Tekno

IDC: Huawei Pimpin Pasar Ponsel Pintar China pada Q3 2019

International Data Corporation (IDC) telah merilis laporan terbarunya terkait pasar ponsel pintar di China untuk kuartal ketiga tahun ini, yaitu Q3 2019. Menurut laporan yang dirilis IDC, total terdapat sekitar 98,9 juta unit smartphone pada Q3 2019.

Jumlah itu mengalami penurunan sebesar 3,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Namun, penurunan 3,6 persen itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengiriman pada kuartal pertama tahun ini.

Huawei Pimpin Pasar Ponsel Pintar di China

Di laporan kuartal ketiga pasar ponsel China ini, IDC menempatkan Huawei sebagai penguasa di mana Huawei pimpin pasar ponsel pintar di China dengan 41,5 juta unit. Jumlah 41,5 juta unit sendiri berhasil menyumbangkan persentase sebesar 42 persen dari pangsa pasar yang mewakili pertumbuhan sekitar 64,6 persen dari tahun ke tahun.

Di belakang Huawei menyusul Vivo, Oppo, dan Xiaomi. Vivo berada di peringkat kedua dengan 18,1 juta pengiriman yang membuat mereka meraih 18,3 persen dari pangsa pasar. Oppo dan Xiaomi berada di peringkat ketiga dan keempat dengan 16,4 juta dan 9,7 juta unit dengan pangsa pasar 16,6 persen dan 9,8 persen.

Di bawah Xiaomi, pabrikan ponsel asal Amerika Serikat, Apple, juga berhasil masuk ke pangsa pasar ponsel pintar di China. Perusahaan yang dipimpin Tim Cook itu berhasil membuat pengiriman sebesar 8,1 juta unit, dan pangsa pasar yang mereka peroleh sebesar 8,2 persen.

Terlepas dari lima merek smartphone yang sudah disebutkan, pabrikan ponsel lain berhasil menjual sekitar 5,1 juta unit ponsel pintar mereka dengan pangsa pasar sebesar 5,1 persen. Angka 5,1 persen sendiri mewakili penurunan 59,3 persen penjualan ponsel di China dari tahun ke tahun.

Kecuali untuk Huawei dan Apple, semua perusahaan telah melaporkan penurunan pengiriman smartphone dalam bentuk digital ganda. Huawei menunjukkan pertumbuhan sebesar 64,6 persen, sedangkan Apple mendapatkan pertumbuhan sebesar 5,6 persen.

Baca juga: Huawei Tetap Yakin Bisa Bertahan Hidup Meski Tanpa AS

Sejak mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat, pertumbuhan Huawei memang mengalami peningkatan. Seperti yang dikutip dari PhoneArena, sanksi yang dijatuhkan AS kepada Huawei membuat rasa nasionalisme publik China tumbuh. Hasilnya, masyarakat di sana pun berbondong-bondong untuk membeli produk-produk yang dikeluarkan oleh Huawei karena Huawei dianggap sebagai korban intimidasi AS.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close