Dunia Internet

8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Pengeluaran Semakin Boros

Tidak ada yang menginginkan pengeluaran semakin boros, hal ini menyebabkan banyak orang berbondong-bondong menerapkan pola hidup sederhana dan menabung sejak dini. Tentu hal tersebut bertujuan untuk terhindar dari kesengsaraan di masa tua.

Tapi, tahukah anda bahwa ada beberapa hal kecil yang tanpa disadari sering membuat pengeluaran semakin boros?

Beberapa diantaranya memang bukanlah hal besar. Melainkan hal kecil yang kadang kala membuat kita tidak sadar telah melakukan tindak pemborosan dengan hal tersebut. Meskipun jumlah pemborosannya tidak seberapa, tetapi bila di akumulasikan dalam jangka waktu yang lama, tentu saja hal tersebut sangat berperan dalam menghabiskan uang yang kita miliki.

Oleh karena itu, di dalam artikel kali ini kita akan membahas apa saja kegiatan. Atau hal-hal kecil yang sebenarnya hanya menghabiskan uang dan membuat pengeluaran semakin boros. Mengetahui beberapa hal tersebut juga sangat berguna dalam menghindari kegiatan-kegiatan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan ketika hendak memulai pola hidup hemat.

8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Pengeluaran Semakin Boros

8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Pengeluaran Semakin Boros

1# Terlalu bergaya hidup mewah

Salah satu penyebab pengeluaran semakin boros, yaitu dengan gaya hidup yang selalu bermewah-mewahan. Memang gaya hidup mewah secara langsung mengangkat drajat kita dimata orang sekitar. Tapi hal ini secara tidak langsung justru dapat merugikan dalam hal finansial.

Berikit ini merupakan cerminan dari gaya hidup mewah yang seharusnya di hindari, atau seminimal mungkin perlu untuk di kurangi :

#Gengsi terhadap penampilan

Tidak ada salahnya jika anda ingin berpakaian lebih “WAW” karena penghasilan anda memang di atas rata-rata. Semua orang pastinya ingin tampil lebih baik dibandingkan orang lain. Hal ini merupakan hal yang wajar untuk setiap manusia.

Loading...

Tapi, hal tersebut tidaklah harus dilakukan setiap saat. Mungkin menggunakan pakaian buatan desainer ternama untuk menghadiri acara penting adalah pilihan yang tepat. Sedangkan kaos dan celana pendek buatan pasar lokal saja sudah cukup untuk memenuhi penampilan sehari-hari di rumah.

Tindakan gengsi, dalam kasus ini adalah gengsi dengan pakaian yang murah (Hanya mau pakaian bermerek mahal) bukanlah pilihan yang tepat dalam menjalani hidup sederhana dan hemat. Hal ini justru hanya akan membuat pengeluaran anda semakin boros, boros, dan boros.

Memang pakaian yang baik akan mencerminkan kepribadian dari penggunanya. Oleh karena itu cara paling ampuh yaitu dengan memilih pakaian yang bagus meskipun dengan harga yang murah. Selalu berpenampilan rapi saja sudah mampu meningkatkan wibawa anda di mata rekan kerja dan teman-teman lain.

Jika anda terus mempertahankan gengsi seperti itu, bukan tidak mungkin bila gaji anda setiap bulannya akan habis untuk memenuhi keinginan tersebut. Meskipun gaji anda terbilang besar, tapi tidak ada salahnya bila anda menerapkan pola hidup sederhana dan hemat untuk bekal di masa tua.

#Selalu makan di tempat yang mahal

Mereka yang makan ditempat yang mahal, seringkali beralasan untuk menjaga mutu dan kualitas dari makanan. Maksudnya agar mereka mendapatkan makanan yang benar-benar higienis dan bernutrisi untuk mereka.

Hal ini tidak salah untuk dilakukan, tapi jika dilakukan setiap hari mungkin lama-kelamaan akan berimbas pada pengleluaran anda yang semakin boros dan tidak terkendali. Pengeluaran seperti ini biasanya dilakukan tanpa sadar tahu-tahu duit sudah habis.

Maka dari itu, memasak makanan sendiri di rumah merupakan pilihan yang paling tepat untuk mendapat makanan berkualitas dan higienis. Ketimbang makan di luar yang meskipun mahal, kualitas dan kebersihan belum tentu terjamin.

#Anti angkutan umum

Salah satu cerminan lain dari gaya hidup bermewah-mewahan, yakni menjadi pribadi yang anti terhadap angkutan umum. Alasan yang biasa terlontar dari mereka yang terbiasa anti angkutan umum, karena angkutan umum terkesan panas dan kumuh untuk dipergunakan oleh mereka.

Karena anggapan bahwa angkutan umum merupakan sarana transportasi yang tidak nyaman, maka sebagian besar orang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum. Padahal, menggunakan kendaraan pribadi (Terlebih untuk daerah padat lalu lintas) akan menyebabkan bahan bakar lebih cepat terkuras. Ini tentu akan berimbas pada keuangan anda yang selalu dipergunakan untuk mengisi ulang bahan bakar.

Selain itu, sekarang ini sudah banyak kendaraan/angkutan umum yang mengutamakan kenyamanan penggunanya. Angkutan umum tidak lagi bernuansa kumuh dan seseram yang dibayangkan.

2# Kebiasaan boros di Internet

Pengeluaran Semakin Boros

Internet yang akhir-akhir ini berperan sebagai jendela informasi dan pepustakaan elektronik ini, sepertinya turut berperan dalam membentuk kebiasaan boros yang dalam penerapannya tidak dapat disadari.

…Mengapa seseorang yang cenderung boros di internet tidak menyadari kebiasaanya ?

…Jawabannya : Karena internet itu MURAH.

Dengan murahnya fasilitas yang tersedia di internet, maka tidak jarang mereka tidak menyadari saat mengeluarkan uang untuk membeli hal-hal yang berbau premium. Harga yang relatif murah membuat mereka berpikir “Duit segini mana mungkin buat gue kere”. Padahal “Ketagihan” produk premium di internet juga mampu menyedot duit dan membuat pengeluaran semakin boros.

Berikut hal-hal yang perlu anda waspadai, agar tidak menjadi pribadi yang boros di internet :

# Keseringan membeli e-book premium

E-book premium merupakan sebuah buku elektronik yang di dalamnya berisikan informasi yang mungkin jarang ada di website gratisan. Biasanya e-book premium dibandrol dengan tarif 10 s/d 100ribuan, harga yang cukup murah untuk mendapatkan informasi bermutu.

Tapi, tahukah anda bahwa banyak “oknum” yang memanfaatkan e-book sebagai bahan pendulang uang untuk mereka. Banyak “oknum” yang menjual e-book dengan harga mahal, meskipun isi dari e-book tersebut diambil dari website yang menyediakan informasi secara gratisan. Mereka biasanya memanfaatkan kelemahan pengguna internet dalam membandingkan sesuatu yang berlabel “Premium”.

Mari kita ambil contoh mengenai e-book yang membahas aktivitas blogging. Kita semua tahu bahwa banyak blog dan website yang menyediakan informasi mengenai blogging secara gratisan. Hal ini harusnya membuat kita berpikir 1000 kali sebelum membeli e-book yang membahas mengenaik tutorial blog.

Anda perlu lebih aktif dan lebih maksimal dalam menggunakan mesin pencari Google, sebelum memutuskan untuk membeli e-book yang membahas topik yang banyak dibahas di blog dan website gratisan. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menghindari “Oknum” yang menyediakan e-book premium. Padahal isinya sudah sering di bahas oleh blog dan website lain.

Atau, saat ini juga sudah banyak website dan blog yang menyediakan e-book gratis dengan topik bahasan yang menyamai e-book premium. Maka dari itu, pastikan anda telah maksimal dalam menggunakan Google sebelum yakin membeli sesutu yang bersifat premium, khususnya e-book.

#Keseringan membeli game dan aplikasi premium

Game atau aplikasi lain sangat menghibur dalam keseharian yang mungkin dilanda bosan. Pilihan untuk mengunduh game dan aplikasi lebih cenderung dirasakan. Apabila anda menggunakan gadget yang canggih, dan mempumpuni untuk diinstalkan jutaan aplikasi dan game.

Hal ini menyebabkan munculnya game-game dan aplikasi premium yang dibandrol dengan harga yang tidak murah. Kebiasaan seperti itu mungkin cocok jika anda adalah seorang maniak game yang selalu memiliki waktu untuk bermain game. Tapi jika anda adalah orang yang sibuk dan jarang memiliki waktu untuk bersantai dan bermain game, maka membeli game premium bisa jadi hanya membuat pengeluaran anda semakin boros saja.

Untuk anda yang merupakan seorang yang super sibuk dan memiliki sedikit waktu bersantai, mungkin bermain game gratisan saja sudah cukup untuk mengisi waktu luang anda. Tidak perlu membeli game premium yang akan membuat anda boros karena telah membayar mahal tapi tidak punya waktu untuk memainkannya.

#Terlalu sering menggunakan aplikasi yang memakan data internet lebih

Kebanyakan aplikasi yang sekarang tersedia di App store maupun Google play sepertinya merupakan aplikasi yang hanya dapat berjalan maksimal jika perangkat memiliki kuota data internet. Sebagai contoh, yaitu penggunaan aplikasi youtube dan instagram yang mana memakan kuota data lebih besar ketimbang aplikasi lainnya.

Menonton video di youtube atau sekedar mencari foto bagus di instagram merupakan aktivitas yang bagi sebagian orang terasa asik dalam mengisi waktu luang. Hanya saja kedua aplikasi tersebut apabila terlalu rutin dijalankan tanpa fungsi yang jelas (Nonton video rekomendasi yang padahal tidak ingin ditonton) hanya akan menguras dan menghabiskan paket data dengan cepat.

Terkurasnya paket data dengan cepat, otomatis menyebabkan anda perlu membeli, membeli, dan terus membeli kuota paket data itu sendiri. Dan terlalu sering membeli kuota tentunya dapat membuat kantong anda semakin kering. Karena membeli paket data sendiri tidak akan terasa pengeluarannya, tapi jika dihitung-hitung jumlanya sangat banyak sekali.

Maka dari itu, bijaklah dalam penggunaan paket data jika anda ingin berhemat dan menabung. Sebab kebiasaan boros seperti ini tidak akan terasa, tapi anda harus rela jika nantinya pengeluaran semakin boros.

3# Terlalu “mendewakan” merek

Pengeluaran Semakin Boros

Hal selanjutnya yang tanpa disadari membuat pengeluaran semakin boros, yaitu sikap “mendewakan” suatu merek tertentu. Hal seperti ini banyak sekali dialami oleh masyarakat, khususnya di Indonesia.

Masyarakat kita biasanya terlalu beranggapan bahwa produk merek A dengan harga yang mahal, akan lebih baik ketimbang produk B dengan harga yang relatif murah.

Pemahaman seperti itu justru lama-kelamaan hanya akan merugikan pengeluaran anda. Padahal banyak merek yang mengeluarkan produk murah walaupun memiliki kualitas yang di atas merek lain yang menyediakan produk serupa dengan harga yang lebih mahal.

Jika anda terus “mendewakan” merek tertentu, maka anda akan bisa menghemat pengeluaran dengan mencari merek lain dengan harga yang lebih murah untuk produk yang serupa. Sehingga, kewaspadaan dan teliti dalam berbelanja dirasa sangat perlu dilakukan jika anda ingin pengeluaran semakin hemat.

4# Kebiasaan belanja dengan kartu kredit

Pengeluaran Semakin Boros

Tidak bisa dipungkiri bila pemilik kartu kredit biasanya berasal dari golongan mampu, hal tersebut dikarenakan sistem pembuatan kartu kredit yang harus melalui beberapa tahap survey dari pihak bank. Meskipun anda adalah orang yang mampu melunasi hutang-hutang dalam penggunaan kartu kredit, tapi bukan hal yang disarankan apabila anda menjadi maniak dalam berbelanja dengan sitem pembayaran menggunakan kartu kredit.

Belanja dengan kartu kredit memang sangat enak dan memudahkan dalam bertransaksi, terutama jika pada saat itu kita memang tidak sedang memiliki uang, tapi jika belanja dengan kartu kredit menjadi sebuah kebiasaan. Bukan tidak mungkin bila anda harus membayar cicilan-cicilan tersebut dengan kerugian yang sangat besar.

Penggunaan kartu kredit pastinya memberikan total pembayaran yang lebih besar dibandingkan harga cash dari barang/produk yang dibeli. Jika anda ingin hidup hemat, dan menjauhi hal-hal yang secara diam-diam dapat menguras pengeluaran secara berlebih.

Maka memaksimalkan penggunaan kartu kredit dirasa adalah cara yang sangat wajib untuk dilakukan, kartu kredit justru akan lebih baik jika dipergunakan untuk membeli barang/produk yang bisa dipergunakan untuk wirausaha dan menghasilkan uang.

5# Membawa uang dalam jumlah yang besar

Pengeluaran Semakin Boros

Kita memang memerlukan uang untuk mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan, sehingga membawa uang menjadi hal yang wajib jika kita ingin bepergian ke suatu tempat. Tapi, kebiasaan membawa uang dalam jumlah yang besar/banyak justru tidak baik untuk memulai hidup hemat.

Dengan membawa uang dalam jumlah yang besar, sering-kali kita tidak mampu menahan godaan untuk berbelanja, meskipun produk yang tersbut bukanlah produk yang diinginkan. Contohnya seperti berbelanja di sebuah mall. Padahal tujuan awal hanya untuk membeli baju, namun karena uang masih banyak maka godaan untuk membeli celana dan sepatu tidak dapat terelakkan.

Hal yang berbeda jika anda membawa uang yang pas, membawa uang pas akan lebih baik karena anda akan lebih berhemat dalam menggunakan uang tersebut. Seandainya anda ingin membeli baju, tidak mungkin anda tergoda untuk membeli celana dan sepatu (Karena duitnya kurang). Uang yang banyak lebih baik dan lebih aman jika disimpan di bank ketimbang disimpan di dalam dompet.

6# Menggunakan barang elektronik secara tidak teratur

Pengeluaran Semakin Boros

Jika anda ingin hidup hemat, dan meminimalkan pengeluaran, maka perhatikanlah penggunaan barang elektronik di rumah. Barang elektronik yang membutuhkan daya listrik, tentu bukanlah sebuah hal yang murah, jika penggunaan listrik semakin besar, maka semakin besar juga biaya yang perlu dikeluarkan setiap bulannya.

Jika anda ingin meminimalkan pengeluaran dengan menekan tarif listrik, maka gunakanlah listrik tersebut dengan sebaik mungkin. Mematikan lampu dan televisi pada saat tidur merupakan hal yang wajib jika ingin menekan biaya tagihan listrik, selain itu beralih menggunakan pulsa listrik juga sangat ampuh untuk menentukan berapa biaya listrik yang harus dikeleuarkan dalam sebulan.

7# Terlalu mudah kepincut harga promo

Pengeluaran Semakin Boros

Mudah kepincut dengan harga promo menjadi salah-satu hal yang diam-diam mampu membuat pengeluaran tidak teratur dan cenderung boros.

Coba bayangkan, jika anda adalah orang yang mudah terbuai dengan diskon dan promo. Mungkin anda rela membeli produk tersebut dengan pertimbangan bahwa harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga aslinya. Tapi kebanyakan orang yang mudah kepincut dengan harga diskon dan promo seperti ini, tidak hanya memikirkan harga yang murah tanpa melihat kegunaan dari produk itu sendiri.

Anda perlu mempertimbangkan apakah barang diskon tersebut benar-benar penting dan dibutuhkan, atau anda membelinya hanya karena tergiur oleh harga. Tetap perhatikan dan pertimbangkan, agar anda tidak membeli barang yang sebenarnya tidak anda butuhkan sama sekali.

8# Tidak punya kemampuan untuk menolak

Pengeluaran Semakin Boros

Jika anda memiliki teman yang suka mengajak  nongkrong dan mencoba menu di kafe baru, maka anda perlu berwaspada. Bukan waspada kepada teman tersebut, tapi waspadalah pada diri sendiri. Jangan sampai anda tidak bisa mengontrol pengeluaran hanya karena kebiasaan nongkrong dan menghambur-hamburkan uang.

Memiliki teman seperti itu, biasanya kita tidak mampu untuk menolak dan berkata “Tidak” meskipun pada saat itu sisa uang bulanan semakin menipis. Jalinan persahabatan biasanya menjadi alasan untuk tidak menolak ajakan seperti itu. Padahal teman yang baik pastinya tahu bahwa temannya sedang mencoba untuk hidup hemat dan mengatasi pengeluaran semakin boros.

Biasakan untuk menolak, jika pada saat itu anda memang harus menolak. Menolak mungkin bisa dengan kalimat yang halus, agar teman tersebut tidak terlalu tersinggung dengan penolakan tersebut. Katakan padanya bahwa anda sedang berhemat dan akan meluangkan waktu jika memiliki uang lebih. Kebiasaan nongkrong dan tidak bisa menolak ajakan teman sering kali hanya akan membuat pengeluaran semakin boros dan tidak terkendali.

Baca Juga : 10 Hal Ini Sangat Ampuh dalam Menghemat Pengeluaran

Itu dia 8 Hal yang secara tidak disadari mampu membuat pengeluaran semakin boros. Dengan begitu selalu berwaspada dan pandai-pandailah menahan godaan agar bisa menjadi pribadi yang lebih hemat dan teratur dalam menggunakan uang yang dimiliki. Sekian dulu artikel kali ini, semoga sukses dalam menerapkan pola hidup hemat.



Loading...

Tags
Baca selengkapnya

Saya suka menulis jika ditemani segelas kopi.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *