InternetTekno

Penting! Panduan Lengkap Untuk Membeli Power Supply Komputer

Perlu kalian ketahui bahwa Power Supply adalah komponen Terpenting di sebuah komputer. Jika Processor/CPU adalah Otak si Komputer, Power Supply adalah Jantung si komputer.

Power Supply yang murahan tidak hanya akan memperpendek umur komponen Komputer kamu. Mereka juga bisa Fail, Short (konslet) bahkan Meledak dan akan merusak komponen kamu.

Sebab Power Supply murahan tidak dilengkapi sertifikasi keamanan yang lengkap atau bahkan membakar rumah kamu 😀 (just kidding)

“Singkatnya Jangan Pernah Membeli Power Supply Yang Murahan”.

Akan tetapi semua itu tergantung spesifikasi komputer kamu. Untuk komputer biasa yang hanya digunakan untuk mengetik/browsing maka kamu tidak perlu membeli PSU yang mahal-mahal.

Tapi jika spesifikasi komputer kamu membutuhkan daya yang tinggi contoh komputer Gaming, Mining, Rendering, Server, Dll maka kamu membutuhkan Power Supply yang berkualitas.

Namun bagaimana cara mengetahui PSU yang bagus dan jelek selain dari harga?

Jangan khawatir, seperti biasa semua itu akan kita bahas secara lengkap di artikel ini dengan bahasa yang mudah di pahami.

Loading...

Langsung kita mulai saja yuk!

Apa yang perlu di perhatikan saat membeli power supply?

  • Form Factor (Atx, Sfx, Tfx)
  • Kapasitas Power Supply (WATT)
  • Safety PSU Protection
  • Peak dan Continuous Wattage
  • Stabilitas (Voltage Regulation,Hold-up Time dan Ripple Suppression)
  • Kualitas Komponen
  • Efisiensi (80 Plus Rating)

Mari kita bahas satu per satu.

Power Supply Form Factor

Source: Corsair & Newegg

Form Factor adalah ukuran power supply seperti PS3/(ATX), SFX dan TFX.

Banyak kesalahpahaman yang terjadi bahwa kamu butuh ATX PSU untuk ATX motherboard. Bukan itu maksudnya, ATX di motherboard itu juga sama yaitu ukuran motherboardnya.

Ada Extended ATX (E-ATX), Full ATX (ATX), Micro ATX (mATX) dan Mini ITX.

Semua form factor motherboard di atas menggunakan power Supply Standard ATX 2.0 yaitu yang mempunyai 24-pin Main Konektor untuk motherboard, 4-8pin untuk CPU dan 6+2Pin untuk VGA (Semua form factor PSU menggunakan Standarisasi ATX 2.0)

Jadi jangan sampai kebingungan ya?

Power Supply
Source: Tomshardware

Note: Terkadang ada PSU yang tidak mempunyai 24pin+8pin, Itu biasanya terdapat pada komputer built up yang menggunakan proprietary PSU (PSU khusus).

Kapasitas Power Supply (WATT)

Source: wattsbattery

Watt adalah seberapa besar kapasitar power supply dalam menyuplai daya ke semua komponen komputer kamu.

Tapi bagaimana cara mengetahui seberapa besar daya yang dibutuhkan oleh komputer kita?

Gampang nya kamu tinggal menggunakan PSU CALCULATOR Online 

Kamu hanya perlu mengisi tab-tab di calculator tersebut dan nanti akan keluar hasil nya.

Namun PSU CALCULATOR sedikit berlebihan dalam memberi hasil watt nya.

Untuk mengetahui hasil yang benar-benar akurat kamu harus mengecek Review Power Consumption/Konsumsi daya komponen kamu satu per satu secara online dari Cpu dan Vga, Dst.

Atau menggunakan alat seperti Watt Power Meter.

Dan perlu di ingat bahwa jika dipower supply tertulis 650 watt/750 watt bukan berarti listrik di rumah kamu harus 750 watt ya?

Yang di maksud adalah seperti yang sudah saya jelaskan di atas, Itu adalah kapasitas Max (peak)/Continous Wattage sebuah PSU.

Jadi walaupun tertulis 650/750 watt, PSU tidak akan memakan listrik sebesar 650/750 watt melainkan menyesuaikan konsumsi daya komputer kamu.

PSU Protection

Power Supply yang berkualitas akan mempunyai mekanisme keamanan untuk mencegah jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Beberapa di antaranya adalah:

  • No Load Operation (NLO)
  • Over Current Protection (OCP)
  • Over Power Protection (OPP)
  • Over Temperature Protection (OTP)
  • Over Voltage Protection (OVP)
  • Short Circuit Protection (SCP)
  • Surge & Inrush Protection (SIP)

Sebagai contoh yaitu Over Voltage Protection, jika terjadi kelebihan voltase maka PSU akan mematikan system secara otomatis untuk mencegah kerusakan komponen PSU dan komputer kamu.

Jadi ini juga faktor yang harus kamu pertimbangkan saat membeli PSU.

Sebelum membeli, coba cari model PSU nya di Google dan lihat spesifikasi PSU tersebut. Apakah PSU tersebut di lengkapi Mekanisme keamanan seperti di atas atau tidak (Biasanya bisa di lihat tab Protection di halaman spesifikasi).

Jika iya maka PSU tersebut aman untuk dipakai.

Peak dan Continuous Wattage

Source: legitreviews

PSU itu di bagi menjadi beberapa Rail/Jalur yaitu +12V rail, +5V rail, +3.3V rail, -12V rail, -5V rail dan +5Vsb

  • +12V di gunakan untuk menyuplai daya ke Processor/Cpu dan Kartu Grafis (VGA/GPU)
  • +5V di gunakan untuk Hard disk/Ssd, Sound card, Dvd Rom, Dan Komponen tambahan lainya
  • +3.3V di gunakan untuk Cpu cache, Chipset, Controller dan Memory.
  • -12V di gunakan untuk Slot PCI
  • -5B di gunakan untuk Komponen Slot ISA
  • +5Vsb di gunakan sebagai Mode rail Standby yang mengendalikan PSU saat komputer mati seperti fitur Wake from sleep, Wake On Ring dan Wake On Lan

Karena Slot PCIE dan ISA sudah tidak di gunakan maka kita hanya akan membahas ketiga rail saja yaitu +12V, +5V dan 3.3V

Peak Wattage

Adalah seberapa besar kapasitas sebuah PSU sanggup menyuplai daya melebihi kapasitas yang di iklankan. Contoh ada PSU 550Watt tapi di spesifikasi ada tulisan Peak Wattage 600watt.

PSU mampu menyuplai daya melebihi kapasitas yang di iklankan untuk waktu yang singkat/sementara itulah yang di sebut Peak Wattage.

Continuous Wattage

Continuous Wattage Adalah seberapa besar daya (watt) yang mampu di keluarkan oleh suatu PSU untuk jangka waktu yang lama/panjang.

Contohnya PSU ber-continuous wattage 550W dapat menyuplai daya sebesar 550W selama yang kamu mau.

Orang Indonesia biasanya menyebut Continuous Wattage dengan sebutan PSU PURE wkwkwkw (e.g Di jual PSU 550watt Pure Power)

Hal ini sangat penting karena kamu bisa mengetahui seberapa besar daya yang dapat di keluarkan oleh PSU kamu ke 3 rail di atas (+12V,+5V dan +3.3V)

Coba lihat gambar dibawah ini.

Source: aphnetwork.com

PSU di atas memberikan informasi kepada kita bahwa:

  • +12V1 dapat menyuplai daya sebesar 540W (45Ampere)
  • +12V2 dapat menyuplai daya sebesar 780W (65A)
  • +5V dan +3.3V dapat menyuplai daya sebesar 150W  (25A)

Total power (watt) PSU tersebut adalah 1275 Watt.

Dari informasi di atas kita bisa menyesuaikan kebutuhkan daya komponen kita.

Contoh jika Cpu/prosessor kita membutuhkan daya MAX sebesar 100 Watt berarti PSU tersebut mampu menyuplai daya ke CPU kita karena +12V1 nya adalah sebesar 540Watt (+12V2 biasanya digunakan untuk VGA)

Tips!!

Jika PSU hanya memberikan informasi Continuous wattage seperti gambar di atas maka itu berarti aman. Jika PSU memberikan info Peak dan Continuous juga berarti aman.

Hindari PSU yang tidak memberikan informasi seperti di atas. Contoh gambar dibawah ini (Hanya MAX/PEAK Power saja)

Source: highwire.com

Kenapa? karena kita tidak tahu seberapa besar daya yang dapat di suplai PSU tersebut untuk tiap-tiap Rail.

Contoh jika VGA kita butuh daya 300watt dan ternyata +12V2 rail PSU nya hanya bisa menyuplai sebesar 200watt maka PSU akan kelebihan daya dan 2 hal akan terjadi.

Jika PSU tersebut mempunyai Over-Power Protection maka PSU akan mematikan system secara otomatis. Namun jika tidak maka kemungkinan PSU akan short/meledak seperti video dibawah ini.

Video di bawah mengetes PSU murahan di pasaran.
Banyak PSU yang konslet/meledak padahal hanya di tes sebesar rata-rata 50% dari kapasitas watt yang di iklankan

Source: HardwareLab @Youtube

Stabilitas (Voltage Regulation,Hold-up Time dan Ripple Suppression)

Voltage Regulation

Komponen kalian membutuhkan arus DC bukan AC, Fungsi PSU adalah mengubah Arus AC menjadi DC yaitu ke +12V, +5V dan +3.3V.

Namun PSU tidak dapat mengubah/mengkonversi arus AC ke DC sebesar +12V, +5V dan +3.3V dengan sempurna tapi hanya bisa mendekati angka tersebut contoh 11.5V/5.2V/3.2V.

Itulah yang di namakan Voltage Regulation.

Jika semakin mendekati angka tersebut maka performa PSU di nilai semakin bagus.

Voltage Regulation sangat penting karena jika arus yang di hasilkan tidak mendekati angka tersebut maka Komponen komputer kalian tidak akan bekerja secara Optimal/Tidak stabil.

Namun dimana kamu bisa mengecek Voltage Regulation suatu PSU? Jawabanya Di situs review PSU seperti Techpowerup atau JonnyGuru.

Contoh lihat gambar dibawah ini.

Source: Techpowerup

PSU di tes dengan daya sebesar 20%-110%.

Kotak Merah adalah Rail PSU nya, Kotak Hitam adalah seberapa besar Current (arus dalam ampere), dan Kotak Biru adalah seberapa besar Voltase yang dihasilkan (jika mendekati 12 maka performa PSU tersebut semakin bagus )

Hold-up Time

Hold-up time adalah seberapa lama PSU dapat tetap menyuplai daya jika terjadi arus lisrik yang tidak stabil yang menyebabkan terputusnya daya dalam waktu yang sangat singkat (Ms/Milisecond).

Pernah engga waktu main game/browsing tiba-tiba lampu mengedip/redup sementara terus jadi normal lagi?

Saat itu terjadi maka arus menjadi tidak stabil dan jika hold up time PSU kamu terlalu rendah maka komputer kamu akan mati.

Standard hold up time PSU adalah 16Ms (milisecond). Untuk melihat Hold-up time kamu harus mengecek review PSU kamu di situs Techpowerup/Jonnyguru.

Contoh lihat gambar dibawah ini.

Source: Techpowerup

Jika Hold up time PSU mendekati 16Ms maka performa PSU di nilai semakin bagus.

Ripple Suppression

PSU bertugas untuk mengubah arus AC ke DC.
Namun saat proses konversi AC ke DC terjadi, Terdapat sisa hasil Konversi arus AC ke DC yg tidak di inginkan.

Inilah yang di sebut dengan RIPPLE.

Komponen di Motherboard/VGA kamu mempunyai VRMS (voltage regulation modules) yang fungsinya untuk menkonversi arus DC yang telah masuk menjadi Voltase yg lebih rendah lagi yg akan dibutuhkan oleh CPU/Processor atau VGA/GPU kamu.

Akan tetapi jika arus DC yang masuk ke VRMS itu terlalu besar maka akan membuat Vrms menjadi panas.
Dan secara otomatis akan mengurangi umur dari VRMS tersebut.

Sebelum membeli PSU cek dulu review nya di situs yang sudah saya sebut di atas.

Semakin kecil AC RIPPLE nya maka akan semakin bagus performa PSU tersebut.
Akan tetapi AC Ripple pengaruhnya sangat kecil terhadap umur komponen kamu ( jadi jangan kuatir).

Contoh.

Source: Techpowerup

Standarisasi AC RIPPLE yaitu Maksimal 120mV untuk (+12V) dan 50mV untuk (+5V, +3.3V, dan +5VSB). Jika Ripple tidak mencapai batas max di atas maka di nilai aman dan status nya PASS.

Kualitas Komponen

Source: Corsair

Kualitas komponen akan menentukan performa suatu PSU, Semakin bagus kualitasnya maka akan semakin bagus juga performa yang di hasilkan dan umur PSU pun akan semakin panjang.

Komponen lain di PSU tentunya berperan penting dalam menentukan performa suatu PSU. Namun komponen yang paling sering di bahas itu adalah Capacitornya.

Semakin bagus kualitas capacitor maka akan membuat performa PSU semakin baik.

Capacior yang tergolong bagus itu seperti Dari RubyCon, Nippon Chemi Con, Hitachi, Dll yang tergolong Tier 1.

Daftar Tier Capacitor dapat di lihat di: http://www.tomshardware.com/reviews/power-supplies-101,4193-5.html

Cara mengecek jenis kapasitor yang di gunakan oleh PSU yaitu dengan melihat Review nya secara online.

Efisiensi (80 Plus Rating)

Source: PCpaper

Pasti kalian pernah melihat tulisan 80+ Bronze, Silver, Gold dan Platinum di BOX PSU? Itu menunjukan Rating efisiensi suatu PSU.

Mengapa saya menaruh Efisiensi rating paling akhir?

Karena efisiensi tidak terlalu penting, Perbedaan 80+ Bronze dan Gold pun tidak akan terlalu terasa. Paling-paling biaya listriknya nanti di akhir bulan akan beda 5-10Rb.

Yang lebih penting itu adalah performa suatu PSU, Safety Protection dan kualitas komponen yang digunakan.

PSU abal-abal pun bisa mempunyai Rating 80+ Platinum.

Dan sangat jelas mereka hanya mengambil keuntungan dari kesalahpahaman bahwa lebih tinggi Rating efisiensi PSU berarti kualitas dan performa PSU akan lebih baik.

Jangan tertipu dengan 80 plus rating!!

Akan tetapi biasanya PSU kelas atas (high-end) akan mempunyai efisiensi rating yang tinggi juga seperti Corsair AX, Seasonic Platinum, Dll

Tapi bukan berarti PSU seperti Corsair CXM (abu-abu), Be Quiet Pure Power 10, Dll yang hanya bersertifikasi 80 plus dan Bronze itu jelek ya?

80 Plus hanya tingkat efisiensi saja yang berarti:

  • 80Plus 80% lebih irit
  • 80+ Bronze 82-85% lebih irit
  • 80+ Silver 85-88% lebih irit
  • 80+ Gold 87-90% lebih irit
  • 80+ Platinum 90-94% lebih irit dan
  • 80+ Titanium 90-96% lebih irit

PSU akan 80%-95% lebih irit pada 20% Load, 50% Load dan 100% Load tergantung rating 80+ PSU tersebut.

Cara menghitungnya begini jika Komputer kamu membutuhkan daya sebesar 500Watt dan PSU kamu 1000Watt 80+ Gold maka PSU akan mengambil listrik sebesar 555Watt.

Jika di jelaskan 500Watt adalah 50% dari 1000Watt dan 80+ Gold akan 90% Lebih efisien pada 50% Load.

Maka (500 : 0.90 = 555Watt), Terus yang 55Watt kemana?

Semua energi/daya yang tidak digunakan oleh komponen elektronik akan menjadi panas/heat.

Jadi semakin tinggi 80+ Rating maka PSU akan lebih efisien, Namun perlu di ingat lagi bahwa faktor lain seperti:

  • Safety PSU Protection
  • Peak dan Continuous Wattage
  • Stabilitas (Voltage Regulation,Hold-up Time dan Ripple Suppression)
  • Kualitas Komponen

Jauh lebih penting daripada 80+ rating, Jadi jangan terpancing/tertipu dengan 80+ Rating.

Penutup

Gimana? Sekarang sudah jelas kan?

PSU itu SANGAT AMAT PENTING untuk kesehatan komputer kamu.

Jangan sampai kamu membeli PSU yang MURAH untuk Komputer kamu yang MAHAL.
Dan lebih baik hindari PSU dari merek-merek yang tidak jelas walaupun harganya mahal tapi belum di review oleh Techpowerup/JonnyGuru.

Hiraukan orang-orang yang mengatakan PSU tersebut bagus karena kebanyakan dari mereka tidak mengetahui cara kerja power supply dan apa yang membuat PSU itu tergolong jelek/bagus.

Singkatnya mereka hanya mengandalkan Pengalaman.

Jadi lebih baik membeli PSU yang sudah di review oleh situs di atas karena sudah jelas performanya daripada membeli PSU yang tidak jelas asal usulnya.

Hiraukan juga rekomendasi para penjual yang sering menyarankan PSU yg tidak jelas asal usulnya.

Sebagai referensi supaya kamu tidak bingung mana PSU yang bagus dan mana yang jelek tanpa harus mengecek reviewnya satu per satu.

Kunjungi situs PSU TIER LIST.

http://www.tomshardware.com/forum/id-2547993/psu-tier-list.html
https://linustechtips.com/main/topic/631048-psu-tier-list-updated/

  • Tier 1 = Sangat Bagus
  • Tier 2 = Bagus
  • Tier 3 = Aman
  • Tier 4 = Lumayan
  • Tier 5 = Jelek
  • Tier 6 = Hindari

Note: Tier list sebenarnya tidak akurat namun bisa di jadikan referensi, Karena sebagai contoh untuk masuk kategori Tier 2 PSU harus memenuhi 10 dari 13 syarat.

Nah contoh suatu PSU memenuhi 10 dari 13 syarat namun PSU yang lain hanya memenuhi 9 syarat. Maka PSU tersebut akan gagal masuk Tier 2 walaupun performa nya hanya 1% lebih rendah dari PSU tadi yang masuk Tier 2.

Tentunya sesuaikan PSU kamu dengan komputer kamu, untuk komputer biasa maka tidak perlu beli PSU yang mahal-mahal.

Sekian dari saya terima kasih.



Loading...

Baca selengkapnya

Averyzalia

Only a writer and a drop of water in the endless sea :)

Artikel terkait