Dunia Internet

Cara Menghadapi Konflik Dengan Rekan Kerja

Memiliki partner atau rekan kerja, itu di harapkan bisa membantu pekerjaan kita menjadi lebih ringan. Dan tentunya bisa kita andalkan untuk bisa membantu pekerjaan yang tidak kita mengerti. Akan tetapi, itu semua kadang tidak berjalan mulus. Karena yang namanya sebuah hubungan sosial, pasti akan selalu ada yang namanya konflik, termasuk dengan rekan satu pekerjaan.

Jika konflik itu terjadi, tentu kita terkadang merasa malas untuk satu kantor lagi dengan partner kita, atau bahkan kita ingin mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Tidak! Itu tidak benar! Jangan sampai hal itu terjadi pada Anda. Karena jika Anda berpikiran seperti itu, maka itu akan bisa membunuh karir Anda sendiri.

Hadapi dengan kepala dingin

Hubungan antar manusia memang tidak selalu mulus, apa lagi dengan rekan kerja sekantor, dengan saudara atau keluarga pun kadang kita selalu ada konflik. Dari masalah yang kecil, hingga yang besar. Jadi kita tidak pantas untuk menghindari hal tersebut. Apa lagi sampai berpikiran mengundurkan diri hanya karena rekan kerja yang agak menyebalkan.

Konflik dengan rekan sekantor adalah hal yang lazim terjadi pada semua pegawai. Baik yang masih baru ataupun yang sudah senior. Jadi kita tidak layak untuk langsung menyerah jika baru pertama kali menghadapi konflik dengan rekan sekantor. Masalah itu sebenarnya bisa kita hadapi dengan kepala dingin, dan juga asalkan kita tetap berpikir positif.

Pahami watak rekan kerja Anda

Mungkin Anda merasa kesal dengan kinerja rekan Anda, tentu Anda pun layak untuk menegurnya. Tapi bila Anda takut terjadi perselisihan, lebih baik Anda merangkai terlebih dahulu kalimat-kalimat yang cukup baik, sehingga di harapkan tidak akan menyinggung perasaan rekan Anda. Akan tetapi teguran dengan kalimat yang baik pun terkadang tetap saja terjadi konflik. Karena biasanya sifat orang itu ada yang mudah di atur dan ada yang keras kepala.

Jika seperti itu, Anda pun harus bisa memahami watak rekan Anda lebih dalam lagi. Misalnya rekan Anda mudah tersinggung jika di tegur, maka langkah terbaik Anda adalah dengan memberi pemahaman kepada rekan Anda. Contohkan cara kerja terbaik Anda, maka rekan Anda pun bisa mencontohnya. Tentunya dengan sedikit memberi penjelasan, bahwa cara kerja yang selama ini rekan Anda lakukan, itu bukanlah cara yang terbaik.

Bersikap pula seperti tidak sedang menggurui, karena watak orang yang seperti itu tidak mau di gurui. Jadi bersikaplah seperti sedang sharing tentang pekerjaan. Maka rekan Anda pun akan mengerti Anda pula. Dan langkah terbaik lainnya adalah dengan cara mencoba lebih dekat dengan rekan kerja Anda, di dalam maupun di luar pekerjaan. Pasti Anda dan rekan Anda akan menemukan kecocokan.

Jangan mencampur adukkan dengan masalah pribadi

Yang sering kali kita lakukan ketika mempunyai konflik dengan rekan sekantor adalah sering mencampur adukkan dengan masalah pribadi. Padahal itu bukanlah cara yang bijak. Jika saja kita tidak bisa membedakan masalah pribadi dengan pekerjaan, tentu itu akan berefek buruk untuk hubungan Anda dengan rekan sekantor di luar pekerjaan. Karena meskipun seberapa kita kesal dengan seseorang, pasti suatu hari pun akan membutuhkan jasa mereka.

Loading...

Jika seperti itu, usahakan Anda tidak mencampurkan masalah di kantor dengan di luar. Mungkin di kantor Anda berhak tidak menyukai kinerja nya, tapi di luar Anda harus tetap bisa bersahabat. Dengan cara itu Anda pun bisa sedikit demi sedikit memberi masukan kepada rekan Anda. Ajak ngobrol santai dengan sedikit membahas pekerjaan, jika mulai menyinggung masalah kinerja, mulailah menyindir dengan sedikit candaan. Maka tidak akan ada terjadi konflik.

Tetap berpikir positif

Anda tidak perlu menggunakan emosi untuk mengatasi perselisihan kinerja dengan rekan Anda, tapi dengan sedikit sentuhan saja, perselisihan itu pun perlahan-lahan akan teratasi. Asalkan Anda tetap berpikir positif saja, maka tidak perlu dengan emosi untuk menyelesaikan masalah. Tapi cukup di bicarakan dengan santai saja.

Referensi : Anda Ingin Sukses? Hindarkan Rasa Takut Anda Sebisa Mungkin



Loading...

Baca selengkapnya

Hanya seorang blogger yang memulai ngeblog pake hp.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button