Teknologi Anti Gempa

Teknologi Anti Gempa untuk Mencegah Kerusakan dan Menolong Nyawa

Teknologi Anti Gempa – Bencana gempa bumi selalu menyebabkan kerusakan yang sangat parah karena besarnya guncangan. Selain Indonesia, banyak negara lain yang juga sering mengalami gempa bumi, salah satunya Jepang.

Dibandingkan dengan Indonesia, negara tersebut sudah memiliki persiapan matang untuk menghadapi bencana alam ini. Salah satunya memanfaatkan teknologi anti gempa di beberapa bangunannya.

Selain Jepang, banyak juga negara lainnya yang telah menciptakan banyak teknologi untuk mencegah kerusakan parah akibat gempa bumi.

Baca jugaTermasuk Google, 4 Perusahaan Teknologi ini Ikut Nyumbang Korban Gempa Palu

Artikel ini akan memberikan informasi kepada Anda mengenai berbagai teknologi anti gempa yang telah dikembangkan oleh beberapa negara.

Teknologi Anti Gempa untuk Bangunan

Kerusakan akibat gempa bumi sering sekali banyak dan besar, apalagi jika skala gempa buminya ada di atas 6 skala richter.

Bangunan seperti rumah, kantor, hotel, dan apartemen termasuk yang sering mengalami kerusakan paling parah.

Resiko kerusakan tersebut dapat dicegah atau dikurangi apabila setiap bangunan menggunakan teknologi anti gempa.

Loading...

Berikut ini informasi tentang apa saja teknologi yang bisa digunakan untuk membuat bangunan lebih kokoh dan tidak rusak parah akibat gempa.

1. Sabuk Logam

Sabuk Logam
Via dw.com

Teknologi anti gempa pertama adalah sabuk logam yang merupakan hasil penelitian dari Universitas Sheffield  di Inggris.

Sabuk logam ini telah diuji coba dan diklaim dapat menyelamatkan ribuan nyawa. Cara menggunakannya adalah sabuk logam akan dikataikan ke kolom beton. Dengan begitu bangunan tidak mudah runtuh dan keretakan juga tidak terjadi.

Cara pengujicobaan yang telah dilakukan adalah melakukan sebuah simulasi dengan getaran gempa bumi yang hampir menyerupai nyata. Hasilnya struktur beton tersebut tidak runtuh meski bergoyang.

2. Selubung Seismik

Teknologi ini terbuat dari ratusan cincin plastik konsentris yang disimpan di bawah pondasi.

Cara kerja teknologi ini adalah mengunci gelombang gempa yang masuk ke salah satu cincin pada bagian dasar. Sehingga gelombang tersebut terjebak dan tidak akan menghancurkan bangunan.

Gelombang gempa tersebut hanya akan lewat fondasi bangunan dari permukaan tanah. Namun tidak akan memberikan energi langsung ke bangunannya.

3. Sekring

Teknologi ini telah diteliti di Universitas Stanford. Teknologi ini digunakan untuk membuat gedung jadi tahan terhadap gempa dengan menggunakan konsep sekring listrik.

Dengan teknologi ini goyangan gempa akan dibatasi. Teknologi sekring akan digunakan dengan kabel vertikal yang bisa menjangkau setiap bagian atas gedung.

Ketika gempa telah reda, teknologi ini akan membuat struktur bangunan kembali tegak karena tertarik oleh kabel.

4. Pendulum

Teknologi ini banyak digunakan pada gedung pencakar langit. Pendulum dibuat dengan kabel baja yang mampu mendukung cairan peredam dan massa dari sebuah bangunan.

Cara kerja pendulum ini adalah melakukan pergerakan ke arah yang berlawanan dari arah gempa. Teknologi arti gempa ini dibuat agar meminimalisir respon dinamis sebuah struktur bangunan.

5. Biomaterial

Teknologi ini dibuat berdasarkan inspirasi dari kehebatan kerang laut dan laba-laba. Kehebatan dari kerang laut adalah bisa membuang energi dan menyerap guncangan ketika ada gelombang yang datang.

Sementara laba-laba memiliki jaring yang kaku jika ditarik sementara jika dilepaskan akan lentur. Dengan demikian jaring laba-laba akan sangat dinamis meski berada pada tekanan yang sangat berat.

Meski sekarang belum terealisasi tapi banyak insinyur yang mengembangkan berbagai bahan konstruksi dengan kemampuan tersebut.

6. Motion Absorbsing

Teknologi  ini telah digunakan pada bangunan yang ada di Jepang, yaitu Mori Tower. Teknologi motion absorbsing dianggap sebagai yang paling canggih dari teknologi anti gempa lainnya yang pernah dibuat.

Teknologi motion absorbsing menggunakan 192 buah peredam kejut yang di dalamnya terdapat cairan peredam getaran.

Cairan tersebut terbuat dari minyak yang tebal. Ketika ada getaran dari gempa atau angin kencang dan menara bergoyang, minyak tersebut akan menuju arah berlawanan.

Dengan demikian guncangan akan terminimalisir.

7. Kuarsa Precursor

Ini adalah teknologi yang digunakan pada pondasi baja dan beton dari sebuah bangunan yang ada di San Francisco, yaitu Transamerica Piramid.

Bangunan ini menggunakan baja dan beton dengan tinggi 52 kaki. Untuk bagian eksteriornya menggunakan teknologi kuarsa precursor yang pada setiap tingkatnya ditopang menggunakan 4 buah pilar penguat.

Kinerja teknologi ini telah terbukti menyelamatkan bangunan dari gempa berkekuatan 6,9 Magnitudo  yang pernah terjadi pada tahun 1989.

Meski belum pernah ada gempa lagi tapi kemungkinan besar bisa meredam gempa lainnya yang lebih besar.

8. Peredam Getaran Internal

Teknologi satu ini digunakan pada salah satu bangunan paling populer di Taiwan, yaitu Taipei 101. Ini adalah bangunan paling tinggi di dunia sampai saat ini.

Teknologi peredam getaran internal akan membuat goyangan akibat gempa terkendali. Jadu meminimalisir adanya kerusakan struktural. Teknologi ini berguna untuk mengendalikan gempa tapi bukan mencegahnya.

9. Outriggers

Outriggers adalah sebuah penopang berbentuk segitiga yang akan menyelimuti area bangunan dan pusat kompleks. Tujuannya adalah untuk membuat gaya lateral dan vertikal karena gempa jadi tertahan.

Bangunan di Los Angeles bernama Wilshire Grand Center menggunakan 30 buah outriggers yang berada pada tiga bagian bangunannya.

10. Kasur Pelindung Gempa

Kasur Pelindung Gempa
Via www.ign.com

Teknologi ini bukan untuk memperkokoh atau menyelamatkan bangunan tapi diri Anda sendiri. Kasur yang dirancang oleh penemu Rusia ini dilaunching pada tahun 2015.

Apabila gempa terjadi, kasur ini akan langsung masuk ke dalam box yang tersimpan sebagai alas kasur. Di dalam box tersebut telah ada berbagai persediaan untuk membuat Anda bertahan hidup seperti masker, makanan, minuman, dan oksigen.

Jadi ketika tidur dan terjadi gempa Anda bisa selamat dan bertahan hidup di dalamnya sampai ada bantuan datang.

Kasur ini tidak akan rusak karena bisa menahan benturan yang sangat keras. Hal ini terjadi karena menggunakan lapisan dinding logam yang sangat kuat.

China juga telah membuat kasur anti gempa seperti ini, apabila ketika tidur terjadi gempa maka kasur ini akan menutup secara otomatis.

11. Pita Polypropilene

Teknologi satu ini juga dikembangkan di negara jepang. Telah digunakan pada ratusan rumah tahan gempa. Rumah anti gempa yang menggunakan teknologi pita polypropilene ini bentuknya seperti jaring.

Fungsinya adalah mencegah rumah supaya tidak hancur. Pita ini digunakan sebagai bahan dasar yang akan dihubungkan menggunakan welding machine.

12. Rumah Unggul Sistem Panel Instan

Rumah Unggul Sistem Panel Instan
Via puskim.pu.go.id

Indonesia juga ternyata sudah memiliki teknologi anti gempa yang dibuat dalam bentuk rumah.

Rumah Unggul Sistem Panel Instan atau yang disebut dengan RUSPIN ini telah diterapkan di beberapa lokasi seperti Bali, Jawa Barat dan NTT.

RUSPIN ini adalah sebuah teknologi rangka untuk rumah pracetak. Rumah tersebut dibuat dengan menggunakan baut sebagai sambungannya. Rumah ini bisa dibongkar pasang jadi dibandingkan rumah konvensional lebih ringkas.

Rumah ini bisa dipasang dengan cepat karena jumlah sambungannya tidak terlalu banyak. Kemudian ruangannya lumayan luas.

Sebelum ini telah dibuat juga Rumah Instan Sederhana Sehat atau RISHA yang sudah dibuat di daerah Lombok setelah mengalami bencana gempa hebat.

Pembangunan rumah ini berjalan dengan lumayan baik dan sekarang ada sekitar 20 buah RISHA yang telah dibangun.

Itulah dia informasi mengenai berbagai teknologi anti gempa yang akan sangat berguna untuk meminimalisir kerusakan akibat bencana yang lumayan sering terjadi tersebut.

Semoga nanti ada lebih banyak orang-orang Indonesia yang mempunyai rumah maupun bangunan dengan teknologi seperti ini jadi korban jiwa akibat bencana bisa berkurang.


Loading...

Bagikan

Avatar

Penulis

Komentar

    Avatar

    Syam

    ( - 15:58)

    Semoga pemerintah segera mengembangkan teknologi2 anti gempa biar negara aman dan sentosa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *