Pasir Timbul Pulau Nain

Pasir Timbul Pulau Nain, Wisata Baru di Kawasan Segitiga Terumbu Karang Bunaken

Pasir Timbul – Pulau Nain merupakan salah satu bagian dari gugusan pulau kecil yang ada di utara Pulau Sulawesi. Keberadaannya masih termasuk dalam kawasan Taman Laut Bunaken bersama dengan Pulau Bunaken, Manadotua, Siladen, dan Mantehage.

Nain dalam hal pariwisata memang belum setenar Bunaken yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya.

Namun keunikannya justru dapat menjadi wisata alternatif selain wisata bawah laut di Bunaken. Ialah pasir timbul yang berada di sebalah tenggara Pulau Nain.

Pasir Timbul Pulau Nain

Pasir Timbul Pulau Nain
Gambar : tripadvisor.com

Secara administrasi, lokasi pasir tjmbul ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Untuk dapat menuju ke tempat ini diperlukan waktu sekitar 2 jam dengan menggunakan kapal dari pelabuhan di Kota Manado.

Setelah mendekati lokasi pun harus berganti menggunakan perahu kecil untuk dapat menjangkau ke pasir timbul. Hal ini dilakukan karena keberadaan karang disekeliling Pulau Nain yang membuat kondisi perairan disekitarnya menjadi sangat dangkal.

Bagian Kecil dari Pulau Nain

Pulau Nain Besar via kompasiana.com-01
Pulau Nain Besar via kompasiana.com-01

Pulau Nain di Kawasan Taman Nasional Bunaken terbagi menjadi dua bagian, yaitu Pulau Nain Besar dan Pulau Nain Kecil.

Pulau Nain besar merupakan pulau yang sudah berpenghuni, sedangkan Pulau Nain kecil yang berada di sebelahnya merupakan pulau kecil yang tidak berpenghuni.

Pasir timbul di Pulau Nain sendiri terletak di sebelah tenggara Pulau Nain kecil. Lebih tepatnya berada di sekitar batu karang yang mengitari Pulau Nain kecil.

Loading...

Sebagian besar Pulau Nain memiliki tanah yang berasal dari batuan vulkanik bersifat andesit-basalt. Namun pada beberapa lokasi juga dapat dijumpai material dari endapan vulkanik dan endapan karang laut.

Karakteristik Pulau Nain yang dikelilingi oleh batuan karang di sekitarnya inilah yang membuat tidak sembarang perahu dapat bersandar di tepiannya.

Adanya pengaruh Arlindo

Perairan Pulau Nain via ksmtour.com
Perairan Pulau Nain via ksmtour.com

Arlindo merupakan Arus Lintas Indonesia yang diperkenalkan oleh salah satu perintis oseanografi di Indonesia. Arlindo yang berada di Laut Sulawesi ini merupakan arus yang melalui Samudera Pasifik hingga Samudera Hindia.

Istilah arlindo sendiri merupakan aliran arus lintas Indonesia yang secara dinamika dibentuk oleh arus air hangat di rimur Mindanau dan timur laut Halmahera hasil angkutan massa air.

Inilah yang membuat pola aliran massa air dari Samudera Pasifik yang didorong ke Samudera Hindia berpengaruh pada siklus global pergerakan lautan dunia, bahkan berdampak perkembangan iklim dunia.

Kekayaan alam bawah laut di Laut Sulawesi memang sangat luar biasa. Adanya arlindo tidak hanya membawa massa air yang kaya nutrien dan oksigen.

Arus lintasan ini juga berperan dalam proses distribusi larva biota laut di Laut Sulawesi, khususnya di Kawasan Taman Laut Bunaken

Daerah ini merupakan kawasan yang juga berdekatan dengan Garis Wallace dan Garis Webber. Secara teori memang di tempat ini banyak dijumpai biota laut dengan keunikan masing-masing.

Berada dalam Segitiga Terumbu Karang

pulau nain

Pulau Nain yang termasuk dalam kawasan Taman Laut Bunaken tentu juga memiliki keindahan alam laut yang tak kalah dengan Bunaken.

Meskipun tidak spesifik dalam hal keindahan alam bawah laut seperti terumbu karang. Namun pesisir pantai yang ada di Pulau Nain justru menjadi pembeda untuk pulau-pulau kecil lain disekitarnya.

Apabila pulau lain sangat mengandalkan terumbu karang yang ada di bawah laut, Pulau Nain justru mengandalkan wisata di pesisir pantai yang ada di permukaan laut.

Seperti Pulau Bunaken dan Siladen yang memiliki keindahan terumbu karang pada kedalaman tertentu

Pulau Nain justru memiliki keindahan karena dikelilingi oleh batuan karang yang cukup dangkal, dari permukaan akan terlihat batuan karang yang timbul dan tergenangi perairan laut dangkal.

Rumah Tinggal Suku Bajo

Suku Bajo Pulau Nain via kemendikbud.go.id
Suku Bajo Pulau Nain via kemendikbud.go.id

Saat pertama kali memijakkan kaki di Pulau Nain besar, kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang cukup berbeda.

Adanya pemukiman penduduk yang didirikan diatas perairan tepi Pulau Nain besar. Penduduk yang tinggal di Pulau Nain besar ini merupakan Suku Bajo yang sudah lama menetap di pulau ini.

Suku Bajo sejatinya merupakan salah satu suku yang cukup terkenal karena kebiasaannya yang mampu beradaptasi dengan kehidupan di pesisir.

Oleh karenanya permukiman sebagai tempat tinggal Suku Bajo ini justru dibangun diatas perairan dengan model rumah panggung yang saling dihubungkan dengan papan kayu sebagai jalan.

Kebayakan nelayan Suku Bajo yang menetap di Pulau Nain sehari-harinya juga mencari ikan di wilayah perairan sekitar Pulau Nain.

Saat ini di Pulau Nain kecil yang tidak berpenghuni sudah dibangun beberapa pondok sebagai tempat bersandar kapal dan nelayan beristirahat.

Biasanya nelayan ini menawarkan perahunya kepada wisatawan yang datang untuk dapat menjangkau pasir timbul yang ada di Pulau Nain.

Potensi Keindahan Alam

Pasir Timbul via kitamuda.id
Pasir Timbul via kitamuda.id

Pemandangan hamparan pasir putih dengan latar belakang lautan biru memang jelas terbentang di sekitar pasir timbul ini.

Ditambah lagi dengan lokasinya yang berada berjauhan dengan permukiman penduduk membuat tempat ini sangat sunyi dan nyaman bagi wisatawan.

Tidak heran apabila saat ini sudah banyak wisatawan yang mengenal tempat ini dan menjadikannya sebagai alternatif lain setelah berkunjung ke Bunaken.

Ditambah lagi saat ini sudah banyak penyedia jasa wisata yang memasukkan pilihan pasir timbul Pulau Nain sebagai paket destinasi wisata di Taman Laut Bunaken.

Hal ini menjadi potensi wisata tersendiri untuk mengenalkan Pulau Nain kepada dunia luar, dan menjadi sumber pemasukan ekonomi tersendiri bagi para nelayan, khususnya untuk Suku Bajo yang menetap di Pulau Nain.


Loading...

Bagikan

Agung Hidayat

Penulis

Penulis, Traveler, Geographer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *