Kisah Inspiratif

Sempat Tertipu Milyaran Rupiah, Dewa Eka Prayoga Kini Sukses Membangun Billionare Store

Kisah Sukses Dewa Eka Prayoga – Apakah Anda pernah mengalami keterpurukan karena musibah yang terus datang dalam hidup Anda? Atau malah Anda sedang mengalaminya? Anda pasti akan down dan loyo, merasa bahwa Allah tidak adil karena telah memberikan ujian yang berat.

Sejuta pikiran negatif mungkin bisa membayangi pikiran Anda. Langit seperti mau runtuh dan dunia seperti mau kiamat saja. Namun, cobalah tarik napas dalam-dalam, kemudian hembuskan secara perlahan.

Jauhkan segala pikiran dan emosi yang negatif, belajarlah untuk legowo. Mari kita bersama-sama belajar dari seseorang yang pernah berkali-kali jatuh ke titik terendah dalam hidupnya, yaitu Dewa Eka Prayoga (Kang Dewa).

Latar Belakang Dewa Eka Prayoga

Latar belakang Dewa Eka Prayoga

Dewa Eka Prayoga lahir pada 24 April 1991 di Sukabumi, anak tunggal dari pasangan Dedi Rahman Legiman (alm.) dan Devi Aristi Handayani. Masa kecilnya bersama Ayah hanya sampai di usia 5 tahun.

Sesudah itu, Dewa kecil tinggal bersama ibunya tercinta, menjalani asam garam kehidupan.

Hidup bersama ibu tanpa kehadiran Ayah dalam hidupnya membuat ia lebih dewasa dan mandiri. Sehabis lulus SMA, ia berkeinginan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi namun terkendala mengenai biaya.

Akan tetapi, ia tidak menyerah… Dewa Eka Prayoga mencari beasiswa dan bekerja apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama kuliah.

Loading...

Disaat semester 2, ia memutuskan untuk melamar pekerjaan dibeberapa bimbel dikota Bandung. Namun ia ditolak mentah-mentah dengan alasan kurangnya pengalaman dalam mengajar.

Namun ia tak putus asa, ia melamar lagi hingga akhirnya diterima. Bukan di bimbel yang besar, namun hanya di sebuah lembaga kursus yang belum punya nama.

Ia digaji sekitar 350 ribu/bulan dan tentu itu belum bisa menghidupi kebutuhan hidup dan kuliahnya saat itu. Dari kondisi inilah, ia mencoba memulai bisnis.

Memulai Bisnis

Diawal mula berbisnis itu, ada saja teman-teman yang malah mencampakkannya. Bukannya laku, ia malah ditolak, dicibir dan ditertawakan mereka. Kang dewa pun hampir putus asa kala itu, namun ia teringat kembali untuk apa sebenarnya ia melakukan itu semua.

Gagal, gagal dan dicibir.

Seiring waktu berjalan, usahanya sedikit membuahkan hasil. Dari uang yang dikumpulkannya, Kang dewa akhirnya bisa membeli bisnis bimbel yang ternyata mengalami kemajuan signifikan.

Kang dewa kemudian berpikir untuk melebarkan sayap bisnisnya ke sesuatu yang lain. Selain bisnis bimbel, setidaknya ada enam bisnis lain yang ia jalankan saat itu, salah satunya yaitu bisnis elektronik.

Berkat kegigihannya dalam membangun bisnis, ia bisa menjadi pengusaha muda yang sukses. Penghasilannya bahkan mungkin bisa mencapai milyaran rupiah, sesuatu yang cukup besar untuk seorang anak muda berusia dua puluhan tahun.

Badai Cobaan

Akan tetapi, Sang Pencipta memiliki rencana lain.

Sesuatu yang jauh lebih besar ternyata menimpa Dewa. Bisnis elektronik yang sedang gencar-gencarnya (puncak kejayaan) malah mengalami kasus penipuan hingga hampir delapan milyar.

Uang itu dibawa kabur oleh salah seorang rekan bisnisnya. Padahal, uang bisnis tersebut akan digunakan untuk pengadaan barang elektronik sebuah lembaga.

Kang dewa juga baru melangsungkan pernikahan seminggu sebelum kejadian tersebut. Dengan uang itu juga, ia berniat berangkat haji bersama ibu dan istrinya ditahun depan.

Parahnya lagi, teman-temannya malah semakin mencibir beliau. Kata-kata mereka ternyata di dengar oleh istrinya,

“Kasihan ya si Dewa. Udah bisnisnya gagal mulu, kuliahnya gak bener, nilainya jelek, keluar kuliah, eh sekarang nipu lagi.”

Sungguh kata-kata yang cukup menyayat hati, terlebih bagi orang yang dimaksudkan.

Bayangkan saja, bagaimana jika Anda diposisi beliau. Sudah jatuh, eh tertimpa tangga. Bukan hanya itu, mungkin terkena genting juga.

Saat itu, Dewa mengalami keterpurukan yang cukup mendalam. Sisi manusia tentu bisa merasakan gundah, sedih, dan perasaan campur adik lainnya.

Akan tetapi, ia sadar bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk terus diperjuangkan.

Buku-buku motivasi yang ia baca ketika SMA dulu ternyata sangat berguna di situasi seperti itu. Kondisi itu merupakan waktu yang tepat untuk mempraktikkan segala pokok bahasan dalam buku tersebut.

Dewa semakin sadar dirinya harus tetap semangat, bangkit dan berjuang. Dalam pikirannya, ia harus menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.

Karena kalau tidak, bagaimana nasib ibu dan istrinya yang tidak bekerja, padahal mereka juga sangat bergantung pada dirinya. Ia pun harus berusaha keras supaya bisa melunasi hutang akibat kasus penipuan yang ia alami itu.

Bangkit dan Dewasa

Dewa tidak hanya mau berdiam diri dan pasrah begitu saja. Ia terus bergerak maju, misalnya meng-upgrade diri dengan mengikuti berbagai seminar dan training.

Dari sinilah, ia dipertemukan oleh seseorang yang pernah mengalami jatuh bangun dalam bisnis. Trainer tersebut menjadikan keterpurukan itu sebagai momentum dan pelajaran berharga.

Inilah juga yang membuat sosok Dewa tersentuh jiwa dan raganya. Ia kemudian semangat dan mulai bangkit untuk menyusun strategi bagaimana caranya ia menyelesaikan permasalan.

Dalam kondisi terpuruk itu, masih ada orang sekaligus teman dekat yang menjalin hubungan dengannya. Dewa bahkan menyarankan untuk menulis sebuah buku yang menceritakan kegagalan dirinya saat berbisnis.

Karena pikirnya Dewa pernah menulis sebuah buku dan sudah diterbitkan oleh salah satu penerbit ternama.

Saran positif tersebut langsung Dewa jalankan, akhirnya lahirlah buku fenomenal berjudul “7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula” karya Dewa Eka Prayoga yang terbit pada bulan Juni 2013. Penerbitan buku ini juga diterbitkan dan didistribusikan secara indie (mandiri).

Buku Dewa Eka Prayoga
Sumber : http://billionairestore.co.id

Cara penjualannya juga cukup berbeda, ia lebih suka menggunakan sistem pre-order dan memanfaatkan sosial media untuk promosi bukunya.  Dia juga memanfaatkan relasi pertemanannya dengan beberapa pengusaha untuk mengenalkan buku barunya itu.

Dengan metode yang unik ini, ia mampu menjual hingga lebih dari 15.000 eksemplar dan sampai sekarang buku tersebut sudah beberapa kali cetak ulang.

Berawal dari larisnya buku tersebut, ia pun memutuskan untuk membangun bisnis barunya yang dinamai Billionare Store.

Berkat konsistensinya, hanya dalam waktu dua tahun saja ia dapat sukses kembali seperti sebelumnya. Bahkan mungkin lebih sukses lagi.

Sekarang ada delapan buku yang sudah ditulis oleh Dewa, saat ini juga ia menerbitkan beberapa buku hasil karya penulis lain. Tentunya melalui bisnis penerbitan miliknya.

Sebut saja buku Kirim.Email karya Fikry Fatullah, Gara-gara Facebook Ads karya Ayu Paramita, dan masih banyak lagi.

Sempat Sakit Parah

dewa eka prayoga
Sumber : http://www.dailymoslem.com

Namun, ada satu kejadian menarik lagi dari kehidupan seorang Dewa Eka Prayoga. Ia pernah mengalami sakit yang bernama GBS (Guillain-Barre Syndrome) sehingga membuatnya harus rawat inap di rumah sakit.

Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan, badannya tiba-tiba terdampar lemas tidak bergerak. Ia tidak tahu bagaimana persisnya penyakit itu hadir dalam tubuhnya.

Ketika pertama kali datang ke rumah sakit, ia masih tidak mempercayai bahwa dirinya akan sakit separah itu.

Padahal menurutnya, ia sudah menjaga pola makanan, olahraga, istirahat yang cukup dan minum air yang banyak. Tapi tetap saja, ia bisa tiba-tiba terkena sakit hingga separah itu.

Istrinya mengira hanya kecapean karena habis mengisi training di Bogor. Namun sehari setelahnya, Kang Dewa tiba-tiba tidak kunjung bangun dan tidur-tiduran terus.

Istrinya membawanya ke IGD, dokter juga mengira beliau hanya kelelahan. Akan tetapi, esok harinya tiba-tiba mata kiri beliau jadi susah terbuka. Saat berjalan pun jadi lemas dan kakinya sering kesemutan.

Istrinya kemudian membawanya ke dokter lagi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dokter akhirnya bisa menyimpulkan bahwa beliau terkena penyakit GBS dimana imunnya terlalu sehat.

Untung saja beliau dan sang istri masih memiliki tabungan yang cukup untuk biaya pengobatan. Obat yang ampuh untuk mengatasi penyakit ini membutuhkan total biaya sekitar setengah milyar rupiah.

Itu juga belum termasuk biaya pemulihannya. Sungguh kondisi yang cukup berat kala itu.

Istri Luar Biasa

Namun beliau dan istri cukup tabah untuk menghadapi cobaan tersebut. Ia juga sangat bersyukur bahwa banyak orang dan teman-teman yang selalu support untuk mendoakan kesembuahannya.

Orang-orang di balik Billionare Store dan guru-guru beliau juga sempar merelakan waktunya untuk menjenguk dan mendoakan beliau. Dukungan dan doa dari orang-orang yang sangat penting dalam hidupnya membuat dirinya memiliki semangat tersendiri untuk menghadapi ujian ini.

Dalam kondisi seperti itu, ia tiduran dan tidak bisa bangun. Untuk makan saja lewat hidung, mandi dikasur, dan segala hal yang mudah terasa cukup sulit dilakukan kala itu.

Dewa harus bertahan, berjuang dan bersabar dalam menghadapi penyakitnya.

Dibalik itu semua, ternyata istrinya juga sangat membantunya. Dia rela merawatnya dalam kondisi yang seperti itu dan masih ingin bersama sosok Kang Dewa tanpa meninggalkannya pergi.

Sungguh istri yang mulia sekali, rela setia merawat dan menemani suaminya.

Seiring berjalannya waktu, Kang Dewa akhirnya sembuh meski harus menjalani tahap pemulihan terlebih dahulu. Allah ternyata memudahkan Kang Dewa dalam menghadapi ujian tersebut.

Bangkit Kembali

Setelah mengalami kejadian itu, beliau bangkit kembali. Berjuang kembali seperti semula, membangun dan melanjutkan berbagai bisnisnya.

Berbekal pengalamannya yang begitu inspiratif, ia juga sering menjadi pembicara dan motivator dari berbagai acara seminar, motivasi dan training .

Ia juga memiliki bekal sertifikat sebagai Hypnotis dari IBH (Indonesian Board of Hypnotherapy), Certified Trainer Boot Camp dan Contest dari 12 Movo.

Ia berhasil memberikan semangat dan motivasi kepada banyak orang. Ia juga telah berbagi ilmu, motivasi dan inspirasi melalui buku, training dan seminar yang diadakan di seluruh penjuru Indonesia.

Menurut E-Bussiness Coach, ia juga masuk dalam jajaran Top 100 Best Coach in The World. Sungguh pencapaian yang cukup hebat untuk pengusaha muda yang satu ini.

Beberapa pengusaha lain juga mengakui dan merasakan berbagai manfaat dari ilmu yang telah dibagikan oleh Kang Dewa. Relasi pertemanan dengan para pengusaha lainnya juga semakin banyak seiring kemajuan dan pengalamannya dalam berbisnis.

Saat ini, beliau bukan hanya menjalankan bisnis jualan buku di Billionare Store saja. Ia melebarkan sayap bisnisnya ke beberapa lini bisnis seperti Billionare Coach, e-Course Bisnis Online, Saliha Hijab dan beberapa bisnis lainnya.

Baca juga : Kisah Sukses Jack Ma, Salah Satu Orang Terkaya di China

Kesimpulan…

Dari kisah perjalanan hidup Dewa Eka Prayoga tersebut, mari kita simpulkan apa saja yang bisa kita ambil hikmahnya.

  • Jadikan haters sebagai motivasi.

Cibiran dari orang-orang pasti akan selalu ada, akan ada orang yang tidak suka dengan hal-hal yang kita lakukan. Haters jangan dimasukkan dalam hati, namun untuk penyemangat hidup.

  • Badai pasti berlalu.

Banyak sekali badai cobaan yang menimpa Kang Dewa akan tetapi ia selalu survive dan semangat menjalani hidupnya.

Mulai dari cibiran, ditolak, ditipu dan sakit yang menimpanya, semua itu dilalui dengan penuh kesabaran dan semangat juang yang tinggi.

  • Carilah pendamping hidup yang setia dan baik akhlaknya.

Kita bisa melihat sosok wanita ‘luar biasa’ di balik suksesnya Kang Dewa. Ia rela menemani dan merawat beliau dari berbagai cobaan hidup yang cukup berat.

Tidak banyak loh yang bisa seperti itu, hanya wanita tangguh yang benar-benar mencintai suaminya.

Itulah ulasan singkat mengenai kisah perjuangan hidup seorang Dewa Eka Prayoga. Seorang pengusaha muda yang pernah ditipu milyaran rupiah dan pernah menderita penyakit GBS yang cukup parah.

Kita bisa mengambil poin-poin inspiratif dari perjalanan hidupnya.

^Referensi : Tulisan-tulisan Dewa Eka Prayoga di Sosial Media seperti Facebook



Loading...

Baca selengkapnya

Pengangguran yang doyan ngeblog dan internetan. #JOMBLO_PREMIUM

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *