Aplikasi AlMaqsad Sebagai Navigasi di Masjidil Haram

AlMaqsad – Tersesat ketika berada di daerah orang adalah salah satu hal yang menakutkan bagi mayoritas orang di dunia. Terlebih lagi ketika tersesat di daerah yang memiliki bahasa dan adat yang berbeda. Ketika bertanya kepada orang-orang di sekitar misalnya, alih-alih bukannya menemukan jalan yang benar justru jadi lebih tersesat.

Pada tahun 2011 lalu Masjidil Haram mengalami perluasan area dari yang sebelumnya 356 ribu meter persegi menjadi 400 ribu meter persegi. Dengan adanya perluasan lahan tersebut dierkirakan akan dapat menampung lebih dari 2,5 juta jemaah. Dengan adanya fakta tersebut, tidak menutup kemungkinan ada satu diantara orang-orang yang tersesat dan tidak tau harus ke jalan sebelah mana ketika di Masjidil Haram. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada aplikasi yang dapat mempermudah jalan di Masjidil Haram bernama AlMaqsad.

Aplikasi AlMaqsad oleh Wadi Makkah For Technology

Menurut Nabil Kowshak yang meruupakan Ketua Bisnis dan Kreativitas Informasi Universitas Umm Al-Qura. Aplikasi navigasi Masjidil Haram bernama AlMaqsad dirancang oleh Wadi Makkah For Technology di Makkah. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat dengan mudah menavigasi ke daerah-daerah penting dan juga pos pemeriksaan pelayanan di seluruh lantai dari Masjidil Haram.

unnamed
Aplikasi AlMaqsad via https://plus.google.com

Dalam pengembangan aplikasi navigasi ini, Wadi Makkah For Technology bekerjasama dengan Internal Navigation Company. Tujuan utama dari diluncurkannya aplikasi ini adalah mempermudah navigasi pengguna di Masjidil Haram.

Saleh Basalaman yang merupakan CEO dari Internal Navigation Company mengatakan bahwa aplikasi navigasi ini bergantung pada sensor blue low energy. Yang mengirimkan sinyal ke gadget pengguna untuk mengetahui lokasi pengguna berada. Bahkan aplikasi ini juga dapat menginstrusikan pengguna ke tujuan yang dikehendaki melalui perintah suara.

Selain itu, AlMaqsad juga dapat memberikan informasi mengenai layanan yang ditawarkan di lantai dasar Masjid. Karena di lantai pertama di Masjidil Haram telah tersebar 1500 sensor. Ada pula fasilitas peta 3D yang disediakan AlMaqsad seperti yang dilaporkan oleh koran Makkah. Sudah terdapat kurang lebih 30 ribu pengguna aplikasi AlMaqsad yang mengagkes dari berbagai perangkat seperti Android, iPhone dan juga iPad.

Proyek Kedua AlMaqsad

Karena mendapatkan banyak respon positif dari para penggunanya, presidensi umum untuk urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bekerja pada tahap kedua dari proyek. Di proyek pembaharuan kedua yang dilaksanakan pada 20 Juni 2016 lalu ini telah dibekali dengan delapan fitur termasuk penggunaan offline. Aplikasinya pun akan disajikan dengan pilihan bahasa Arab dan bahasa Inggris yang tersedia di iOS dan Android.

AlMaqsad
Aplikasi Petunjuk Arah Masjidil Haram AlMaqsad via https://m.tempo.co

Dengan proyek baru ini akan mempermudah pengguna karena dapat dijadikan sebagai pemandu penggunanya. Untuk menentukan kemanapun pengguna akan pergi dan akan mendeteksi posisi pengguna secara akurat di dalam koridor Masjidil Haram. Untuk mengetahui posisinya pun pengguna tidak memerlukan koneksi internet, melainkan hanya memerlukan Bluetooth.

Loading...

Diluar Masjidil Haram pun kemungkinan tersesat cukup besar karena terdapat beberapa lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan rukun haji dan umrah seperti Ka’bah. Untuk itu AlMaqsad menyediakan pula layanan kebutuhan khusus seperti gerbang Masjidil Haram, halte bus dan navigasi untuk jalan-jalan utama di Makkah, Masjidil Haram juga area di sekitarnya. Untuk mengakses navigasi diluar Masjidil Haram, pengguna dapat menggunakan GPS.

Demikian informasi yang dapat penulis sampaikan tentang aplikasi AlMaqsad. Semoga bermanfaat bagi pembaca, utamanya bagi jemaah haji yang ingin mengantisipasi agar tidak tersesat ketika berada di Masjidil Haram.


Loading...

Bagikan

Penulis

ArifaNida
ArifaNida
"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah." -Pramoedya Ananta Toer-
Email: [email protected]
IG: @arifa_nida
ArifaNida

Penulis

"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah." -Pramoedya Ananta Toer- Email: [email protected] IG: @arifa_nida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *