Internet

Apple Tutup Semua Tokonya di China Akibat Virus Corona

Wabah virus Corona memiliki dampak nyata pada dunia teknologi, dan Apple adalah salah satu perusahaan teknologi yang merasakan dampaknya. Akibat kehadiran virus Corona, perusahaan asal Amerika Serikat itu akan menutup semua tokonya dan kantor perusahaan di China hingga 9 Februari mendatang.

Awalnya, pihak Apple hanya menutup 3 tokonya saja. Namun karena alasan keamanan ketika berkonsultasi dengan para ahli, perusahaan pimpinan Tim Cook itu resmi menutup seluruh tokonya yang ada di daratan China yang berjumlah 42 toko.

“Karena sangat berhati-hati dan berdasarkan saran terbaru dari para ahli kesehatan terkemuka, kami menutup semua kantor perusahaan, toko, dan pusat kontak kami di daratan China hingga 9 Februari,” kata Apple dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip dari Reuters, Rabu (05/02/20).

Corona Buat Bisnis Apple Merugi

Mayoritas perusahaan besar memilih untuk menutup bisnisnya sementara waktu di China. Langkah Apple yang menutup seluruh aktivitas bisnisnya di China sendiri mengikuti perusahaan-perusahaan lain yang mengambil langkah serupa seperti Starbucks Corp dan McDonald’s Corp.

Meski beberapa perusahaan memilih untuk menutup toko dan juga kantornya, beberapa perusahaan lain adapula yang meminta para karyawan di China untuk bekerja dari rumah dan menghentikan perjalanan bisnis yang tidak penting pada minggu pertama Februari 2020.

Meski mayoritas rakyat China tidak menggunakan perangkat Apple untuk smartphone sehari-harinya, pihak Apple mengaku China merupakan salah satu pangsa pasar dari bisnis mereka. Dilansir dari Reuters, Tim Cook selaku CEO Apple juga sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengatasi kerugian yang mereka alami akibat Corona.

Corona Tewaskan Hampir 500 Orang

Keputusan Apple untuk menutup semua tokonya memang sudah tepat karena baru-baru ini pemerintah China telah mengeluarkan laporan terbaru terkait korban Corona. Dalam laporannya, pemerintah China mengungkapkan jika korban yang berjatuhan sudah mencapai ratusan.

Sejak mewabah dari bulan Desember 2019 hingga Rabu (05/02/20), angka kematian akibat virus Corona terus bertambah dan hampir menyentuh 500 orang. Melalui otoritas kesehatan setempat, pemerintah China melaporkan setidaknya ada 490 kasus korban meninggal di mana 65 kasus merupakan laporan baru.

Baca juga: Hoaks Virus Corona Merajalela, Kominfo Turun Tangan

Upaya Apple yang akan membuka kembali toko dan juga kantornya pada 9 Februari sendiri kemungkinan terancam batal. Alasannya, serangan virus Corona masih belum mereda dan semakin menjadi-jadi. Dalam sebuah pernyataan, pihak Apple sendiri mengungkapkan jika mereka berharap untuk membuka kembali toko “sesegera mungkin” tanpa menyebutkan tanggal.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close