Peluang usaha

Bisnis Percetakan Modal 6 Juta, Cepat Berkembang dengan Penghasilan Berlipat Ganda

Bisnis percetakan saat ini tak bisa terlepas dari kehidupan masyarakat, baik di desa terlebih yang tinggal di kota. Keberadaannya menjadi sangat penting terkait kebutuhan masyarakat akan percetakan yang terus meningkat.

Penulis sendiri adalah salah satu masyarakat desa yang menggeluti bisnis percetakan. Meskipun bisnis percetakan dengan skala kecil, namun penghasilan dari usaha ini lumayan menjanjikan.

Awal mula penulis berinsiatif untuk membeli mesin photocopy kelas medium, namun karena tinggal di desa listrik menjadi kendala saat itu. Oleh karena itu akhirnya penulis memutuskan membeli peralatan lain untuk membuka bisnis percetakan.

Berikut peralatan awal yang penulis beli. Dengan dana kurang dari 6 jutapun ternyata sudah bisa membuka bisnis percetakan :

  1. Laptop Second Rp.2.000.000,00
  2. Printer All in One Second Rp.1000.000,00
  3. Mesin Laminating Rp. 500.000,00
  4. Etalase Rp. 900.000,00
  5. Belanja Kertas dan ATK Rp.1000.000,00
  6. Deposito pulsa Rp. 500.000,00

Berbekal peralatan tersebut, akhirnya penulis bisa menjalankan usaha percetakan. Berikut urutan usaha penulis sampai akhirnya sedikit bisa berkembang :

Bisnis Percetakan Menjadi Mudah dengan Printer all in one

bisnis percetakan
Ilustrasi printer all in one

Kebutuhan masyarakat akan fotocopy terus meningkat akhir-akhir ini, berbagai keperluan seperti untuk keperluan sekolah, pencairan dana dari pemerintah dan lainnya, menuntut untuk membubuhkan fotocopyan dokumen dari yang bersangkutan.

Dengan tidak adanya usaha fotocopyan di desa, tentu menyebabkan peluang besar bagi penulis untuk melayani jasa ini.

Alat yang sangat membantu penulis dalam bisnis ini adalah printer all in one. Setidaknya printer all in one sangat membantu penulis dalam mengganti fungsi mesin foto copy.

Loading...

Meskipun berbekal printer all in one, kebutuhan masyarakat akan fotocopyan bisa penulis layani karenanya. Jarak di desa yang cukup jauh jika harus ke kota, menyebabkan harga fotocopyan dengan printer all in one ini relative mahal.

Bahkan beberapa orang menarifkan Rp.1000,00/lembarnya, namun karena penulis tidak tega dengan harga tersebut akhirnya memutuskan hanya Rp.500,00/lembarnya.

Tak sedikit masyarakat yang mengcopy dokumen sampai puluhan lembar, baik untuk dokumen KK dan KTP, Ijazah, SPPT-PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan) dan berbagai keperluan sekolah.

Omset yang dihasilkan lumayan besar

Meski tergolong tarif yang sangat murah bagi masyarakat, namun ternyata omset yang dihasilkan lumayan besar.  Kertas satu rim dengan jumlah 500 lembar dibeli dengan harga sekitar Rp.30.000,00, hasilnya  500 X 500 adalah Rp.250.000,00.

Sementara untuk kebutuhan tinta 4 botol dikalikan Rp.30.000,00 adalah Rp.120.000,00. Tinta tersebut akan habis setelah penulis mengcopy lebih dari 10 Rim kertas.

Printer all in one sangat membantu dalam usaha ini, hal ini dikarenakan kebutuhan copy masyarakat bukan cuma kertas hitam putih, tak jarang mereka ingin mengcopy dengan hasil berwarna, terutama jika untuk mengcopy materi untuk mengajari anak di rumah.

Dengan printer all in one tentu kita hanya tinggal memencet tombol copy warna, yang kemudian dihargai Rp.1.000,00/lembarnya.

Omset yang dihasilkan dari usaha fotocopy ini saja, jika kita kalkulasikan sangat lumayan. Jika dalam satu bulan kita bisa melayani  copy hitam putih sebanyak 5 rim, maka hasilnya adalah Rp. 1.250.000,00.

Tentu dalam satu bulan anda sudah mampu membeli mesin printer baru lengkap dengan tintanya, terlebih jika anda juga melayani banyak copyan berwarna. Menghabiskan 1 rim saja copy berwarna akan menghasilkan Rp.500.000,00, apalagi kalau lebih.

Hal inilah yang akhirnya menyebabkan penulis mampu membeli peralatan lain setelah beberapa bulan, yaitu printer laser jet seharga 3 Juta lebih untuk mendukung keperluan copy dalam jumlah banyak. Juga printer Epson untuk keperluan cetak photo dengan harga diatas 2 juta rupiah.

Padahal selama beberapa bulan bisnis percetakan penulis hanya seputar fotocopy dan menjual ATK. Hal ini dikarenakan kemampuan penulis yang minim.

Mesin Laminating Sangat Membantu Meramaikan Bisnis Percetakan

Masyarakat begitu antusias saat mengetahui bahwa di tempat penulis bisa melayani laminating. Hal ini dikarenakan mereka sering mengalami hal buruk terkait dokumen penting yang tidak dilaminating, baik basah hingga robek karena terkena air, kusut, kotor dan berbagai hal negative lainnya.

Atas dasar itulah akhirnya mereka berbondong-bondong untuk segera melaminating baik dokumen ataupun photo kenangan agar selalu terjaga.

Dengan harga mesin laminating berkisar antara 500 ribuan, dan plastik laminating kurang dari seribu. Penulis yang tinggal di desa bisa melayani konsumen dengan tarif Rp.3.000,00/lembar laminating.

Jika keuntungan bersih penulis Rp.2000,00/lembar laminating saja, maka 100 lembar laminatingpun penulis sudah mengantongi uang Rp.200.000,00.

Hal yang membuat penulis semakin bersemangat dalam usaha ini, karena banyaknya customer yang melaminating dalam jumlah banyak.

Sedikitnya  kisaran 3 – 10 dokumen percustomer sering penulis layani dalam hal laminating, baik laminating dokumen terlebih photo kenangan. Bahkan tak jarang produk lain bisa terjual setelah ada customer yang keperluan awalnya hanya melaminating dokumen.

Strategisnya Bisnis Percetakan Photo

Bisnis percetakan
Percetakan Photo – dok.pribadi

Setelah penulis membeli printer Epson, maka penulispun semakin giat belajar tentang bisnis percetakan. Hal yang penulis pelajari saat itu adalah tentang bagaimana caranya agar bisa melayani percetakan photo.

Berbekal searching di google dan youtube akhirnya penulispun mampu mengoperasikan Photoshop dengan baik. Setelah mampu mengedit dan kemudian mencetak photo, hal pertama yang penulis lakukan adalah mencetak photo pernikahan sendiri.

Setelah mampu mencetak sendiri barulah berbagai momen pernikahan penulis terpajang di tembok rumah. Baik rumah sendiri, orangtua dan soudara.

Selain photo-photo pernikahan yang penulis jadikan sebagai salah satu bahan promosi, siswa-siswa penulispun menjadi target promosi berkutnya.

Berbekal kedekatan dan pengeditan yang menakjubkan bagi anak-anak SD, akhirnya banyak anak-anak yang tertarik untuk mencetak photo di tempat penulis. Melalui merekalah setidaknya usaha baru penulis ini bisa tersebar luas dimasyarakat.

Medsos dan Blogger www.inspirasidttg.com akhirnya juga ikut berperan dalam mempromosikan. Dari awal promosi hingga kini banyak warganet khusunya anak muda, yang mengirim pesan dan photo pada facebook penulis untuk kemudian dicetak.

Bisnis percetakan photo penulis sangat ramai diawal perkenalannya, hingga tak jarang penulis sampai kewalahan dalam melayaninya. Kebutuhan percetakan photo customer sangat beraneka ragam mulai dari photo nikahan, khitanan, piknik, sekolah, dan keperluan melamar kerja.

Bahkan akhir-akhir ini penulis sering disibukan dengan permintaan cetak phas photo customer untuk keperluan meminjam uang dari koprasi simpan pinjam.

Banyaknya peminat akan kebutuhan cetak photo tentu merupakan rizki tersendiri bagi penulis. Sejak mampu melayani usaha cetak photo tak jarang penulis meraup omset ratusan ribu dalam seharinya.

Penulis yang tinggal di desa sering ingin membuka usaha percetakan photo di kota, meskipun banyak saingannya penulis sangat yakin usaha ini akan selalu ramai dan cepat berkembang.

Bisnis Percetakan Undangan, Bisnis Musiman yang Menjanjikan

Bisnis percetakan
Percetakan Undangan Tama Kamal dok.pribadi

Setelah mampu melayani kebutuhan cetak photo, hal lain yang penulis pelajari adalah mencetak undangan. Berbekal kemampuan photoshop yang telah penulis pelajari, akhirnya penulis menemukan cara paling mudah untuk mencetak blangko undangan.

Pengeditan berbagai blangko undangan sangat terbantu dengan adanya fitur scan dalam printer all in one. Setelah menemukan penjual tersebut akhirnya penulis membeli beberapa sample blangko, dan tak lupa penulispun membawa beberapa katalog undangan sebagai refernsi customer nantinya.

Beberapa hari setelah penulis memasang spanduk pemberi tahuan bisa melayani percetakan undangan, akhirnya customer pertamapun datang. Customer tersebut ingin membuat undangan sebanyak 500 lembar untuk acara khitanan anaknya.

Permintaan customer pertama agak sulit bagi pemula seperti penulis, yaitu undangannya disertai photo dan denah lokasi. Dengan penuh optimis penulis sanggupi hal tersebut, meski belum paham caranya.

Google pun mampu menjawab permasalahan penulis, hingga akhirnya penulis berangkat untuk membeli blangko pesanan. Harga blangko tersebut adalah Rp.480/ buah lengkap dengan plastiknya.

Penulis saat itu membeli 7 pak blangko, dimana setiap paknya berisi 100 buah blangko. Setidaknya penulis habiskan Rp,400.000,00 untuk membeli blangko lengkap dengan biaya transport dan makan penulis.

Butuh waktu berjam-jam untuk penulis mencetak undangan 500 lembar, terlebih hanya dengan satu printer all in one. Setelah diserahkan ke customer rasa haru dan bahagia penulis rasakan, hal ini karena customer senang dengan hasil cetakan yang dihasilkan. Harga undangan pertama penulis hargai Rp.1800,00/lembarnya, lengkap dengan photo dan plastiknya.

Dari customer tersebut penulis menerima uang sejumlah Rp.900.000,00. Hasil yang cukup besar bagi penulis, karena hasil tersebut didapat dalam waktu sehari. Setidaknya keuntungan bersih Rp.500.000,00 sudah penulis miliki, ditambah 200 lembar blangko undangan yang bisa sebagai stok.

Bisnis musiman

Meski bisnis percetakan terbilang musiman, namun bisnis Percetakan undangan memiliki omset yang cukup menggiurkan. Setelah buka praktek ternyata yang pesan undangan bukan hanya untuk acara hajatan, untuk keperluan ulang tahun, pertemuan warga dan lainnya juga banyak yang memesan.

Selain berbekal ratusan desain undangan dari katalog, desain dari googlepun ternyata sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan customer pemesan undangan tak jarang yang ingin mencetak undangannya justru menggunakan kertas HVS biasa.

Cetak undangan dengan kertas biasa tentu lebih mudah dan cepat, kita tinggal menyiapkan sample untuk dipilih customer, plastik sesuai ukuran, dan kertas label jika diperlukan.

Percetakan Id Card & Gantungan Kuncipun Sangat diminati

Pengembangan bisnis percetakan berikutnya adalah pembuatan Id card dan gantungan kunci. Ide ini muncul setelah banyaknya anak muda bahkan orangtua di Desa penulis yang berinisiatif membuat organisasi. Organisasi tersebut setidaknya membutuhkan ID Card sebagai tanda pengenal anggotanya.

Setelah digeluti ternyata yang membutuhkan ID Card bukan hanya suatu organisasi, bahkan untuk acara-acar tertentu seperti perlombaan bola volypun banyak yang memesan. Selain ID Card banyak juga yang memesan untuk digunakan sebagai gantungan kunci.

Ide ini muncul setelah beberapa customer meminta Photonya dicetak dengan bahan ID Card, kemudian di lubangi dan diberikan ring gantungan kunci.

Pengembangan usaha ini cukup banyak, selain mandiri juga dengan jalan kerjasama. Penulis sendiri sudah bekerja sama dengan beberapa percetakan untuk kebutuhan percetakan lain yang belum bisa penulis penuhi, diantaranya adalah cetak spanduk, stiker, dan kalender.

Bisnis Percetakan Kolaborasi dengan Konter Pulsa

Bisnis percetakan
Conter pulsa dok.pribadi

Selain diselingi dengan menjual ATK (Alat Tulis Kantor), penulispun mengembangkan usaha ini dengan konter pulsa. Konter tersebut melayani pengisian pulsa hp, Kuota, dan PLN.

Bahkan melalui deposito pulsa penulis juga bisa melayani pembayaran BPJS. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat sekitar yang harus membayar iuran rutin BPJS setiap bulan.

Baca7 Tips Memilih Server Pulsa yang Terpercaya, Terbaik dan Tidak Murahan

Selang beberapa waktu akhirnya konter yang menyatu dengan bisnis percetakan inipun berkembang. Bahkan penulis sudah dua kali belanja HP baru karena stok hp dikonter habis terjual.

Inilah beberapa bukti luar biasanya bisnis percetakan, meski dana awal hanya Rp.6.000.000,00 namun untuk menghasilkan dana sejumlah tersebut bukanlah hal yang sulit setelah usaha ini dibuka.

Berbagai pengembangan usaha yang penulis lakukan adalah buah dari keuntungan bisnis percetakan yang berlokasi di desa. Penulis sangat yakin jika usaha ini berada di kota maka omset yang lebih besar akan mudah di dapatkan.

Untuk lebih mengetahui perjalanan usaha penulis bisa klik disini

Semoga cerita penulis ini bisa membuat teman-teman terinspirasi untuk segera membuka usaha. Dibawah ini akan coba penulis paparkan tips membuka usaha ini :

Tips Membuka Usaha Percetakan Modal 6 Juta Ala Penulis

  1. Belilah peralatan sesuai bajet, murah namun berkualitas
  2. Belilah barang-barang yang produktif dan benar-benar dibutuhkan untuk keperluan usaha.
  3. Segera buka usaha sebelum keduluan orang lain, jangan menunda-nunda lagi, Take Action!
  4. Lakukan promosi segera, dan raih puluhan customer pertama anda melalui perantaranya.
  5. Layani setiap customer dengan baik dan ramah, tinggalkan kesan yang baik agar customer senang berkunjung ke tempat anda.
  6. Setiap usaha ada diatas dan dibawah, sabar dan selalu berfikir positive dalam keadaan hal apapun adalah salah satu modal kesuksesan.
  7. Fokuslah pada usaha, jangan lupa menabung untuk bisa segera mengembangkan usaha.
  8. Bantulah orang-orang yang membutuhkan, sumbanglah masjid dan panti asuhan, perbanyak ibadah, membaca sholawat dan Istighfar. Jangan lupa pula sholat hajat dan sholat Dhuha, Insya Allah rezeki yang halalan, Khatsiron, Thoyyiban akan mudah anda raih.

Semoga Berguna . . .

Salam Kepedulian – Detatang Kamal



Loading...

Baca selengkapnya

Dede tatang

خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.Putra Kamal Larangan BrebesMe Visit us : https://www.duniaelektronik.net/ http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9ABerusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Artikel terkait

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *