Penyebab CPC AdSense turun

Inilah Penyebab CPC AdSense Turun Drastis di Awal Tahun

Penyebab CPC AdSense Turun Drastis – Di bulan Januari 2018 ini, banyak blogger yang resah karena CPC AdSense turun dengan sangat drastis. Imbasnya, pendapatan harian mereka menjadi sangat kecil bahkan terkesan mengenaskan.

Apalagi blog gado-gado (topik campuran) yang dari awal sudah memiliki CPC yang kecil, bagaimana nasibnya ya? Ya sudah pasti lebih parah dibandingkan blog 1 niche yang umumnya memiliki CPC lebih tinggi.

Tidak sedikit juga yang bertanya-tanya, sebenarnya apa yang menjadi penyebab CPC AdSense turun drastis seperti ini?

Kalau kamu mengalami hal tersebut, kami akan membahas fenomena ini lebih dalam agar lebih tahu secara pasti. Sebenarnya bukan hanya pada bulan Januari saja, pada bulan-bulan tertentu CPC AdSense juga cukup parah.

Nah, berikut ini adalah penyebab CPC AdSense menurun drastis pada awal tahun.

Penyebab CPC AdSense Turun di Bulan Januari

Penyebab CPC AdSense Turun di Bulan Januari
Penyebab CPC AdSense Turun di Bulan Januari, berimbas pada turunnya penghasilan

Kondisi CPC AdSense turun secara drastis ini sebenarnya memang biasa terjadi pada awal tahun. Bagi kamu yang sudah menjadi publisher AdSense selama bertahun-tahun pasti tahu kalau penurunan CPC di bulan januari adalah hal yang wajar.

Kalau kamu baru pertama kali mengalami kondisi ini, sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi. Fenomena ini juga bukan hanya dialami olehmu seorang, namun hampir semua publisher AdSense juga merasakannya.

Namun, seiring berjalannya waktu CPC pasti akan kembali normal seperti sebelum-sebelumnya.

Loading...

Lantas, sebenarnya apa yang menjadi penyebab AdSense menurun drastis?

Seperti yang kita tahu, seorang publisher mendapatkan penghasilan Adsense berdasarkan jumlah klik iklan dari pengunjung. Makin banyak kliknya, makin banyak pula potensi penghasilan yang akan didapat seorang publisher.

Namun pernahkah kamu memikirkan bahwa pengiklan juga ingin untung? Mereka membayar tentu ada maksud tersendiri, bukan hanya untuk bagi-bagi uang kepada publisher AdSense.

Seorang pengiklan (advertiser) akan menggelontorkan sejumlah uang agar omzet bisnisnya meningkat secara signifikan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan strategi marketing tertentu agar target penjualan mereka bisa tercapai.

Beberapa risiko juga harus mereka pertimbangkan dengan matang berdasarkan data-data akurat sebelum mereka mengiklankan produknya di Google AdWords.

Mereka akan menganalisa target margetnya secara lebih mendalam, dari rentang usia sampai berapa dan demografi lengkapnya seperti apa. Diperlukan riset dan uji coba terlebih dahulu agar iklan bisa maksimal hasilnya.

Berbicara mengenai riset, mereka juga akan mempertimbangkan waktu-waktu potensial agar uang yang digelontorkan tidak hilang begitu saja alias merugi.

Seperti yang kita tahu, di bulan Desember (akhir tahun) ada banyak promo besar-besaran dari berbagai perusahaan. Promo dan diskon mereka juga tidak tanggung-tanggung bahkan ada yang mencapai diskon sampai 80% lebih.

Belum lagi ada yang namanya Hari Belanja Nasional, Hari Natal dan perayaan tahun baru. Wajar saja jika banyak orang yang menghabiskan uang pada akhir tahun.

Inilah alasan utama mengapa pada Bulan Januari banyak perusahaan yang mengurangi jatah iklannya agar tidak merugi nantinya.

Hal semacam ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum dan akan selalu seperti itu setiap tahunnya. Pada Bulan Januari (awal tahun), setidaknya para pemasang iklan di Google AdWords akan melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Menurunkan Budget Iklan Harian

Di Google AdWords, pemasang iklan dapat menentukan budget/anggaran harian untuk iklan yang mereka pasang.

Pengiklan di Google AdWords sebenarnya bisa menentukan anggaran harian untuk memasang iklan. Seandainya di bulan biasa mereka menggelontorkan dana iklan harian mencapai Rp 2 juta, maka di bulan Januari diturunkan menjadi Rp 1 juta saja.

Mereka tidak ingin uang untuk iklan hambur begitu saja, pasti ingin mendapat keuntungan.

Kondisi seperti ini membuat iklan jarang tampil di situs-situs yang tergabung dalam program Google AdSense.

Semakin sedikit jumlah iklan yang tampil maka semakin rendah pula harga lelang iklannya. Semakin rendah harga lelang suatu iklan, semakin rendah pula CPC dari AdSense.

Meski traffic blogmu bejibun, namun kalau CPC-nya sangat rendah ya sama saja bohong.

Kalau dalam sehari kamu mendapat 300 klik dan CPC 0.001 maka kamu hanya bisa mendapat $ 0.3 saja. Bayangkan betapa mirisnya kita sebagai publisher, namun apa daya.

Kita hanya bisa berharap fenomena CPC AdSense turun semacam ini cepat kembali normal seperti biasanya.

2. Menurunkan Harga Lelang Iklan

Selain menurunkan anggaran pengeluaran iklan, para pengiklan juga bisa saja menurunkan max CPC bid dari iklan yang dipasang.

Maksud dari CPC bid ini bisa diartikan sebagai harga maksimal yang siap mereka bayar untuk setiap klik dari iklan yang dipasang.

Contohnya saja di bulan-bulan biasa mereka menentukan max CPC bid sebesar Rp 1500, mungkin di bulan Januari mereka hanya akan mematok sebesar Rp 800 saja.

Hal inilah yang akan langsung dirasakan para publisher karena menjadi salah satu penyebab CPC AdSense turun drastis.

3. Menonaktifkan Kampanye Iklan

Menonaktifkan kampanye iklan juga bisa menjadi salah satu penyebab CPC AdSense menurun drastis. Para pengiklan tidak ingin memasang iklan sama sekali melalui program Google AdWords di awal tahun.

Mereka akan menekan pengeluaran sebisa mungkin hingga menemukan bulan-bulan yang pas untuk beriklan.

Hal ini tentu saja membuat jumlah iklan yang tersedia semakin sedikit dan berimbas pada penurunan CPC AdSense.

Semakin sedikit jumlah iklan yang tampil, maka harga lelangnya menjadi rendah. Dan semakin rendah harga lelang iklan, maka semakin rendah pula CPC AdSense-nya.

Baca juga:

Kesimpulan

Sebenarnya ini sudah menjadi rumus umum, jadi kamu tidak perlu risau lagi mengenai penyebab CPC AdSense turun secara tiba-tiba.

Seiring berjalannya waktu, CPC AdSense tentu akan meningkat dengan sendirinya. Kita tunggu sampai kondisinya cukup stabil, pertengahan Februari mungkin sudah menunjukkan peningkatan dari sebelumnya.

Fenomena ini sebenarnya bukan hanya terjadi pada awal tahun saja, pada bulan-bulan lain juga demikian. Misalnya saja selepas Hari Raya Idul Fitri, biasanya CPC juga akan turun.

Ini karena banyak orang yang menghabiskan uangnya menjelang peringatan hari raya.

Banyak juga kebutuhan yang harus dibeli seperti makanan, baju atau uang untuk sedekah. Hal yang semacam ini juga bisa menjadi penyebab CPC AdSense turun drastis karena pengiklan harus berpikir dua kali sebelum mengiklankan produknya.

Kita cukup bersabar dan berdoa saja agar kondisi mengenaskan ini cepat berlalu. Dan semoga saja kita bisa beralih dari yang sekarang publisher AdSense menjadi seorang pengiklan di Google AdWords.

Gak mau juga kan kita jadi ‘hamba’ AdSense terus? Padahal masih banyak potensi penghasilan yang bisa didapatkan dari sebuah blog.

Intinya sih, jangan jadikan AdSense sebagai prioritas utama untuk menghasilkan uang dari blog. Masih ada banyak cara lainnya seperti menjual produk, iklan mandiri atau membuka jasa sendiri pada blog.

Kalau blognya sudah punya traffic yang tinggi, maka potensi penghasilannya juga akan lebih besar dari gaji AdSense.

Salam blogger!



Loading...


Bagikan

Mr.R

Penulis

Pengangguran yang doyan ngeblog dan internetan. #JOMBLO_PREMIUM

Komentar

    SGO48

    ( - 12:15)

    CPC dan CTR turun nih juli 2018 ya

    lagu321

    ( - 08:51)

    Suka bingung sama CPC sendiri.. untung ada Artikel ini 🙂 yeay

    Mr. Selow

    ( - 08:59)

    Semoga cepet gajian

    Area Printing

    ( - 02:42)

    Ternyata Oh Ternyata Terima Kasih Telah Berbagi Ilmu/Info nya Bos

    Alfian

    ( - 08:09)

    sombong,pada tanya malah diem aja.!!

    Mayuf

    ( - 12:42)

    Mantap mas tampilan nya sampai ratusan,
    Btw ternyata gitu ya jadi intinya cpc menurun karena udah dari sana nya aja gtu strategi bisnis ya mas

    Surya

    ( - 10:17)

    Wah mantap tuh mas, itu earnibg blognya mas fauzan? atau klik mania? niche apa mas

    ifoel

    ( - 22:58)

    hal yg sama diakui dan dirasakan pelaku usaha fisik, katakan seperti fashion, kaos dan saudara saudaranya. Beberapa waktu lalu masih aktif di kaos, setiap masuk awal tahun januari hingga april, memang sedikit order atau job yang masuk. Namun akan bergairah lagi jelang bulan ke 5 hingga datangnya bulan ramadhan sampai ritual mudik tahunan ( lebaran )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *