in

Belajar Banjir dari Teknologi yang Sudah diterapkan di Beberapa Negara

Teknologi mengatasi banjir

Jakarta dilanda banjir di awal tahun 2020 ini, bahkan bencana musiman ini bisa dikatakan paling parah dalam kurun waktu 7 tahun terakhir ini, karena titik banjir semakin meluas. Belajar dari bencana musiman ini, beberapa negara maju sudah banyak menerapkan teknologi penangkal banjir yang terbukti sangat efektif.

Bencana banjir parah juga pernah terjadi di negara Korea utara pada september 2016. Banjir Korea utara ini menewaskan sedikitnya 525 orang, menghancurkan lebih dari 35.000 rumah, bencana banjir ini juga menyebabkan lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Bencana banjir ini juga menyebabkan sekitar 140 ribu penduduk Korea utara bergantung pada bantuan dari pihak luar. Tingginya frekuensi pembalakan hutan dan pertanian membuat negara ini seringkali mengalami bencana alam banjir.

Banjir merupakan permasalahan global yang belum bisa ditemukan cara jitu untuk menanggulanginya. Namun, negara di Eropa seperti Belanda memiliki cara ampuh untuk menjauhkan negaranya dari bencana banjir.

Perlu diketahui, sekitar 60 persen dari negara Belanda terletak di bawah permukaan laut. Kondisi yang tak menguntungkan ini bisa mengancam Belanda apabila musim hujan datang.

Hal ini terbukti sewaktu banjir besar pernah menghantam negri kincir angin tersebut. Sehingga pada 1920, dimulailah pembangunan bendungan yang dinamakan Afsluitdijk sepanjang 32 Km.

bendungan Oosterschelde

Belanda juga membangun bendungan Oosterschelde pada tahun 1953. Bendungan penangkal banjir canggih sepanjang 9 km ini memiliki pintu air yang bisa menutup ketika air pasang dan banjir datang.

Sistem penanggulangan banjir di Belanda ini disempurnakan pada abad ke-13 dengan menggunakan kincir angin. Kincir angin tersebut berubah fungsi untuk memompa air keluar dari daerah yang berada di bawah permukaan air laut.

Selain di negara Belanda, banyak negara Eropa dan negara lain yang menerapkan teknologi untuk mengatasi banjir. Sehingga bencana banjir tidak akan berdampak serius, terutama untuk masyarakat di daerah yang sedang dilanda bencana.

Baca jugaCara Mudah Cek Prakiraan Cuaca di Facebook, Sudah Tahu?

Teknologi Anti Banjir yang diterapkan di Berbagai Negara

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang kerap kali melanda kawasan yang memiliki intensitas atau curah hujan tinggi, termasuk negara Indonesia.

Namun sudah banyak teknologi penangkal banjir diciptakan untuk menanggulangi bencana musiman ini.

1. Mose (Italy)

teknologi penangkal banjir

Salah satu negara yang memiliki teknologi pencegah banjir adalah negara Italia. Terutama untuk kota Venesia yang dikenal sebagai kota air.

Banjir di venesia sudah terjadi sejak berabad -abad lalu yang disebabkan oleh air pasang dari laut Adriatik.

Untuk menanggulangi bencana yang sering terjadi tersebut, pemerintah memasang teknologi pencegah banjir yang dinamakan MOSE atau Musa Sang Pembelah Laut Merah.

MOSE dengan Experimental Electromechanical Module dipasangi gerbang yang ditanamkan di dasar laut. Apabila ketinggian air melebihi batas, maka ruang kontrol akan segera mengaktifkan gerbang sehingga akan menghalangi air yang masuk.

2. The Thames Flood Barrier (Inggris)

Teknologi mengatasi banjir

The Thames Flood Barrier merupakan teknologi pencegah banjir terbesar kedua di dunia setelah Oosterscheldekering yang ada di Belanda.

Konstruksi pada Thames Barrier mulai dibangun pada tahun 1974. Sedangkan seluruh penghalang banjir ini selesai dibangun pada tahun 1982 untuk mencegah banjir di London yang disebabkan oleh pasang air laut tinggi dan badai dari Laut Utara.

Barrier ini bekerja secara semi otomatis, ketika air pasang datang pintu gerbang akan tertutup untuk menghalangi air masuk ke kota London. Dan apabila air telah surut maka gerbang akan dibuka kembali.

3. DAM Flood (Austria)

Dam flood Austria

DAM Flood (dinding pencegah banjir) ini dibangun pemerintah kota Grein, Austria untuk mengatasi banjir dari luapan sungai Danube yang kerap terjadi.

DAM Flood yang di desain dengan tinggi mencapai 3,6 meter ini juga bisa dilepas ketika banjir telah surut dan bisa di dipindahkan ketempat lain.

Mungkin teknologi pencegah banjir ini bisa diterapkan di bantaran kali yang ada di Jakarta ya, agar warga sekitar terhindar dari luapan sungai ketika musim hujan tiba.

4. Stormwater Management and Road Tunnel (Malaysia)

teknologi anti banjir

Sebagai negara tetangga yang dekat dengan Indonesia, Malaysia juga sering mengalami permasalahan banjir yang terjadi di kota Kuala lumpur dengan penduduk sekitar 7 juta jiwa.

Stormwater Management and Road Tunnel yang dibangun dengan panjang 9,7 KM ini tercatat sebagai terowongan air terpanjang di Asia Tenggara dan terpanjang kedua di Asia.

Selain sebagai jalan tol yang dilalui oleh mobil, terowongan ini sekaligus berfungsi sebagai pengendali banjir untuk kota Kuala lumpur.

Apabila musim penghujan tiba dengan curah hujan tinggi, maka terowongan ini akan ditutup untuk mengalirkan air yang meluap di pusat kota. Dan apabila musim hujan telah usai, terowongan ini akan dibersihkan dan bisa dilalui mobil kembali,

5. Tokyo Flood Tunnel (Jepang)

pengendali banjir

Tokyo Flood Tunnel ini adalah salah satu contoh teknologi pencegah banjir yang luar biasa yang dibuat oleh negara Jepang. Dan sebenarnya bisa dicontoh oleh negara – negara lain seperti Indonesia.

Terowongan khusus penanggulangan banjir ini juga bisa dipersiapkan oleh kota-kota yang sering mengalami bencana banjir dan untuk menghadapi era cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Tak tanggung – tanggung, pemerintah Jepang sendiri menganggarkan dana khusus untuk pembangunan proyek untuk mengantisipasi banjir ini.

Jepang telah menghabiskan miliaran dolar untuk sistem bawah tanah untuk mengendalikan banjir di sekitar Tokyo. Sistem anti banjir bawah tanah senilai $ 2 milyar ini selesai dibangun pada tahun 2006.

Nah, untuk kota Jakarta sendiri bagaimana? Apakah akan menerapkan salah satu teknologi pencegah banjir yang sudah dilakukan oleh negara – negara maju lainnya ataukah akan tetap akan berlangganan banjir setiap tahun?

Author Jesica Putri

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Komentar

Tulis Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0