BloggingOptimasi BlogTutorial Blog

Cara Membangun Pondasi Blog Yang Kokoh Dengan Struktur Internal Link

Membangun struktur internal link yang baik merupakan salah satu optimasi SEO. Internal link punya peran yang sama dengan eksternal link. Bahkan bisa jadi lebih penting karena ini menyangkut struktur website Anda.

Kita umpamakan begini :

Internal link bisa di ibaratkan sebagai pondasi rumah.

Bayangkan jika pondasi yang anda buat asal-asalan dan tidak kokoh.

Dalam waktu dekat pasti rumah anda akan roboh.

Berbeda jika pondasi rumahnya dibuat kokoh dan terstruktur.

Nah, untuk membangun pondasi internal link yang kokoh, ada beberapa cara yang wajib anda lakukan. Itulah yang akan kita bahas kali ini.

Kenalan Dulu dengan Internal Link

Singkatnya internal link bisa diartikan sebagai link (tautan) dari satu halaman ke halaman lain di dalam sebuah website.

Loading...

Sedangkan eksternal link (backlink) merupakan link dari website satu ke website lainnya.

Keduanya sama-sama penting.

Tapi, bagi saya optimasi internal link adalah yang utama.

Kenapa ?

Ya, karena struktur internal link lah yang berperan menopang website kita dalam jangka panjang. Internal link adalah pondasi website.

Tanpa adanya pondasi yang kokoh, website kita bisa saja roboh dikemudian hari.

Jadi kesimpulannya :

Internal link dan eksternal link itu sama-sama penting. Tapi ada yang lebih utama yaitu internal link.

Jadi, pastikan website anda punya struktur internal link yang kuat dan kokoh, baru lakukan optimasi eksternal link.

Kesalahan Fatal Saat Membangun Internal Link

Internal-link
struktur internal link via www.scribblelive.com

1# Link Kehalaman yang Sama

Rasanya menyebalkan sekali ketika kita membuka link di suatu halaman website, namun ternyata yang muncul halaman yang sama.

Jika sudah begini, ada dua hal yang selalu saya lakukan.

Yaitu menutup salah satu tab (halaman) atau menutup dua-duanya.

Ya, ini adalah salah satu contoh kesalahan saat membangun internal link. Banyak blogger yang pernah melakukan ini, termasuk saya, hehe.

Mungkin dulu kita berfikir kalau semakin banyak link di suatu halaman maka semakin bagus.

Padahal kenyataannya tidak begitu.

Google punya cara sendiri untuk mengenali mana internal link yang bagus dan yang tidak. Salah satu caranya adalah dengan memahami kepuasan pengguna (pengunjung website).

Prinsipnya :

Semakin lama seorang user (pengunjung) berada di suatu halaman dan berpindah ke halaman lain menggunakan internal link maka semakin baik peringkat halaman website tersebut.

Nah, intinya adalah kepuasan.

Semakin puas pengunjung dengan konten di website anda maka akan semakin tinggi peringkatnya.

Bagaimana agar pengunjung puas ?

Artikel berkualitas dan struktur internal link yang baik dan nyaman.

2# Link Berlebihan dalam Satu Halaman

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Termasuk membangun internal link.

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan kepuasan pengunjung maka salah satu upayanya adalah struktur internal link yang baik dan nyaman.

Ini bisa diterapkan dengan cara membatasi jumlah link dalam satu halaman.

Untuk jumlahnya sendiri tidak ada patokan yang pasti.

Tergantung dari panjang artikel yang anda buat. Semakin panjang artikelnya maka linknya juga semakin banyak.

3# Link Tidak Relevan

Link seperti ini sering saya sebut sebagai link pembohong.

Kenapa begitu ?

Ya, karena tidak sesuai kenyataannya. Misalnya dalam suatu halaman ada link dengan anchor text “tips menghilangkan jerawat”.

ehhhhh, setelah di klik malah yang muncul halaman ”tips membesarkan anu dengan cepat”. Kan nggak lucu..

Nah, makanya link yang relevan itu sangat penting. Jadi jangan paksakan jika memang di artikel anda tidak ada anchor text yang sesuai dengan link yang akan anda buat.

4# Anchor Text Monoton

Banyak yang bilang kalau memilih anchor text harus menggunakan kata kunci utama.

Ini tidak salah.

Tapi jika anda terus-terusan berprinsip seperti ini, bisa ditebak artikel anda akan terlihat murahan dan monoton.

Menurut saya anchor text yang bagus adalah anchor text yang bervariasi. Artinya tidak melulu memakai anchor text yang sama setiap kali membuat link.

Misalnya, kata kunci utamanya adalah “cara menghilangkan jerawat”.

Maka anda bisa memvariasikan anchor text dengan kata kunci yang masih berkaitan seperti :

“Tips menghilangkan jerawat”

“Tutorial menghilangkan jerawat”

“Cara alami menghilangkan jerawat”

…. Atau bisa memakai kata lain yang tidak mengandung kata kunci, seperti “klik disini”,”baca disini”, dan lain sebagaianya.

Intinya buat anchor text yang nyaman dibaca dan juga nyambung dengan kalimat sesudah dan sebelumnya.

5# Takut Memasang Link Keluar

Banyak blogger yang takut memasang link keluar ke website lain. Bahkan ada beberapa yang anti dengan adanya link keluar ini. Kalaupun ada biasanya akan menyertakan atribut nofolow pada linknya.

Apa sebenarnya yang salah ?

Pemahaman para blogger.

Inilah yang salah, mereka menganggap outbound link (link keluar) selalu memberi dampak buruk pada website. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Seperti halnya backlink.

Outbound link juga punya peran penting dalam hal SEO. Terutama jika link keluar yang dibuat benar-benar natural dan relevan.

Dampaknya adalah authority website kita meningkat.

Contoh kecilnya bisa anda lihat di Wikipedia.org.

Semua artikel wikipedia menyertakan link keluar yang relevan, ada yang disertakan di bagian isi artikel dan ada juga yang dibagian referensi (sumber artikel).

… dan lihatlah. Apakah peringkat Wikipedia anjlok di search Google.

Tidak.

Tidak sama sekali. Justru Wikipedia malah dijadikan website rujukan banyak orang karena kontennya yang terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi kesimpulannya :

Outbound link (link keluar) akan memberikan dampak positif bagi suatu website, dengan syarat natural, relevan, dan tidak berlebihan.

Teknik Membangun Struktur Internal Link yang Tepat

internal-link-building
Internal link buildinng www.cyberworx.in

1# Utamakan Kenyamanan Pengunjung

Ini adalah yang paling utama. Semua link yang kita buat sebenarnya punya satu tujuan yaitu memudahkan pengunjung. Buatlah internal link yang bisa membantu pengunjung, bukan malah mengganggu.

Caranya :

  • Batasi jumlah link per halaman
  • Gunakan anchor text yang nyambung dan enak dibaca
  • Warna link yang user friendly (disarankan warna biru)

2# Contextual Link Lebih Bagus

Buatlah link dari satu halaman ke halaman lainnya dengan cara menyisipkannya di dalam artikel. Ini adalah metode terbaik dalam membuat internal link.  Selain terlihat lebih natural, link seperti ini juga punya konversi di klik lebih tinggi.

3# Gunakan Anchor Text

Memakai anchor text yang relevan akan lebih baik ketimbang memakai kata kunci yang tidak ada kaitannya, seperti “klik disini” atau “baca disini”.

Tapi ingat !

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa anchor text harus bervariasi agar lebih enak dibaca dan tidak monoton. Jadi, tidak masalah sesekali memakai kata “klik disini” dan lain sebagainya. Yang penting harus nyambung dan enak dibaca, itu saja.

4# Navigasi Langsung Ke Artikel

Sebaiknya manfaatkan menu navigasi blog untuk membangun link langsung ke artikel anda. Ini lebih baik ketimbang menuju ke link label.

Saya sendiri memanfaatkan menu navigasi blog untuk mempopulerkan konten unggulan. Setiap link yang ada di menu navigasi langsung saya arahkan ke konten unggulan yang sebelumnya sudah saya siapkan.

Kenapa harus konten unggulan ?

Alasannya simpel.

Ibaratkan rumah, menu navigasi adalah sebuah pintu. Setiap orang yang ingin masuk ke rumah pasti melalui pintu. Nah, konten unggulan di blog anda ini bisa dijadikan penyambut tamu yang masuk ke rumah.

Semakin berkualitas konten anda, semakin ramah dan menyenangkan pasti akan membuat orang yang bertamu tadi betah di dalam rumah. Bahkan di kemudian hari, mereka bisa saja kembali.

Itu karena mereka diberi yang terbaik saat pertama kali masuk ke blog anda.

Ngerti kan…

6# Related Post Saja Tidak Cukup

Sidebar blog merupakan tempat yang sangat strategis untuk menempatkan internal link. Jadi manfaatkan dengan baik.

Tapi tetap ingat dua hal ini :

Jangan berlebihan dan utamakan kenyamanan

Yups, semua tergantung kenyamanan pengunjung. Jika related post sudah cukup membuat pengunjung nyaman, maka tidak masalah.

Tapi jika sebaliknya, maka anda bisa menambahkan beberapa widget lain seperti random post atau popular post.

Biar nggak terkesan rempong dan berlebihan, anda bisa membatasi jumlah artikel di masing-masing widget.

Misalkan :

  • Related post = 5 artikel
  • Popular post = 5 artikel
  • Random post = 5 artikel

… ini akan lebih baik daripada anda memakai satu widget dengan jumlah 15 artikel.

7# Link Harus Relevan

Buatlah link yang relevan dengan halaman yang dituju. Jika anda belum punya halaman yang sesuai, sebaiknya jangan diberi link atau diberi link tapi ke halaman website lain yang sesuai.

Baca : Teknik Mendapatkan Backlink Super SEO Untuk Blog Anda

8# Pakai Metode Distribusi Link

Kita bisa manfaatkan konten unggulan untuk mendistribusikan link ke konten baru atau konten yang sepi pembacanya.

Misalkan, anda mempunyai beberapa konten unggulan di blog.

Pengertian konten unggulan ini bukan hanya dari segi kualitas kontennya, tetapi juga mencakup beberapa hal dibawah ini :

  • Mempunyai peringkat bagus di Google
  • Populer dan banyak dibaca
  • Jumlah like dan share yang banyak
  • Menjadi rujukan website lain

Nah, jika konten di blog anda memiliki kriteria seperti diatas, maka ini bisa kita manfaatkan untuk mendistribusikan link ke halaman lain yang belum populer.

Caranya :

  • Pasang link ke artikel baru yang relevan
  • Pasang link ke artikel yang sepi pengunjung
  • Pasang link ke halaman daftar isi (jika perlu)

… dengan begitu, seluruh artikel di blog anda akan kebagian pengunjung. Ini juga akan memberi kesempatan artikel baru untuk populer, tentunya jika kontennya berkualitas.

9# Utamakan Kualitas Bukan Kuantitas

Anggapan yang mengatakan kalau semakin banyak link di suatu halaman maka semakin bagus.

Itu salah.

Jangan dipercaya.

Ingat !

Tujuan kita membangun internal link adalah memudahkan pengunjung untuk menjelajahi website kita, berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Jadi selama ini terpenuhi, berapun jumlahnya itu tidak masalah.

Internal link itu tidak harus banyak.

Patokannya bukan soal banyak atau tidaknya, tetapi menyangkut kepuasan dan kenyamanan pengunjung.

Oke, itulah beberapa cara membangun struktur internal link yang benar. Jika ada masukan atau pertanyaan, silahkan tulis di komentar.

Sumber gambar :



Loading...

Tags
Baca selengkapnya

Pebriansah

Saya seorang pemula yang suka nulis. Kepuasan tersendiri ketika huruf demi huruf yang saya ketik bermanfaat. Semua ini tidak lengkap jika kalian tidak mengkritik dan mencaci tulisan saya. Semuanya dibutuhkan demi perbaikan. Salam newbie dan happy blogging.

Artikel terkait

9 Comments

  1. Very well written article, Thanks for sharing with us.
    I want to ask one thing “creating a link in Image is good or bad?

  2. terkadang internal linking dianggap sepele dan hanya terfokus pada backlink, padahal internal linking juga penting. Justru karena internal linking pengunjung blog bisa berlama – lama menjelajahi konten – konten yang lain, ini di mata Google akan dinilai sebagai artikel yang bermanfaat.

  3. kalau boleh nanya berapa kira-kira penghasilan jika 1 buah artikel berhasil dimuat, karena saya cari kok tidak ada list bayaran yang diterima per artikel ….!!! hehehehe, kalau bsa di balas juga di email aku yah supaya cepat di read….thanks

  4. Mas saya mau bertanya mengenai pemasangan internal link.
    Lebih bagus mana, menulis artikel dengan internal link ditengah kalimat atau menggunakan kata “Baca juga : bla..bla..bla..”?
    Mohon penjelasannya mas…

    1. Kalimat baca juga bla..bla.. adalah sebagai navigasinya, artinya memang sebagai penanda untuk link. Jika dipasang ditengah pun tidak masalah, tetapi tidak akan relevan dengan anchor link atau kalimat secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *