Internet

OVO Terus Bakar Duit, Lippo Pilih Jual Sebagian Saham

Beberapa pekan yang lalu, OVO yang merupakan unicorn kelima RI dari sektor fintech diisukan akan segera ditinggal oleh investor utamanya, yaitu Lippo Group. Sang investor dikabarkan hengkang lantaran tidak kuat membiayai aksi bakar duit yang dilakukan oleh OVO.

Istilah bakar duit adalah istilah yang erat hubungannya dengan kegiatan startup di mana bakar duit merupakan salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan banyak pengguna yang nantinya bisa dijadikan sebagai sumber uang.

OVO sendiri sebagai salah satu dompet digital terlaris kedua di Indonesia setelah GoPay melakukan aksi bakar duit untuk menghimpun para pengguna melalui pemberian diskon dan juga cashback.

Baca juga: Hobi Startup Itu Cuma Bakar Duit Saja, Benarkah?

Lippo Tak Hengkang, Tapi Jual Saham

Ketika kabar Lippo Group yang hendak hengkang dari OVO menyeruak, masing-masing pihak, baik itu dari OVO maupun Lippo langsung memberikan pernyataan yang berupa bantahan bahwasanya kabar yang beredar itu tidak benar.

Kabar hengkangnya Lippo dari OVO sendiri sudah dipastikan tidak benar. Namun, dalam acara Indonesia Digital Conference (IDC) pada Kamis (28/11/19), pihak Lippo melalui Mochtar Riady selaku pendiri dan juga Chairman Lippo Group mengungkapkan jika mereka telah melepas sebagian saham OVO.

Mochtar Riady sendiri blak-blakan bahwasanya Lippo memang sudah tidak mampu membiayai aksi bakar duit yang dilakukan oleh OVO. Dengan menjual sebagian saham, tentu Lippo berharap ada investor baru yang masuk yang mampu mendanai OVO untuk ke depannya.

“Bukan melepas, adalah kita menjual sebagian. Sekarang kita tinggal sekitar 30-an persen atau satu pertiga. jadi dua pertiga kita jual. Terus bakar uang, bagaimana kita kuat?” ucap Mochtar Riady seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Baca juga: Duh, OVO Akan Kenakan Biaya Transfer Bank ke Para Pengguna

Fintech Memang Sering Bakar Duit

OVO sendiri dalam sebuah laporan disampaikan bahwasanya duit yang harus mereka bakar per bulannya mencapai 50 juta dolar AS atau sekitar Rp700 miliar. Namun, aksi bakar duit tidak hanya dilakukan oleh OVO saja, karena GoPay dan DANA pun juga melakukannya.

Menurut Harianto Gunawan selaku Director of Enterprise Payment OVO, aksi bakar duit atau insentif melalui pemberian diskon dan juga cashback adalah cara perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Insentif merupakan salah satu cara untuk mendorong masyarakat beralih dari uang tunai menjadi non tunai dan membuat mereka mencoba menggunakan dan percaya,” ujar Harianto Gunawan dalam Fintech Summit & Expo di Jakarta (24/09/19) seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Baca juga: Bakar Duit Tanpa Henti, OVO Bakal Ditinggal Investor Utamanya?

Dengan adanya penjualan sebagian saham yang dimiliki oleh Lippo Group, maka saham investor utama OVO tersebut resmi terdilusi (penurunan persentase kepemilikan saham). Namun, dalam dunia bisnis, khususnya startup, yang namanya dilusi amat sangat wajar terjadi karena kepemilikan saham biasanya beragam.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close