Ulasan Bisnis

Mengapa Orang Cina Banyak yang Sukses ? Inilah Rahasianya

Orang Cina, siapa yang tak kenal peran besar orang Cina (Tiong Hoa) terhadap bisnis di Negeri tercinta ini? Pengalaman penulis sendiri, setiap berkunjung ke beberapa tempat, hampir dipastikan jika akan selalu ada usaha milik orang Cina.

Bahkan ruko-ruko yang berada di depan jalan, dekat pasar, atau dekat keramaian lain, selalu ada milik orang Cina di dalamnya.

Sejarah telah membuktikan, bisnis orang Cina mengambil peran penting dalam perekonomian nasional. Sebut saja pengusaha seperti Liem Sioe Liong dari Salim Group, Eka Tjipta dari Sinar Mas, Mochtar Riadi dari Lippo Group, dan lain-lain.

Sebagian besar dari pengusaha merupakan orang Cina, dengan peranannya yang sangat penting dalam pergerakan perokonomian negara kita.

Belajar dari yang terbaik, tanpa harus mencari kesalahan. Merupakan salah satu kunci untuk meraih kesuksesan dimasa mendatang.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa keberhasilan bisnis orang Cina didasari oleh suatu budaya, seni, cara, dan etika yang sudah diterapkan selama puluhan tahun.

Hal ini perlu kita pelajari dan di implementasikan agar dapat menjadi pengusaha yang sukses, dan tangguh di kemudian hari.

Falsafah dan Budaya Bisnis orang Cina

Saat ini selain ke Indonesia, orang Cina telah menyebar ke berbagai negara untuk melakukan bisnisnya. Bahkan bisa dibilang, orang Cina adalah perantau terbesar di dunia.

Loading...

Dimanapun mereka berada selalu melakukan adaptasi, dan lebih ber fokus pada perdagangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kehidupan.

Salah satu faktor yang membuat mereka sukses, adalah menjunjung tinggi falsafah, dan budaya bisnis yang mereka terapkan secara turun temurun.

BacaStrategi Bisnis Orang Tiong Hoa yang Menjadikannya Sukses

Berikut ini falsafah dan budaya dagang orang Cina yang bisa kita tiru :

orang cina
Pedagang china di Indonesia tempo dulu

1. Untuk mencapai sukses, orang Cina harus berdagang. Bekerja keras dan berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci keberhasilan. Hasil usaha berupa keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh sikap, usaha, dan keyakinan.

2. Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi, namun bukan untuk mengisi waktu luang. Berdagang adalah pekerjaan yang serius dan bukan pekerjaan ikut-ikutan.

3. Pengalaman berdagang diberikan kepada anak cucu, agar mereka mengenal ilmu perdagangan sehingga memiliki sikap mental yang matang dan terampil dalam berdagang.

4. Keuntungan yang diperoleh sebaiknya tidak dibelanjakan. Keuntungan tersebut harus digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.

5. Mereka suka perdagangan yang memberikan keuntungan jangka panjang dan berkelanjutan dalam waktu yang lama.

6. Pedagang yang jatuh akan merasakan sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali.

Rahasia Sukses Orang Cina

1. Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina, adalah

Banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman ditempat orang lain, kemampuan bertahan hidup ditempat orang lain, tidak adanya pilihan lain, dan ajaran hidup falsafah konfusiusme.

Sebelum Negara Cina menjadi Negara dan berkembang pesat, dulu Cina merupakan daerah miskin yang banyak dilanda perang antar dinasti.

Rakyat Cina yang tidak tahan akhirnya merantau ke luar Cina seperti Malaya, Indonesia, dan Negara lainnya.

Selain itu semua, warga Cina juga tidak merasa aman sepenuhnya. Seperti kasus Mei 1998. Banyak orang Cina mendapat perlakuan yang tidak semestinya.

Karena kondisi ini maka mereka harus berhasil dan kaya, sehingga dapat membiayai biaya sosial dan memperoleh rasa aman.

Selain itu, faktor konfousiusme yang mengajarkan untuk bekerja keras, tidak putus asa, dan sabar, mendorong etos kerja orang Cina.

2. Dalam sistem sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan.

Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada orangtua, dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan .

3. Uang jangan pernah dijadikan sebagai penghalang. Asal ada kemauan, disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.

Etika Bisnis Orang Cina

orang cina

1. Melarang penggunaan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain karena cara tersebut dianggap perbuatan yang terkutuk.

2. Pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekan kegiatan perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan.

3. Pedagang tidak boleh terlalu kaku, namun sebaliknya perlu memperbolehkan proses tawar menawar.

Cara Bisnis Orang Cina

1. Untuk dapat menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.

Hal inilah yang akhirnya membuat orang Cina, memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan nya. Sehingga mereka mudah mendapatkan banyak pelanggan, sebagai aset utama membangun kekayaan dari usaha perdagangan.

2. Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan, untuk memikat hati pelanggan. Adakalanya kita perlu menggembirakan pelanggan dengan memberikan hadiah.

3. Bekerja minimal 18 jam sehari.

Bekerja keras adalah kunci keberhasilan. Sering kita lihat mereka bekerja dari pagi sampai malam.

Pagi hari mereka mempersiapkan dagangan. Kemudian berdagang sampai jam 9 atau 10 malam, dan menghitung hasil hari ini.

4. Harus fleksibel dan beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Dengan cara semacam ini, maka bisnis orang Cina, akan senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti kebutuhan masyarakat sekitar, dimanapun mereka berada.

5. Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.

Dengan cara inilah akhirnya usaha orang Cina, hampir selalu ada di depan jalan, dan keramaian. Bangunan yang bagus, dilengkapi acesories pendukung, serta baiknya pelayanan, telah membuat usaha mereka dapat berkembang dengan pesat.

6. Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat, dan kehendak orang banyak.

7. Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat tinggi, dan pantang menyerah. Hal ini menyebabkan mayoritasnya adalah pengusaha, baik skala kecil bahkan sampai skala besar.

Orang Cina juga konsisten dan tidak mengubah-ubah waktu kerja layanan, sebelum suatu bidang berhasil.

8. Citra (image) dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.

Penulis sering melihat orang Cina berpakaian nya sederhana, namun saat melakukan pelayanan mereka benar-benar ramah, dan tuntas.

Artinya jika pelanggan ada kesulitan atau keperluan lain, mereka akan terus berusaha membantu sampai goal.

9. Lebih suka mempekerjakan sanak keluarganya sendiri, untuk membantu kegiatan perdagangan.

Dengan mempekerjakan sanak keluarga, maka hal-hal yang tidak di inginkan dapat di minimal lisir.

Selain itu dengan mempekerjakan saudara, maka menyelamatkan orang-orang Cina lain, dari kemungkinan mereka menjadi pengangguran.

10. Akan merasa rendah diri, jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji sepanjang hidupnya.

Gaji yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk memperkaya diri dan meningkatkan kedudukan. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan mereka, menjadikan wirausaha sebagai pilihan utama.

11. Sebagian keuntungan harus disimpan, untuk mengembangkan kegiatan perdagangan, dan menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi di luar dugaan. Sebagian digunakan untuk modal kerja.

Dengan cara ini, maka jika ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, maka mereka memiliki dana simpanan, untuk dapat mengatasi segala permasalahan hidup.

BacaKisah Sukses Jack Ma – Pendiri Retail Online Alibaba (orang China juga)

Selain itu, kebiasaan menabung ini, akan menyebabkan orang Cina memiliki bisnis yang senantiasa berkembang.

Semoga kita bisa meniru hal-hal baik, dari apa yang telah dilakukan orang Cina untuk meraih kesuksesan.

Salam Kepedulian

Detatang – Kamal

Sumber : Suharyadi,dkk. 2007. Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta : Salemba Empat



Loading...

Baca selengkapnya

خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.Putra Kamal Larangan BrebesMe Visit us : https://www.duniaelektronik.net/ http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9ABerusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *