Kisah Ferry Unardi Sukses Membangun Traveloka

Kisah Ferry Unardi Sukses Membangun Traveloka

Ferry Unardi. Akhir-akhir ini namanya menjadi buah bibir media sosial. Aksi ajak uninstall Traveloka, perusahaan yang didirikannya, menjadi berita utama.

Hal ini terkait dengan isu walk out Ananda Sukarlan yang diduga diikuti oleh Pendiri Traveloka itu, saat Gubernur DKI Anis Baswedan menyampaikan pidato pada peringatan 90 tahun berdirinya SMA Kanisius Kolese yang digelar di  JI Expo Kemayoran, Sabtu (11/11/2017). Dugaan aksi walk out tersebut dianggap tidak selayaknya dilakukan oleh keduanya.

Namun tulisan ini tidak akan membahas soal aksi walk out dan ajak uninstall tersebut. Tulisan ini akan mengulik kisah Ferry Unardi, seorang pengusaha muda tanah air yang sukses membangun bisnis start up reservasi tiket online pertama dan terpopuler di Indonesia Traveloka, yang namanya dikait-kaitkan dengan aksi walk out tersebut.

Traveloka.  Ya, siapa yang tidak mengenal Traveloka ? Rasanya semua orang sudah mengenalnya. Apalagi mereka yang sering melakukan perjalanan ke luar kota. Nama Traveloka tentu sudah sangat familiar. Aplikasi reservasi tiket pesawat dan hotel secara online yang paling populer saat ini dengan promo harga yang cukup bersaing.

Biografi Singkat Ferry Unardi

Traveloka didirikan pada Oktober 2012 oleh seorang pemuda kelahiran Padang, Sumatera Barat, 16 Januari 1988 bernama Ferry Unardi.  Selepas SMA Ferry melanjutkan pendidikannya ke Indiana, Amerika Serikat mengambil jurusan Computer Science and Engineering di Purdue University.

Tahun 2008 setelah menyelesaikan kuliahnya, Ferry bekerja sebagai software engineer di perusahaan milik Microsoft di Seattle Amerika Serikat. Hanya bertahan 3 tahun bekerja di Microsoft, Ferry merasa dirinya kurang berkembang.

Ia mencari pengalaman ke China di bidang industri travel dan penerbangan. Sepulang dari China, pria 29 tahun ini melanjutkan studi Program Master di Harvard University.

Pendirian Traveloka

Loading...

Pendirian bisnis rintisan (start up) Traveloka ini berawal dari masalah dirinya yang sering kesulitan saat reservasi tiket Amerika Serikat menuju Padang sedangkan rute pesawat hanya sampai Jakarta. Sedangkan ke Padang harus melanjutkan perjalanan lagi.

Pengalaman selama 8 tahun mempelajari sistem reservasi pesawat serta diimbangi oleh naluri bisnis yang kuat, Ferry memutuskan untuk mengembangkan bisnis reservasi tiket pesawat saat ia baru melewati satu semester di kampusnya.

Walaupun pada awalnya ia tidak percaya diri, namun pada akhirnya Ferry fokus merintis bisnis star up dibantu oleh dua orang rekannya, Derianto Kusuma dan Albert Zhang. Bahkan ia memutuskan berhenti kuliah dari Harvard University.

Banyak pihak menyayangkan keputusannya tersebut. Namun tekad sudah bulat. Pada Oktober 2012, bersama dua rekannya tersebut, Ferry merilis bisnis reservasi tiket online secara resmi dan memberi label dengan nama Traveloka.

Jatuh Bangun Menggeluti Bisnis Hingga Valuasi di Atas 1 Milyar Dollar

Awal mula berdiri, Traveloka mengalami kesulitan karena tidak ada satupun maskapai penerbangan yang mau bekerja sama. Seiring berjalannya waktu, Ferry tidak berputus asa dan dengan gigih terus membangun citra positif perusahaan.

Akhirnya lambat laun banyak maskapai penerbangan mulai menaruh kepercayaan untuk bekerja sama dengan mereka.

Ferry Unardi

Awal berdirinya, bisnis Traveloka hanya dijalankan oleh 8 orang. Namun saat ini telah dikelola oleh ratusan anggota yang terbagi dalam beberapa divisi. Traveloka juga terus mendapat suntikan dana dari investor untuk mengembangkan bisnisnya.

Hingga hari ini, Traveloka tidak hanya melayani reservasi tiket pesawat tapi juga menyediakan fitur pemesanan hotel dan kereta api.

Diperkirakan mempunyai nilai valuasi mencapai sekitar 26,2 triliun rupiah dan total kunjungan ke website Traveloka mencapai 16.5 juta orang tiap bulan, membuat Traveloka melejit sebagai perusahaan startup unicorn yaitu perusahaan startup dengan valuasi di atas 1 milyar dollar. (oen).


Loading...

Bagikan

Untari

Penulis

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan kepada orang banyak, yang kelak akan dibawa ke akherat. Mari berbagi ilmu melalui tulisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *