Internet

Federasi Esports Indonesia Resmi Dibentuk, Siap Memperkuat Ekosistem

Saat ini, perkembangan industri esports di Indonesia memang berkembang cukup pesat. Dengan alasan itulah, akhirnya Federasi Esports Indonesia resmi dibentuk untuk mengelola ekosistem esports di Tanah Air menjadi industri yang benar-benar matang dan profesional.

Federasi Esports Indonesia (FEI) merupakan organisasi independen yang digagas oleh sejumlah pelaku esports di Indonesia. Nantinya, federasi ini akan menaungi seluruh ekosistem yang berkaitan dengan esports, mulai pemain, event organizer, caster, MC, hingga game publishers.

Baca juga: 7 Kompetisi Esports Terbesar di Dunia yang Diadakan Tahun 2019

Federasi Esports Indonesia Resmi Dibentuk, Siap Memperkuat Ekosistem

Resmi dibentuk pada Selasa, 8 Oktober 2019, FEI juga melengkapi organisasi yang sebelumnya telah dibentuk, yaitu IESPA (Indonesia Esports Association) dan AVGI (Asosiasi Video Game Indonesia). Beberapa jajaran petinggi federasi tersebut pun telah resmi diperkenalkan ke publik.

Jabatan sebagai presiden sendiri dipegang oleh Giring Ganesha, yang juga tercatat sebagai presiden dan pendiri Indonesia Esports Premier League (IESPL). Sedangkan untuk posisi Ketua Umum, diisi oleh Adrian Pauline Husen, CEO RRQ Esports.

Kedua petinggi FEI tersebut menyebut bahwa kehadiran FEI ini diharapkan akan menjadi wadah bagi seluruh elemen atau pelaku industri esports di Indonesia.

“Federasi Esports Indonesia hadir menjawab permasalahan para pelaku esports khususnya di level paling bawah, yaitu player, caster, (dan) media. Mereka sejauh ini belum ada yang menaungi,” ungkap Adrian Pauline atau yang biasa disapa AP.

“Selama ini munngkin mereka perlu ada perbaikan tapi mau ke mana mereka meminta bantuan? Mau dibantu seperti apa? Ha ini menurut saya yang perlu dibenahi dan yang menjadi peran utama FEI,” lanjutnya.

Masih menurut AP, target awal FEI sebenarnya fokus dalam menciptakan standar kompetisi bagi para penyelenggara. Kemudian, sistem kontrak para pemain pro juga akan ikut dibahas.

Baca juga: Pendapatannya Ratusan Miliar, Inilah 10 Tim eSports Terbaik di Dunia

Hal ini dirasa perlu diberlakukan untuk industri esports Tanah Air. Apalagi aksi poaching masih sangatlah lumrah.

Poaching sendiri merupakan istilah untuk aksi pembajakan terhadap pemain dari tim lain yang dilakukan dengan cara perwakilan dari sebuah tim secara langsung menghubungi sang pemain, tanpa menghubungi manajemen tim di mana pemain tersebut berasal.

Giring juga mengungkapkan bahwa ketika pertama kali dia membentuk IESPL, industri esports di Indonesia ini masih belum jelas arahnya mau ke mana. Padahal, prospek industri esports ini sangatlah besar dan menjanjikan.

Kalau hal ini terus terjadi, tentu perkembangan industri esports di Tanah Air tidak akan ke mana-mana. Padahal, kita sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk berkembang lebih baik lagi. Untk itulah, FEI didirikan untuk mengelola urusan-urusan tersebut.


Loading...
Baca selengkapnya

Rain or shine, I want to see you smile.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close