InternetUlasan Bisnis

Prediksi Tren eCommerce Asia Tenggara Tahun 2017 yang Mencengangkan

eCommerce menjadi hal yang paling berpengaruh dan mendapatkan sorotan tajam secara global. Begitupun di Asia Tenggara dan Indonesia yang mana tren eCommerce diperkirakan akan meningkat tajam di tahun ini. Hal ini tentunya juga sudah terlihat dari berbagai sinyal sinyal di tahun lalu. Tren eCommerce Asia Tenggara ini akan memiliki banyak perubahan besar seperti yang akan saya bahas dalam artikel kali ini.

Peralihan dari commerce biasa ke eCommerce di Asia Tenggara diperkirakan sangat pesat untuk tahun 2017 ini. eCommerce (electronic commerce) atau perdagangan elektronik merupakan sebuah penjualan, pembelian, penyebaran maupun penyebaran berbagai barang maupun jasa menggunakan sistem elektronik. Jadi semuanya berbasis elektronik, umumnya menggunakan internet atau jaringan komputer.

Tren eCommerce asia tenggara ini akan terjadi di tahun ini, bahkan ada yang sudah terjadi dari beberapa tahun lalu. Intinya, tren eCommerce asia tenggara di tahun 2017 akan didominasi oleh perusahaan besar yaitu amazon dan juga alibaba. Bahkan kedua raksasa tersebut mencoba berebut kekuasaaan di Asia tenggara.

Nah untuk mengetahui seperti apa sajakah berbagai predisksi tren eCommerce asia tenggara tahun ini silakan simak baik baik baik pembahasannya berikut ini.

Tren eCommerce Asia Tenggara

Secara tidak langsung apabila terjadi perubahan tren dalam satu bagian benua pasti akan berpengaruh terhadap negara negara yang ada didalamnya. Salah satunya adalah Indonesia juga pastinya akan terpengaruh nantinya dengan adanya perubahan eCommerce di asia tenggara di tahun ini.

Maka dari itu, pemerintah seharusnya juga ikut mengantisipasi akan hal ini, apalagi adanya pasar bebas dan MEA yang akan membawa dampak buruk bagi Indonesia disamping dampak baiknya juga ada.

1. Amazon masuk asia tenggara

tren ecommerce asia tenggara

Inilah tren eCommerce asia tenggara terheboh tahun ini jika memang benar benar terjadi. Amazon nantinya akan menjadi saingan besar dari Alibaba akan membuat banyak perubahan besar di Asia tenggara. Ada pihak yang semakin untung dengan hal ini dan ada pula pihak yang justru bangkrut karena masalah ini.

Amazon masuk asia tenggara ini di tahun ini bisa saja terjadi tidak lama lagi. Hal ini karena melihat potensi pasar yang sangat luar biasa di Asia tenggara. Dari sinilah tentunya keuntungan akan didapatkan dengan lebih banyak lagi. Apalagi orang asia tenggara juga terkenal dengan gaya akan suka belanja dan konsumtif. Jadi Amazon pasti sudah merencanakan hal ini sejak lama.

Untuk masuk Indonesia sendiri mungkin belum terjadi di tahun ini. Namun bukan berarti hal tersebut tidak mungkin terjadi. Karena Indonesia dengan penduduk terbanyak di Asia tenggara bisa saja membuat Amazon justru menyasar Indonesia terlebih dahulu dalam mengembangkan wilayah kekuasannya. Nah dari sinilah tren eCommerce asia tenggara berawal, dan pertarungan antar eCommerce akan terjadi dengan hebat.

2. Alibaba menjadi lebih berkuasa

tren ecommerce asia tenggara

Saat ini juga sudah terlihat bahwa Alibaba yang didirikan oleh Jack Ma sudah berkuasa di negara kita. Apalagi setelah Lazada menjadi milik alibaba yang diakuisisi tahun lalu sebagai akuisisi terbesar tahun itu dengan total lebih dari 13 triliun. Alibaba pun terus menerus mengembangkan bisnisnya dengan, baik dengan mengakuisisi berbagai perusahaan berpotensi ataupun menciptakan produk terbaru untuk diterapkan di berbagai negara di Asia.

Karena inilah maka banyak pengusaha yang mencari jalan dengan mengambil bisnis dibidang lain. Karena harapan mereka tentang hal ini sudah sangat tipis. Jadi para start up di tahun ini mulai berbondong – bondong pindah ke bidang seperti halnya kesehatan, keuangan, dan juga asuransi karena ini adalah bisnis yang juga memiliki masa depan cerah.

Dari situlah mereka menciptakan marketplace sendiri untuk kebutuhan konsumen seperti halnya pinjaman, asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan sebagainya yang sudah terintegrasi menggunakan teknologi dan internet. Dengan adanya marketplace atau eCommerce seperti inilah maka bisa bertahan dari gempuran perusahaan raksasa seperti halnya Alibaba.

Namun Alibaba juga tak akan tinggal diam akan masalah ini. Mereka juga sudah menyiapkan dalam bidang seperti kesehatan, big data, internet finance, logistik, hiburan, cloud computing, dan masih banyak lainnya.

Hal itu memang sudah diterapkan Lazada di produknya yang bernama alipay dan juga ant financial. Tapi dirediksi tahun ini alipay akan masuk ke asia tenggara dan akan membawa dampak yang cukup besar bagi industri lokal di negaranya masing masing.

3. Logistic last mile akan menjadi primadona

tren ecommerce asia tenggara

Logistic last mile merupakan perpindahan suatu produk barang atau pun jasa ke tangan konsumen. Dalam hal belanja online, pihak pengiriman merupakan salah satu hal yang sangat diuntungkan. Karena bagaimanapun juga semuanya membutuhkan yang namanya alat angkut atau jasa transportasi dari si kurir.

Namun bagaimanapun juga hal ini tentunya sering terjadi kendala dalam hal kecepatan. Maka dari itu alibaba pun sudah meyiapkan strategi untuk masalah ini, terutama di cina.

Cainaio network merupakan salah satu produk baru yang diciptakan oleh alibaba. Hal ini sama seperti di Indonesia pada jasa pengiriman dari gojek dan grab yang serba cepat. Nah disana alibaba sudah menyiapkan pihak ketiga seperti itu yang akan digunakan untuk menjadi jasa pengiriman dari semua barang yang ada.

Saat ini diketahui bahwa lebih dari 70% bisnis jasa dalam bidang logistik pihak ke-3 di Tiongkok datang dari ecommerce yang didukung oleh alibaba. Jadi inilah tren eCommerce asia tenggara nantinya.

Nantinya jasa kurir logistik seperti halnya JNE, Wahana, Pos express dan lainnya akan tergantikan oleh penyedia jasa yang dimiliki langsung oleh pihak toko online. Bahkan ini sudah terasa di Indonesia, terutama di kota seperti Jakarta dalam penggunaan jasa pengiriman lebih suka yang super cepat seperti halnya menggunakan go jek dan grab.

4. Logistic first mile menjadi ancaman raksasa internet

tren ecommerce asia tenggara

Perlu anda tahu, bahwa persaingan first mile merupakan sebuah ancaman nyata bagi perusahaan besar google dan juga facebook. Mungkin bagi sebagian orang tidak menyadari akan hal ini. Tapi nyatanya alibaba maupun amazon jika sudah berhasil menguasai asia tenggara, mereka pun mapu menjadi ancaman situs besar.

Jadi bukan hanya pesaing yang sejenis saja yang mendapatkan ancaman seperti halnya wal mart, jdcom dan lainnya, melainkan baidu, facebook, dan juga google menjadi ikut terancam.

Logistic first mile merupakan suatu kegiatan perpindahan barang ataupun jasa ataupun produk apapun dari peritel kepada layanan kurir yang akan membawa produk tersebut menuju ke konsumen. Hal ini akan menjadi masalah sendiri bagi para situs besar seperti halnya google.

Logistic first mile ini dimngkinkan akan dimulai tahun ini oleh alibaba untuk asia tenggara. Nantinya alibaba yang juga membawa lazada akan migrasi ke platform tmall. Selain itu alibaba juga akan meluncurkan produk terbarunya yang bernama alimama, yaitu sebuah layanan periklanan sekelas google adwords.

Jadi nantinya para penjual yang memiliki penjualan di lazada akan bisa memiliki akun seperti halnya adwords yang bisa digunakan untuk mengiklankan produk mereka. Hal ini juga dilengkapi dengan sistem periklanan yang kaya akan fitur, misalnya PPC, CPM, CPS, dan lainnya yang ada dalam platform tmall seperti express train.

Jika hal ini terjadi dimungkinkan google dan juga baidu akan bangkrut, apalagi sekarang ini pengunjung sudah tidak lagi mencari barang melalui search engine, melainkan langsung ke toko online yang dituju. Hal ini juga sudah diterapkan oleh lazada di tiongkok.

Alibaba memblokir baidu untuk merayapi halamannya. Jadi apabila pengguna ingin mencari produk yang mereka cari, maka mereka harus langsung mengunjungi alibaba. Inilah strategi alibaba yang efektif dan sudah diterapkan sejak tahun 2009 lalu.

5. Menuju eCommerce versi 2.0

tren ecommerce asia tenggara
https://www.themediabriefing.com

eCommerce 1.0 ialah mereka yang berjualan suatu barang ataupun jasa ke masyarakat luas. Lalu apa eCommerce 2.0 ini? Singkatnya eCommerce 2.0 ini merupakan usaha untuk mencari suatu kelemahan atau celah dari eCommerce 1.0 dan menjadikannya spesifik. Jadi eCommerce 2.0 ini bukan lagi sebagai salah satu hal yang digunakan untuk adu kekuatan antar perusahaan dan semacamnya, melainkan lebih spesifik dari hal tersebut.

Tujuan banyak yang beralih ke eCommerce 2.0 bagi para pelaku adalah untuk menghindari terjadinya zero sum. Zero zum ini membuat yang besar semakin menang dan semakin untung karena kerugian dari pihak lain. Contoh yang sudah menerapkan hal ini adalah Matahari mall dengan memanfaatkan fitur online to offline, terus ada sales stock yang sudah lebih kreatif dengan menggunakan chatbot, ada juga pamelo fashion yang memproduksi pakaian sendiri lalu mengintegrasikan pasokan secara vertikal.

Jadi dengan ini para pelaku e comerce akan memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dengan orang lain. Dengan inilah maka akan terjadi pengalaman belanja yang berbeda, jadi tidak akan ada terjadinya persaingan yang saling menjatuhkan seperti halnya pada eCommerce versi 1.0. Namun disini peran sebuah inovasi itu sangatlah penting. Tanpa berinovasi maka hal ini tidak akan bisa berkembang dan berjalan beriringan dengan para eCommerce lainnya.

6. Persaingan Amazon dan Alibaba akan menimbulkan banyak korban

Di poin pertama dapat kita ketahui bahwa amazon akan dimungkinkan untuk masuk ke asia tenggara. Nah disinilah bisa terjadi beberapa kemungkinan, diantaranya adalah persaingan yang super ketat ini akan membawa dampak kerugian di pihak lain yang merupakan perusahaan kecil.

Apalagi pamor dari kedua perusahaan tersebut sangat berkembang di dunia, jadi kalau masuk ke asia tenggara apalagi masuk ke Indonesia pasti itu akan mengakibatkan banyak korban.

Banyak perusahaan yang mulai psimis dengan hal ini, jadi banyak yang dari mereka menjual perusahaan tersebut di berbagai negara di asia tenggara. Misalnya seperti berikut ini.

  • Zalora yang berpusat di thailand dan vietnam dijual murah ke Thailand central group
  • Rakuten dari jepang menutup usahanya untuk wilayah indonesia, Malaysia dan juga singapura dengan mengembalikan ke pemilik aslinya di Thailand
  • Redmart dibeli Lazada dengan harga murah
  • Moxy setelah bergabung dengan Bilna Indonesia muncul sebagai orami
  • Cdiscount dibeli oleh TCC group Thailand

Walaupun saat artikel ini ditulis belum terjadi, tapi sudah terlihat akan hancurnya eCommerce seperti Wemall dan juga Weloveshoppinf di thailand. Di filipina juga demikian, ascend money menjual 20 % sahamnya ke ant finance. Pokoknya banyak yang kalah dengan eCommerce raksasa dari alibaba dan juga amazon untuk tahun 2017 ini.

7. Marketplace mulai ditinggalkan

tren ecommerce asia tenggara

Sekarang ini marketplace merupakan salah satu bisnis yang sedang naik daun di Indonesia, dan termasuk di Asia tenggara. Namun diperkirakan di tahun ini marketplace mulai ditinggalkan oleh perusahaan – perusahaan yang memang menjual barang langsung disitu.

Misalnya samsung memiliki lapak resmi di Lazada, atau cassblanka juga memiliki toko resmi di Zalora. Nah di tahun ini kemungkinan besar mereka mulai mempromosikan menggunakan web sendiri daripada berjualan menggunakan perantara.

Jadi adanya marketplace itu bisa jadi sarana untuk mempromosikan saja, nantinya calon konsumen akan diarahkan ke website resminya masing – masing untuk membelinya dari sana.

Nah darisinilah dapat kita ketahui bahwa tren eCommerce di asia tenggara tahun ini dalam hal marketplace akan turun, terutama marketplace dalam bentuk b2c (bussines to consumen) bukan c2c (consumen to consumen) seperti bukalapak dan tokopedia.

Tren eCommerce asia tenggara ini juga sudah terjadi di beberapa negara seperti halnya negara thailand. Bahkan dia sendiri menjadi korban yang bisa dibilang korban besar dan utama karena kedatangan para pendatang raksasa. Dia adalah ascend group yang memiliki asset portofolio fintech dan uga eCommerce seperti halnya c2c yaitu weloveshopping dan juga wemall yang merupakan b2c yang sudah saya sampaikan di poin sebelumnya.

8. Myanmar menjadi negara sasaran bagi para pebisnis

Perlu anda tahu, bahwa salah satu negara yang mungkin sekarang ini banyak dilupakan oleh para pebisnis dalam menarget negara di asia tenggara adalah Myanmar. Memang negara ini memiliki potensi yang besar namun masih jarang yang memanfaatkannya. Namun diprediksi tahun ini myanmar akan menjadi sasaran untuk tempat bisnis bagi para pengusaha, baik dari Asia maupun luar Asia.

Myanmar sebagai negara terbesar ke 5 di Asia Tenggara memiliki jumlah penduduk dengan 53 juta penduduk. Walau myanmar pernah menutup diri hingga tahun 2011 lalu, namun sekarang bangkir dan sudah memiliki dua puluh persen dari semua populasi di sana yang sudah online, bahkan disana sudah memiliki hingga lebih dari 10 juta pengguna facebook. Hal inilah yang akan menjadi tren eCommerce asia tenggara tahun ini.

Namun saat ini terlihat bahwa eCommerce yang nampak mengalami kemajuan itu menggunakan platform yang sudah mereka kenal. Jadi yang belum familiar maka belum mereka terima sepenuhnya, contohnya saja perusahaan milik shop.com.mm dan juga work.com.mm yang masih belum bisa menunjukan adanya pengaruh positif dalam hal ini.

Dominasi facebook disana sangat besar, jadi para pelaku eCommerce harus memanfaatkan platform facebook dalam hal ini. Misalnya dengan memasarkan lewat facebook shop. Misalnya di thailand yang memiliki perkembangan besar dalam hal perdangan elektronik. Karena setengah dari perdagangan dalam bentuk transaksi eCommerce itu terjadi di Facebook, line serta instagram. Maka dari itu semua eCommerce harus bisa memanfaatkan hal platform tersebut.

Memang prediksi tren eCommerce asia tenggara ini belum tentu semuanya terjadi. Namun hal ini juga telah mempertimbangkan berbagai aspek untuk mengetahui apa yang terjadi untuk kedepannya. Jadi mari kita tunggu saja mengenai apa yang terjadi untuk kedepannya.

Demikian pembahasan mengenai prediksi tren eCommerce asia tenggara tahun 2017. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semuanya. Terima kasih.


Loading...
Baca selengkapnya

Salam kenal semuanya, Saya Blogedewek. Hobi saya membaca, berkebun, dan tidur. Suka nulis juga di blog klikmania tercinta ini. Saya juga pemilik dari tokofora yang menjual padi basmati.

Artikel terkait

3 Comments

  1. ketika amazon masuk ke indonesia apakah marketplace lokal sanggup bertahan menghadapi gempurannya ya ? seperti kita ketahui amazon memiliki anggaran besar untuk beriklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close