa aja asalkan semua hutang bisa terlunasi. Dan ujung ujungnya, kan dia sendiri yang rugi bukan? Maka dari itu jauhilah hutang apalagi yang berbau riba.

6. Hutang bertumpuk

Tahu maksudnya hutang bertumpuk bukan? Ya benar, hutang bertumpuk adalah hutang yang bertujuan untuk menggali lubang dan menutup lubang. Jadi nggak ada habisnya sama sekali. Utang di warung sebelah kelar, ditagih hutang ini, kita berhutang ke A. Hutang A harus dibayar, kita membayarnya dengan hutang dari B. Seterusnya tidak ada henti hentinya. Dan jika sampai tidak di bayar, kita sendiri yang tidak akan di percaya lagi kalo mau hutang.

Hutang yang bertumpuk tumpuk ini nantinya akan merepotkan diri kita sendiri, apalagi jika hutang sama rentenir, Bank, Koperasi Simpan Pinjam dan sebagainya yang ada bunganya, setiap kali kita transaksi kita akan merasa dirugikan sendiri.

Jadi untuk menghindari hutang yang bertumpuk ini selain kita meminimalisir untuk tidak ngutang, kita juga jangan sampai berhutang kepada rentenir, sudah dosa rugi pula.

7. Semakin sulit ekonomi

Dampak buruk berhutang yang satu ini masih ada kaitannya dengan yang nomor 6 di atas. Semakin banyak orang yang kita hutangi kita akan semakin kesulitan untuk mengatasi bagaimana cara membayarkannya tepat pada waktunya.

Kita tahu bahwa semua kebutuhan ekonomi semakin kesini akan semakin meningkat seiring dengan harga barang dan kebutuhan hidup yang semakin melambung tinggi. Selain itu yang dulunya gak butuh sama sekali sekarang menjadi kebutuhan vital. Misal orang dulu gak ada yang butuh pulsa sekarang pulsa termasuk bagian dari hidupnya. Dulu orang menggunakan listrik hanya untuk sebagai penerang rumah, tapi sekarang butuh untuk kulkas, alat masak nasi, AC dan lainnya yang menjadikan kebutuhan gaya hidup kita tinggi.

Baca juga : 5 Tips Mengelola Keuangan Keluarga Saat Perekonomian Menipis

Nah disamping kebutuhan hidup meningkat, apabila masih banyak hutang yang kita miliki itu akan menyulitkan kita sendiri. Jadi sebaiknya kita bisa mengatur diri kita sendiri untuk bisa mengelola pemasukan dan pengeluaran sebaik baiknya agar tidak menjalani fase sulit yang dahsyat.

8. Buruk dalam mengelola ekonomi sendiri

Semakin besar nilai utang kita kepada orang lain, semakin kita memiliki kemampuan yang lemah dalam mengatur ekonomi sendiri. Hal itu dikarenakan pikiran positif kita yang biasa mengatur akan hal tersebut, sedang di block oleh bad mental yang buruk sehingga kita tidak dapat berpikir positif serta mengambil keputusan yang lebih baik.

Hal ini nantinya akan memperparah kondisi ekonomi yang kita miliki, apalagi jika gaji bulanan kita setara UMR atau gak nyampe 10 juta. Karena ada suatu penelitian yang mengatakan bahwa nilai taraf hidup terendah yang membuat seseorang merasa sejahtera adalah apabila berpenghasilan minimal 13 juta perbulan atau sekitar US$1000.

Jadi kalo kita belum bisa menghasilkan $1000/month tapi sudah banyak Hutangnya apalagi untuk memenuhi kebutuhan yang mewah, itu akan menyulitkan ekonomi sendiri kedepannya.

9. Menganggapnya sebagai dana ekstra

Dampak buruk berhutang bagi kita yaitu menjadikan bahwa hutang yang harus kita cicil setiap bulan kepada pihak yang dikurangi + bunga yang ada, itu menjadi dana kita yang harus kita keluarkan.

Padahal perlu kita sama sama ketahui, bahwa hutang ini adalah uang yang bukan termasuk dana tambahan dalam suatu perhitungan ekonomi. Hutang ya hutang dan itu harus dilunasi.

Jadi kalau Anda menganggap bahwa utang adalah dana tambahan, maka Anda telah salah dan terjebak dalam kekeliruan pemahaman. Karena dana yang kita ambil dahulu ini, merupakan milik orang lain, ada hak orang lain disitu, jadi jangan dianggap dana tambahan. Kalo Anda menganggapnya sebagai dana ekstra, ini akan menimbulkan efek buruk pada kalian sendiri dan bisnis Anda pada akhirnya.

10. Tidak menyelesaikan masalah tapi menyembunyikan masalah

Dampak Buruk berhutang yang terakhir adalah bukan mengatasi masalah dan menambah kesejahteraan hidup, melainkan menyembunyikan masalah dan menambah beban hidup. Karena sudah saya bilang pada pembahasan di atas, bahwa dengan hutang akan menjadikan masalah saat ini rampung tapi akan timbul lebih banyak masalah lainnya nantinya.

Dengan berhutang kita mungkin bisa menjadikan kesulitan yang saat ini dirasakan akan menjadi reda, tapi itu sifatnya sementara saja, karena itu hanya akan mengalihkan kesulitan kita di lain waktu dengan kesulitan yang lebih banyak.

Itu artinya saat ini memang bisa menyembunyikan masalah, tapi pada akhirnya masalah itu akan timbul lagi dan tak bisa kita pikirkan apakah itu sama seperti kesulitan saat ini atau bahkan lebih besar lagi. Dan jika masalah itu nantinya berkembang lebih besar kan kita sendiri yang repot bukan?

Bagaimana menurut kalian?. Setelah mengetahui ke sepuluh macam dampak buruk berhutang diatas bagi diri kita dan bisnis kita sendiri, tentunya kita akan menjadi sedikit merasa takut dan tidak coba-coba dalam meminjam uang kepada seseorang, apalagi kepada orang yang tidak tepat.

Kalo ngutang untuk mengembangkan bisnis yang sedang kita kelola dengan baik, sebaiknya kita berfikir dua kali atau mendiskusikanya dengan berbagai pihak. Itu bisa menjadikan bisnis Anda tidak merugi suatu saat nanti.

Untuk mengatasi masalah yang terlanjur menyebar akibat hutang ini memang sulit, tidak bisa kita selesaikan dengan mudah. Jadi berfkir matang matang dahulu sebelum ngutang ya…

Sekian pembahasan mengenai dampak buruk berhutang kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Salam….


Loading...

Bagikan

Blogedewek

Penulis

Salam kenal semuanya, Saya Mas Mus. Hobi saya membaca. Suka nulis juga di klikmania tercinta ini. Saya juga pemilik dari tokofora.com, sebuah toko online terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *