Ulasan Bisnis

Waspadalah ! Mitos yang Salah Tentang Kewirausahaan Ini, Menyebabkan Banyak Orang Gagal Sebelum Mencoba

Mitos yang salah tentang wirausaha, merupakan salah satu hal kuat yang menyebabkan banyak orang mengalami kegagalan, terutama  untuk menjadi seorang wirausaha sukses.

Mitos merupakan suatu kepercayaan masyarakat, yang belum tentu kebenarannya. Namun sangat berpengaruh besar bagi siapa saja yang mempercayainya.

Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam dunia usaha. Sayangnya tidak semua mitos itu baik, bahkan justru tak jarang banyak yang salahnya.

Mitos yang salah tentang wirausaha inilah, yang akhirnya dapat merusak. Terutama merusak mental para generasi muda.

Mitos inilah telah membuat banyak orang gagal, sebelum mereka mencoba. Hal ini dikarenakan selain menimbulkan rasa takut mencoba, mitos tersebut sangat sakti merubah calon pengusaha menjadi penuh pesimis.

Beberapa mitos yang salah tentang wirausaha, yang sering terdengar dan dibahas masyarakat luas

Mitos yang Salah Tentang wirausaha
Heru Sri Kumoro Wirausaha Sukses bisnis kuliner

Penulis sangat berharap, tulisan ini bisa membawa angin segar untuk sobat semua yang ingin berusaha, namun terkendala karena sebuah mitos yang salah tentang wirausaha.

  1. Seseorang Bisa Sukses Menjadi Seorang Pengusaha Karena Nasib

Tak sedikit orang beranggapan, bahwa kesuksesan seseorang dalam berwirausaha itu karena nasib. Tak sedikit pula yang menganggap bahwa nasib dan takdir itu sama.

Bahkan tak sedikit yang menganggap nasib itu, adalah keputusan mutlak Tuhan, yang tak bisa kita usahakan untuk merubahnya.

Loading...

Oleh karena itu, sebelum lebih jauh membahas mitos yang salah tentang wirausaha, terutama yang berhubungan dengan nasib, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu, apa sebenarnya nasib itu ?

Pada dasarnya nasib adalah keadaan yang terjadi pada seseorang yang diakibatkan oleh perbuatannya dimasa lalu. Oleh karena itu nasib baik akan sangat dipengaruhi oleh perbuatan baik seseorang dimasa lalunya.

Contoh seseorang yang bernasib menjadi seorang narapidana, tentu hal itu terjadi karena sebelumnya ia telah melakukan suatu perbuatan yang melanggar hukum.

Begitupun seorang pemulung yang bisa naik haji, tentu karena sebelumnya ia giat menabung.

Dengan ilustrasi diatas artinya nasib itu sangat ditentukan oleh kita manusia, dan nasib itu bisa dirubah.

Banyak orang miskin bisa  menjadi kaya karena usaha luar biasanya yang mengarahkan pada kekayaan itu, mulai dari kerja keras, rajin menabung, hingga memiliki banyak sumber penghasilan.

Penulis sering berkata pada murid-murid penulis, bahwa tidak ada manusia pintar dan bodoh di dunia ini. Semua manusia terlahir sama, dan mengalami berbagai proses yang sama.

Adanya orang pintar dan orang bodoh itu karena dampak dari perbuatannya sendiri, barang siapa yang rajin belajar pasti menjadi pintar begitupun sebalinya, yang malas pasti bodoh dan tertinggal.

Penjelasan dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11 Allah SWT  berfirman :

….إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ….

Yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” .

Jadi jelaslah mengenai mitos yang salah tentang wirausaha karena nasib yang dianggap orang sebagai takdir pasti itu salah besar.

Karena nyatanya kesuksesan, kekayaan, bahkan keterampilan dan kepintaran sangat ditentukan oleh usaha kita.

Mengenai takdir yang tak sedikit orang menganggapnya sama dengan nasib, tentu itu juga salah. Nasib itu bisa dirubah sementara takdir tidak.

Jenis kelamin, ayah ibu kita, hari kelahiran, hari kematian, suku bangsa dan lainnya merupakan bagian dari takdir.

Hal ini dikarenakan hal-hal tersebut tidak bisa diubah oleh usaha manusia, karena  semua itu, merupakan hak dan ketetapan Tuhan yang tidak bisa di ganggu gugat.

Sekalipun ada yang bisa merubah jenis kelamin atau bunuh diri misalnya, sungguh dia sangat lancang dan menentang kedaulatan Tuhan, yang pasti kelak mendapatkan hukuman yang teramat berat dari-Nya.

Terlahir dari keluarga miskin adalah takdir. Namun jika kemudian dengan usaha yang luar biasa seseorang bisa menjadi kaya raya itu adalah nasib.

Eka Lesmana dulunya miskin itu takdir, namun jika kemudian ia bisa merubah keadaannya menjadi kaya raya sekarang, itulah nasib.

Nasib baik yang didapatkan Eka Lesmana tersebut, tentu di karenakan usaha-usaha, dan berbagai perbuatan baik nan luar biasa, yang ia lakukan untuk  akhirnya bisa menebus kesuksesannya itu.

  1. Kewirausahaan Itu Bersifat Keturunan, kalau Tidak Pasti Gagal. Ini jelas mitos yang salah tentang wirausaha

Mitos yang Salah Tentang wirausaha
Penulis membuktikan, bisnis itu bukan karena keturunan

Sejak penulis masih kecil, melihat ibu kerja keras di kebun rasanya kasihan banget.

Sering penulis minta ibu dan ayah, untuk membuka warung atau usaha lain, agar ibu tak lagi harus panas-panasan, bekerja keras di sawah.

Setiap berbicara akan hal itu, ibu selalu bilang, kita gak ada turunannya buka usaha, mereka yang membuka warung, karena memang faktor keturunan.

Anggapan usaha harus karena keturunan, tentu jelas sekali merupakan mitos yang sangat salah.Apalagi banyak yang telah membuktikan itu.

Muhadi Setiabudi Misalnya, pemilik kerajaan bisnis di Brebes ini, ternyata bukan orang tuanya hanya seorang petani. Namun nyatanya sekarang, ia adalah salah satu pengusaha yang sangat terkenal kesuksesannya di negeri ini.

Beberapa orang terdekat penulis sekalipun, seperti anak kakak ibu misalnya. Dia merupakan anak dari kedua orang tuanya yang petani, namun sejak membuka usaha warung makan di Jakarta, Warnet dan lainnya.

Terbuktinya ia sukses, bisa membuat rumah dua lantai, bahkan beberapa buah mobil.

Tidak harus berasal dari keturunan pengusaha

Sejak penulis membuka bisnis percetakan, dengan modal yang cukup minim. Namun tak jarang dalam sehari penulis bisa mendapatkan omset, hingga lebih dari sejuta.

Bukan hanya itu, pernah juga mendapatkan keuntungan bersih seukuran tersebut. Padahal penulis tinggal di desa, dan bukan berasal dari keturunan pengusaha.

Atas dasar itulah, Alhamdulillah ibu mulai menyadari mitos yang salah tentang wirausaha, dan sering bertanya kira-kira usaha apa yang cocok untuk dirinya.

Semoga sobat yang memiliki pandangan yang sama tentang mitos tersebut, juga bisa segera sadar.

Jangan sampai mitos tersebut menghalangi kita untuk membuka usaha, hingga akhirnya menjadi penghalang bagi kesuksesan kita.

Buatlah nasib baik, dengan keyakinan dan tindakan yang baik-baik sobat !

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun ‘alaih).

  1. Menjadi Pengusaha Sukses Itu Harus Menunggu Sampai Dapat Peluang Bagus

Dalam berwirausaha kala kita menunggu peluang bagus, maka kita akan dekat dengan kegagalan. Hal ini dikarenakan dalam alasan menunggu peluang bagus, akan banyak bermunculan usaha-usaha sejenis yang kita impikan.

Peluang itu kita ciptakan, bukan kita tunggu. Bob Sadino misalnya, dirinya lah yang telah memperkenalkan ayam negeri ke Indonesia.

Padahal saat itu peluang untuk usaha ini kecil, terutama bagi orang-orang pesimis. Namun nyatanya berkat kerja kerasnya, sesuatu yang awalnya asing pun, justru bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa.

  1. Sukses Itu Karena Modalnya Besar Adalah Bagian dari mitos yang salah tentang wirausaha

Sebagai umat Rasulullah SAW, kita harus banyak belajar dari beliau, termasuk di dalamnya dalam hal berwirausaha.

Rasulullah bisa menjadi pedagang paling sukses di masyarakat Quraisy, dipercaya banyak investor, hingga menikah pun dengan mahar 20 ekor unta, dari hasil kerja kerasnya. Tentu itu bukan karena besarnya modal yang ia miliki.

Tanpa mengandalkan materi, Rasulullah bisa sukses. Modal beliau adalah kejujuran dan tatacara berdagang yang baik, yang tentu saja sesuai ketentuan yang telah diatur oleh Tuhan.

Selain Rasulullah SAW, tentu kita banyak mengenal orang-orang sukses yang awal usahanya tak memerlukan modal besar sama sekali.

Muhadi Setiabudi memuali kariernya sebagai pedagang asongan, dan kendektur sebelum akhirnya bisa sukses seperti sekarang.

Begitu pula Linda Ikeji sukses memiliki penghasilan milyaran rupaiah dari blog gratisan, tentu membuatnya tak memerlukan uang sama sekali bukan ?

Dari berbagai fakta tersebut rasanya sudah cukup kuat untuk membuktikan, bahwa sukses berwirausaha karena modal awalnya besar merupakan mitos yang salah tentang wirausaha.

  1. Kewirausahaan Itu Bakat Sehingga Tidak Bisa Dipelajari, Itu Fitnah !

Kembali lagi ke Eka Lesmana, blogger lulusan SMP yang bisa sukses kaya raya. Dari mana ia bisa mengetahui blogger itu menghasilkan, kalau tidak dari mempelajarinya?

Darimana Muhadi Setiabudi yang juga lulusan SMP, bisa mendirikan hotel, rumah sakit, kampus dan lainnya kalau tiadk dari mempelajarinya ?

Kalau wirausaha itu tidak bisa dipelajari, kenapa banyak mata pelajaran bahkan mata kuliah yang mempelajari tentang bisnis.

Semua yang nampak itu pasti bisa dipelajari, itu versi saya, dan saya sangat yakin akan kebenarannya. Justru belajar merupakan salah satu faktor utama untuk dapat kita sukses dalam bidang apapun, tak terkecuali dalam hal wirausaha.

Dengan belajar seseorang yang tak pandai dalam berbicara pun menjadi pandai karenanya. Begitu juag seseorang yang tak bisa memasak, tetap akan bisa menjadi koki hebat jika ia mau belajar.

Belajar dapat menjadikan hal yang tidak mungkin, menjadi mungkin, hal yang mustahil menjadi kenyataan. Jadi jika sobat masih percaya atau ada yang mengatakan, wirausaha itu tidak bisa di pelajari, percayalah itu bohong.

Belajarlah, karena dengan belajar kita bisa menjadi tahu, dengan tahu kita bisa menjadi bisa, dan dengan bisa kita bisa menjadi ahli dan jangan percaya mitos yang salah tentang wirausaha.

Semoga tulisan dari saya yang fakir ilmu ini berguna,

Salam kepedulian

Detatang Kamal



Loading...

Baca selengkapnya

خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.Putra Kamal Larangan BrebesMe Visit us : https://www.duniaelektronik.net/ http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9ABerusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *