ponsel tidak membunuh manusia

Fakta dan Penelitian Terbaru, Ternyata Ponsel Tidak Membunuh Manusia

Ponsel tidak membunuh manusia, adalah suatu hal yang sangat menenangkan banyak pihak. Pasalnya ponsel merupakan gadget yang hampir digunakan semua orang dengan frekuensi yang sangat tinggi. Lantas benarkah jika ponsel itu tidak membunuh manusia ?

Baca JugaTernyata Smartphone Bisa Membunuh Dunia, Inilah 4 Buktinya ! No. 2 Sangat Memilukan

Fakta dan Penelitian Terbaru, Ponsel Tidak Membunuh Manusia

Penggunaan ponsel dalam jangka panjang tidak akan membunuh manusia secara langsung. Fakta ini didapatkan  dari hasil penelitian National Toxicology Program (NTP) Amerika Serikat,  yang berjudul Cell Phones and Cancer Risk. Adapun fokus penelitian tersebut adalah radiasi ponsel yang dapat memicu sel kanker.

Dalam hal ini, NTP menjelaskan paparan energi radio frekuensi yang dihasilkan ponsel, merupakan bentuk radiasi non-ionisasi. Tak seperti radiasi ionisasi, radio frekuensi tidak menyebabkan kerusakan DNA yang dapat menyebabkan kanker.

Dalam hal ini radio non-ionisasi tersebut secara terus menerus dapat menyebabkan efek biologis, yaitu meningkatkan suhu dalam jaringan. Hal ini dikarenakan jaringan yang dekat dengan antena ponsel, akan menyerap energi radiofrekuensi.

Fakta kuat ponsel tidak membunuh manusia dibuktikan dalam percobaan paparan Radiasi radio frekuensi (RFR), NTP menggunakan tikus sebagai medianya. Tikus tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang terpapar dan tidak terpapar RFR.

Dari langkah tersebut, ditemukan hasil bahwa semua tikus dari kedua kelompok tersebut memiliki taraf kesehatan yang sama.

Bahkan beberapa tikus yang terpapar RFR dengan dosis tinggi sekali pun, mampu bertahan hidup lebih lama. Meski demikian tidak sedikit pula beberapa yang mengalami kematian yang lebih cepat.

Loading...

Tidak ada bukti konsisten

Tidak ada bukti konsisten bahwa ponsel tidak membunuh manusia untuk saat ini yang menunjukkan peningkatan risiko kanker akibat non-ionisasi”, jelas senior peneliti NTP, Dr John Bucher seperti yang di kutip New York Post, Senin (12/3/2018).

Hal senada juga disampaikan oleh Food and Drug Administration (Badan pengawasan pangan dan obat-obatan AS), bahwa penelitian epidemiologi manusia, gagal dalam menunjukkan hubungan antara paparan RFR dan masalah kesehatan.

Hal ini pun diperkuat oleh European Comission Scientific Committee, yang menunjukan bahwa di bagian kepala dan leher tidak ada peningkatan resiko tumor atau pun kanker lain.

Mereka bahkan menambahkan jika penelitian tersebut tidak mengindikasikan peningkatan risiko penyakit berbahaya, termasuk kanker pada anak-anak.

Namun hasil penelitian yang sangat berbeda justru ditemukan pada Desember 2017 lalu, oleh California Department of Public Health.

Dimana penelitian tersebut menunjukan bahwa penggunaan ponsel dalam jangka panjang dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan, juga beberapa jenis kanker.

Termasuk di antaranya kanker otak,  tumor saraf akustik dan kelenjar ludah, penurunan produksi sperma, sakit kepala, penurunan konsentrasi belajar, penurunan daya ingat gangguan pendengaran, dan gangguan tidur.

8 Cara Mengurangi Efek Buruk Akibat Radiasi Ponsel

Meskipun penelitian terbaru menunjukan bahwa ponsel tidak membunuh manusia. Namun bukan berarti tidak memiliki efek buruk sama sekali.

Hal ini pun diperkuat dengan pernyataan Bucher yang menyoroti adanya aktivitas karsinogenik yang dapat memicu risiko kanker ketika menggunakan ponsel, yang menghasilkan paparan RFR tinggi.

Namun, demikian tentu selalu ada solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi manusia.

Dibawah ini adalah beberapa cara yang bisa sobat lakukan untuk mengurangi efek buruk dari radiasi ponsel :

1. Jangan Dekatkan Bahkan Tempelkan Ponsel ke Telinga

via umarat.wordpress.com

Saat melakukan panggilan telpon, sebaiknya sobat gunakan headset, tinggalkan cara lama melakukan dan menerima panggilan telpon, dengan cara menjejalkannya pada telinga.

Hal ini dikarenakan sinyal RF dan radiasi dari ponsel akan jauh lebih banyak dikeluarkan, terutama saat adanya aktivitas panggilan telpon dalam ponsel tersebut. Jika hal ini sering dilakukan, sangat dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.

Perkembangan teknologi semakin pesat belakangan ini, tak terkecuali pada hands-free. Hingga akhirnya sobat pun bisa dengan mudah membeli headset berkabel bahkan nirkabel, dimana pun tempatnya, baik desa maupun kota.

Baca Juga10 Aksesoris Smartphone Canggih Ini Akan Membuatmu Takjub, Sayang Kalau Tak Dimiliki !

Salah satu aksesories telpon tersebut, akan sangat membantu dalam meminimalisir paparan RFR ke kepala dan otak.

Hal ini pun dibuktikan oleh saran dari American Cancer Society, yang menyarankan menggunakan earpiece saat melakukan komunikasi via ponsel, serta mengurangi penggunaan ponsel, khususnya untuk yang masih berusia anak.

2. Perbanyak Komunikasi Lewat Teks

Ponsel Tidak Membunuh Manusia

Saat berkomunikasi via SMS, maka posisi smartphone pun akan lebih jauh dari kepala dan otak. Sehingga paparan radiasai pun tidak sedekat saat melakukan komunikasi via panggilan telpon.

Hal ini pun semakin diperkuat, dengan sebuah fakta bahwa paparan radiasi yang dikeluarkan saat berkomunikasi tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan via panggilan langsung.

Selain itu, berkomunikasi lewat teks juga sangat menghemat pulsa sobat. Tentu saja karena biaya yang diperlukan jenis komunikasi ini jauh lebih murah dari pada via panggilan langsung.

3. Jauhkan Ponsel dari Kepala Saat Tidur

ponsel tidak membunuh manusia
via gulalives.co

Banyak dari penguna yang meletakan poselnya dekat dengan kepala saat hendak tidur. Baik dengan alasan sebagai alarm, atau pun karena sebelum tidur sobat memainkan ponsel dan meletakannya begitu saja.

Sebaiknya segera hentikan kebiasaan tersebut, jika memang sobat membutuhkan ponsel untuk menjadi alarm, letakan saja ponselnya di atas meja atau lemari yang cukup jauh lokasi nya dari diri sobat, itu pun ponsel harus dalam keadaan flight mode.

Selain karena paparan radiasi, sinar biru yang ada pada perangkat elektronik seperti ponsel pun sangat berbahaya, salah satunya dapat mengganggu kualitas tidur sehingga menyebabkan tidak maksimalnya otak manusia dalam beristirahat.

Padahal menurut peneliti University of Rochester dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), kualitas tidur penting buat menjaga kinerja otak.

Dalam istirahat, setidaknya otak membutuhkan waktu antara 6 – 8 jam. Jika otak manusia dalam beristirahat kurang dari waktu tersebut, maka akan meyebabkan penumpukan neurotoksin beta amyloid pada otak. Senyawa beracun tersebut, umumnya ditemukan pada penderita gangguan otak, seperti alzehimer dan demensia.

Alzehimer sendiri, sebenarnya merupakan jenis dimensia, yang merupakan sebuah istilah untuk merujuk pada penurunan fungsional dalam berpikir dan bekerja otak. Dimana gejala awa dari alzehimer, umumnya adalah kepikunan atau menurunnnya daya ingat.

Intinya, meletakan ponsel  yang menghasilkan sinar biru dekat dengan kepala saat kita tidur, dapat mengganggu kualitas istirahat kita.

Ponsel tidak membunuh manusia, yang terjadi adalah kurangnya istirahat tersebut, dapat memicu gangguan otak seperti yang dijelaskan di atas.

Selain itu, saat ponsel menyala ia akan senantiasa mencari sinyal, sehingga akan sangat berpotensi besar untuk memicu radiasi.

4. Jangan Lagi Menyimpan Ponsel di Saku

Menyimpan ponsel ke dalam saku, merupakan suatu kebiasaan yang hampir dilakukan oleh semua pengguna ponsel. Selain karena praktis, mudah untuk mengambil saat ada telpon masuk atau untuk keperluan penggunaan lainnya pun, menjadi salah satu alasan kuatnya.

Padahal saat meletakan ponsel ke dalam saku, bisa dipastikan jarak antara ponsel dan tubuh kita tidak ada. Jika ada pun hanya dibatasi bahan pakaian kita yang sangat tipis, dan itu tidak berpengaruh sedikit pun dalam mengurangi paparan radiasi yang ditimbulkan sebuah ponsel.

Dampak yang ditimbulkan oleh radiasi jauh lebih berbahaya dari pada pengaruh sinar biru. Dampak buruk yang sangat ditakutkan dari radiasi, adalah tumor bahkan kanker otak.

Di Berkley sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa bagian otak yang terkena kanker sama dengan bagian tangan yang sering memegang ponsel . (TechDigg)

Selain itu radiasi juga berbahaya bagi wanita hamil, hal ini dikarenakan radiasai ponsel tersebut dapat mempengaruhi kehamilan. (Okezone.com)

Batasan yang dihasilkan radiasi ponsel (Specific Absorption Rate / SAR), seharusnya hanya 1,60 w/kg di atas 1 gram/jaringan.

Namun pada kenyataannya di bulan Juli tahun 2016 saja. telah ditemukan fakta bahwa sebanyak 89% yang dibuat di Amerika Serikat jumlah radiasinya sangat jauh melebihi nilai tersebut, ini membuktikan ponsel tidak membunuh manusia melalui radiasi secara langsung.

Namun untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya sudahi sekarang juga kebiasaan sobat menyimpan ponsel dalam saku. Lebih baik letakan ponsel di dalam tas, atau setidaknya ponsel sobat dibekali dengan penutup yang lebih tebal.

Hal lain yang perlu sobat lakukan adalah mengurangi penggunaan ponsel, saat keadaan baterainya sudah kurang dari 50 %  sinar radiasi yang dihasilkan ponsel akan meningkat.

5. Tak Perlu Menggunakan Ponsel Saat Sinyal Lemah

Menurut California Department of Public Health, dalam keadaan sinyal lemah khusunya yang di akibatkan oleh kegiatan pengguna seperti berada dalam bus atau kereta, berkendara dalam kecepatan tinggi.

Kegiatan lainnya seperti sedang mengunduh atau mengunggah file, dan sedang streaming musik atau video, energi  energi radiofrekuensi yang dihasilkan ponsel akan lebih tinggi dibanding ketika sinyal berada dalam keadaan normal.

Baca Juga : Cara Jitu Memperkuat Jaringan 4G dan Membuat Stabil Sinyal di Smartphone Anda

6. Minimalisir Penggunaan Ponsel Saat Berkendara

Ponsel tidak membunuh manusia secara langsung. Menggunakan ponsel saat berkendara, selain dapat memicu kecelakaan lalu lintas karena pengendara kurang konsentrasi, itu bahayanya.

Bahaya lain yang mengintai pengguna ponsel saat berkendara adalah sinyal yang ditangkap ponsel akan sering berpindah dari sumber tower satu ke tower yang lainnya.

Hal ini tentu saja dapat memicu ponsel untuk mengeluarkan sinyal RF lebih banyak. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kemungkinan bahayanya, terutama bagi pemilik ponsel yang menggunakan ponselnya saat dalam keadaan seperti itu.

7. Usahakan Selalu Memutar Musik dan Video Secara offline

Setiap orang memiliki kesukaannya didalam multimedia, baik itu musik. video, bahkan hingga film. Saat ini, semua itu dapat diakses dngan mudah di internet. Tidak seperti dulu, kita harus menunggu kasetnya keluar hanya untuk dapat mendengarkan album band kesukaan kita.

Namun demikian, saat kita memutar musik atau video di internet, maka radiasi yang dihasilkan akan semakin tinggi. Oleh karena itu, sangat disarankan sobat melihatnya secara offline.

Situs internet, sekelas YouTube saja misalnya ada menu otomatis yang dapat menyimpan videonya di ponsel, sehingga saat tidak ada sinya sekali pun sobat bisa menontonnya.

Baca Juga : 10 Aplikasi Download Lagu MP3 dan Video Terbaik Android 2018

Tentu selain meminimalisir bahaya paparan radiasi, hal ini juga dapat meminimalisir biaya data, karena sobat sudah menyimpannya dan bisa dibuka kapan saja.

Selain itu, untuk meminimalisir bahaya radiasi ponsel, sebaiknya juga mengaktifkan Airplane Mode pada ponsel saat hendak memutar musik atau video secara offline tersebut.

8. Lepas headset Ponsel

ponsel tidak membunuh manusia

Selain sebagai pengaman untuk mengurangi radiasi, headset yang tersambung dengan ponsel tetap saja mengeluarkan radiasi, terutama jenis headset bluetooth.

Meskipun jumlah radiasi yang dihasilkan tidak begitu besar, namun sangat disarankan sobat melepas headset tersebut ketika selesai digunakan

Baca JugaPerbedaan Headphone, Headset dan Earphone yang Jarang Diketahui

Demikian, semoga bermanfaat . . .Salam kepedulian.

Detatang – Kamal – Sumber Kompas.com


Loading...

Bagikan

Penulis

Dede tatang
Dede tatang
خير الناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Putra Kamal Larangan Brebes

Me Visit us :
https://www.duniaelektronik.net/
http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com
https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9A

Berusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.


“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).
Dede tatang

Penulis

خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.Putra Kamal Larangan BrebesMe Visit us : https://www.duniaelektronik.net/ http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9ABerusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *