Dunia InternetInternet

Cara Mengatasi Pekerjaan yang Menumpuk

Cara mengatasi pekerjaan yang menumpuk – Sebagai orang yang aktif pasti akan banyak sekali pekerjaan atau tugas-tugas yang dikerjakan. Misalkan saja, mahasiswa yang setiap hari mendapat tugas dari dosennya yang semakin lama semakin menumpuk. Atau seorang karyawan yang mempunyai tugas mengerjakan laporan, persentase dan berbagai tugas yang mendekati deadline. Otak menjadi penat karena tertekan dengan pekerjaan yang sedang dihadapi. Berikut beberapa cara untuk mengatasinya.

Cara mengatasi pekerjaan yang menumpuk :

1. Mendengarkan musik

Ketika anda penat dan sudah merasa stres dengan pekerjaan atau aktivitas yang tak kunjung selesai, mendengarkan musik bisa anda lakukan untuk mengatasi pekerjaan yang menumpuk. Coba putar dan dengarkan musik favorit anda. Musik favorit terbukti ampuh untuk menghilangkan kepenatan.

Selain itu, mendengarkan musik ternyata bisa meningkatkan produktivitas seseorang. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena dengan mendengarkan musik khususnya instrumental akan mempengaruhi pikiran menjadi fokus kembali seperti sediakala.

2. Pergi ke taman

Taman memang tempat yang sangat tepat untuk anda yang ingin melepaskan kepenatan atau sekedar menghirup udara segar. Pepohonan yang rindang, hamparan rerumputan yang hijau bak permadani dan bunga-bunga yang bermekaran akan membangkitkan semangat anda. Apalagi bagi anda yang mengerjakan tugas di laptop atau pc, mata akan mudah lelah dan menegang setelah berjam-jam didepan layar komputer.

3. Pergi ke ruang makan atau pantry

Otak yang terus menerus mengerjakan tugas berjam-jam lamanya akan menguras banyak energi dan perut menjadi kosong. Coba anda isi dengan cemilan-cemilan ringan seperti biskuit, dark chocolate, buah-buahan dan sebagainya. Anda bisa pergi ke ruang makan atau pantry (ruangan kecil/lemari penyimpanan barang-barang dan makanan) untuk mengambil cemilan tersebut.

Jangan pernah membiarkan perut anda keroncongan saat mengerjakan tugas, karena hal tersebut dapat menyebabkan kinerja otak menurun. Selain makanan, anda bisa memperbanyak asupan air putih. Kekurangan air putih akan membuat anda tidak fokus saat mengerjakan tugas yang menumpuk.

4. Mengistirahatkan tubuh

Mengerjakan tugas yang menumpuk membuat tubuh menjadi lelah. Terkadang merasakan kantuk yang teramat sangat. Anda kerap melawan rasa kantuk dengan terus menerus mengerjakan tugas tanpa diimbangi dengan istirahat yang cukup. Alhasil tugas terbengkalai karena konsentrasi anda menurun secara drastis. Sebaiknya anda luangkan waktu 20 menit saja untuk beristirahat.

5. Tertawa lepas

Siapa sih yang tidak suka tertawa? Setiap hari pasti ada saja momen yang membuat kita tertawa. Nah, tertawa ini dapat anda terapkan sebagai salah satu cara mengatasi pekerjaan yang menumpuk. Selain itu, mood yang buruk karena pekerjaan yang tak kunjung terselesaikan juga bisa diatasi dengan cara ini.

Loading...

Dengan tertawa, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang akan membuat mood otomatis menjadi pulih kembali. Anda juga bisa menonton acara-acara komedi atau melihat hal-hal yang lucu melalui internet.

6. Menghirup aroma yang menyegarkan

Pikiran tenang adalah kunci utama agar tugas yang menumpuk dapat teratasi dengan baik. Menghirup aroma-aroma wewangian atau herbal bisa anda pilih untuk membuat pikiran menjadi tenang. Seperti, aroma melati, mawar, vanilla, lavender, rosemary, atau daun mint adalah aroma-aroma yang dapat dijadikan sebagai aroma terapi.

Selain itu, menghirup secangkir kopi hangat dan aroma jeruk juga ampuh dijadikan sebagai aromaterapi. Beberapa wewangian tersebut dapat menghilangkan depresi dan mengurangi stres yang sedang anda alami.



Loading...

Baca selengkapnya

Nino Artikel adalah seorang pria yang memiliki hobi membaca dan menulis. Minat serta tekat menjadi blogger profesional sudah dilalui dari tahun 2011. Selain seorang freelancer, sesuai dengan namanya, juga adalah seorang penulis artikel.

Artikel terkait

2 Comments

  1. intinya memberikan waktu untuk kita beristirahat .. refreshing dulu sebelum melanjutkan pekerjaan nya 😀

    1. Betul. Intinya kuantitas bukan pilihan yg tepat tanpa dibarengi dengan kualitas. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button