Savebukalapak

#ReinstalBukalapak..#SaveBukalapak, Save Unicorn Anak Bangsa

#Reinstall Bukalapak, #SaveBukalapak  – Perlu diketahui, artikel ini tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan politik, karena semua penulis kami tidak satupun memuat artikel berbau politik. Tulisan ini lebih menilai perilaku netizen Indonesia yang terkesan sangat lebay.

Untuk kasus #UninstalBukalapak yang justru menjadi trending topik ini memang cukup menggelitik.

Lagi-lagi ulah netizen atau warganet Indonesia,…Ini karakter asli mereka.

Lantas, andil dan potensi besar mereka (netizen-red) itu, apakah membuat kita bangga, biasa saja atau justru mengelus dada?

Perkenalkan, nama saja Jesica Putri, Global Internet Marketer, untuk perusahaan UMKM, sekaligus Official Editor di Klik Mania.

Saya berdomisili di kota Salatiga, sesuai alamat redaksi website ini. Latar pendidikan saya mungkin tidak terlalu penting.

Sekedar informasi, website kami sudah banyak menerima karya tulisan dari ratusan penulis lepas. Itu artinya, mereka sebagai penulis menerima upah dari setiap artikel yang berhasil dipublikasikan.

Dengan kata lain, website kami berhasil menciptakan lapangan kerja buat mereka, meskipun masih dalam skala yang relatif kecil jika dibandingkan dengan media-media besar lain.

Loading...

Menanggapi kasus cuitan Achmad Zaky (Pendiri Bukalapak) yang berujung pada gerakan ramai-ramai untuk uninstall Bukalapak, bahkan sampai mem-bully habis-habisan adalah tindakan yang kurang tepat.

Sebagai mana kita tau, prestasi Bukalapak sebagai salah satu Startup Unicorn Indonesia harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Siapa Achmad Zacky?

Bukalapak yang awalnya berdiri ditahun 2010 harus berjuang untuk meyakinkan semua orang supaya tidak takut untuk berbelanja secara online, yang waktu itu banyak terjadi kasus penipuan.

Achmad Zacky juga berhasil meyakinkan kepada pelapak (penjual) agar menjual produknya secara online, karena target pasar nya juga semakin luas dan mereka memiliki omzet yang lebih besar.

Visi dari Bukalapak sendiri yakni untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan (UKM) Usaha Kecil Menengah milik masyarakat lewat dunia internet.

Bahkan, Achmad Zacky bela-belain untuk menjadi bintang iklan dalam setiap promosinya.

Intinya, Bukalapak saat ini berhasil membuat ribuan lapangan pekerjaan baru, memberi harapan dan angin segar pada UKM, ataupun usaha perseorangan yang mungkin saat ini belum bisa dilakukan oleh pemerintah secara maksimal.

Achmad Zaky memang bukan orang terkenal awalnya. Pria kelahiran Sragen, Jawa tengah yang pernah ditolak dari perusahaan besar ini memang tak kenal putus asa.

Berkat kegigihan dan perjuangannya, Bukalapak berhasil masuk dalam jajaran 10 Teknopreneur paling berpengaruh Asia Tenggara.

Achmad Zaky besama tim pendiri Bukalapak berhasil membangun kepercayaan melalui proses transaksi online, serta membangun komunitas pasar daring terkuat di Indonesia.

Setelah berhasil memperoleh kucuran dana investasi dari EMTEK Group sejumlah ratusan miliar rupiah, Achmad Zaky tetap merangkul UKM agar semakin berkembang di Indonesia.

Mengungkap soal anggaran R&D

Melansir dari Tribunnews.com, dalam cuitan Zaky mengenai anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) sangat minim tahun 2016, hanya US$ 2 miliar. Memang tertinggal jauh dari negara lain yang sudah menyediakan anggaran R&D.

Bahkan, Anggaran belanja riset dan pengembangan Indonesia (2004-2014) hanya 0,08% dari PDB, terendah dibandingkan anggaran ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam maupun Filipina.

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (merujuk hanya US$ 2 miliar)”,  tulisnya.

Menyinggung soal Revolusi industri ke-4 atau yang biasa dikenal revolusi industri 4.0 memang mulai digaungkan oleh pemerintah. Bahkan, Presiden Jokowi sudah meresmikan Making Indonesia 4.0 untuk menyongsong revolusi tersebut.

Revolusi industri 4.0 memang memunculkan pro dan kontra. Namun, sebagai bangsa yang besar dan ingin lebih baik ke depannya, revolusi industri 4.0 memang harus dilakukan.

Di akhir tweet Zaki menyebutkan soal presiden baru. “Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky dalam akunnya.

Cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Twitter ini yang kemudian dipersoalkan netizen pendukung Jokowi sehingga tagar #Uninstal Bukalapak jadi trending.

Kata “Presiden baru“, mungkin di persepsikan dengan presiden wajah baru atau pengganti presiden lama.

Namun secara resmi di bulan April 2019, Indonesia akan memilih pemimpin baru melalui pesta demokrasi pemilu.

Artinya, dari hasil suara terbanyak dari seluruh masyarakat Indonesia nanti akan menghasilkan “pemimpin baru”. Dan itu artinya adalah presiden baru untuk masa jabatan 5 tahun kedepan, yakni 2019 -2024.

Saat ini, kedua pasangan calon (paslon) Presiden ini disebut dengan kandidat atau “yang mencalonkan”.

Baik pasangan 01 dan 02, semua adalah kandidat yang akan manjadi presiden baru, salah satu memenangkan suara terbanyak.

Lantas, dimana letak kesalahan Achmad Zaky?

Achmad Zaky sebenarnya tidak salah dalam cuitannya,

Dalam konteks Revolusi industri 4.0, dia memperjuangkan anggaran atau budget R&D negara Indonesia yang jauh lebih rendah dari negara lain di ASEAN lainnya, yaitu sebesar US$ 2 miliar (setara Rp 28 triliun).

Hasilnya untuk siapa? Lagi-lagi untuk merangkul ribuan UKM lokal Indonesia, perjuangan untuk sumber daya yang lebih baik.

Bisa dilihat pada gambar dibawah, Indonesia adalah urutan terakhir.

Save bukalapak

Yang salah menurut saya adalah kata “Presiden baru”, yang bagi sebagian orang adalah dianggap sebagai Presiden dengan Wajah baru.

Sebenarnya, melalui laman Twitternya, Achmad Zaky juga sudah meminta maaf kepada pendukung Jokowi.

Melalui cuitannya, Achmad Zaky meminta maaf atas kata-kata yang sebelumnya telah ia cuitkan.

Hanya gara-gara persepsi netizen atau warganet Indonesia, tagar #UninstallBukalapak ini menyebabkan rating Aplikasi Bukalapak Anjlok di App Store dan Google Play Store.

“Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya,” tulis Achmad Zaky.

Lantas, andil dan potensi netizen dengan kata-kata Achmad Zacky yang bisa dibilang misperception, apakah membuat kita bangga, biasa saja atau justru mengelus dada?

Apakah kalian netizen Indonesia sudah  berbuat sesuatu untuk bangsa ini?

Ingat, dengan semakin trendingnya tagar #UninstalBukalapak, itu artinya kalian semua akan membunuh ribuan UKM yang sudah berjuang mati-matian mencari nafkah…

Dengan mempopulerkan tagar #UninstalBukalapak, artinya banyak dari mereka akan kehilangan kepercayaan dari salah satu Unicorn asli buatan anak negri sendiri.

Perlu diketahui, marketplace seperti Lazada, Shoppe, JD, itu buatan mana??

Mulai, sekarang …ReinstalBukalapak..#SaveBukalapak..jangan jadi korban politik.



Loading...

Bagikan

Penulis

Jesica Putri
Jesica Putri
Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"
Jesica Putri

Penulis

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Komentar

    Avatar

    Ade Widia

    ( - 15:04)

    Penulis artikel ini mengatakan tidak ada yang salah di tweet pendiri Bukalapak. Faktanya, ada 3 kesalahan dan sikap tidak bijak dari seorang CEO sebuah perusahaan besar. Ini kesalahannya:
    1. Penggunaan diksi “omong kosong” merupakan bentuk sikap arogan dan tidak bijak, padahal pemerintah sudah memberikan banyak dukungan terhadap startup lokal (dan Zacky sendiri mengakuinya di tweet selanjutnya).
    2. Menggunakan kata “Presiden baru”, dalam hal ini kata presiden baru merujuk pada orang yang baru, bukan pemerintahan yang baru. Lagi-lagi dia tidak menghargai andil pemerintah dalam pertumbuhan startup di Indonesia dan berpikir bahwa presiden baru dapat memenuhi semua ekspektasinya.
    3. Menggunakan data yang salah dan tidak uptodate. Zacky itu tidak bodoh, sekelas CEO perusahaan besar menggunakan data yang salah untuk mendukung tweet nya. Dan Achmad Zacky mengakui kalau dia khilaf (di tweet selanjutnya).

    Jadi, buat penulis Klikmania bernama Jesica Putri, lain kali kalau mau menulis pakai logika yang benar ya mba. Urusan politik jangan membuat kita tumpul berpikir, kita ini manusia bukan titik-titik. Dan tentu saja kita harus mendukung perkembangan startup di Indonesia, terutama para Unicorn.

    Salam
    Ade Widia

    Avatar

    Walahhhh , Sepertinya Klikmania.net ini asal2an ya menulis tampa mempunya riset dan data yg benar . sy sepakat dengan mas saiful . klikmania terutama untuk penuls jesica terkesana menampakan membela eorang Ceo bukalapak sudah jelas salah . Namun masih saja di belain . Penulis bilangnya tidak ada sangkut pautnya / berbau politik , secara tidak langsung penulis disini bermain politik dengan membenarkan an berpihak pada CEO yang sudah jels2 salah . tidak mikir selama pemerintahaan Jokowi . Starup indonesia juga turut di dukung Dan diberi kebijakan yg mudah aman & Nyaman mungkin salah satuna juga termasuk untuk situs UMKM Klikmania ini . Terima Kasih

      Avatar

      Saiful

      ( - 04:21)

      Itulah saya cukup terkejut ketika melihat situs sebesar Klikmania.net ikut-ikutan menggunakan data yang salah. Ternyata tidak melakukan riset yang matang sebelum membuat artikel. Kalau dibaca oleh orang yang asal terima saja tanpa cari kebenarannya bisa menyesatkan pengetahuan publik.

      Riset terbaru dari R&D Magazine:
      * Tahun 2012 – 2013, R&D Indonesia menduduki peringkat ke 40 dengan besaran 2 Billion USD. Di era ini Jokowi belum menjadi presiden.
      * Tahun 2014, R&D Indonesia masih menduduki peringkat ke 40 namun dengan besaran 3 Billion USD. Di era ini Jokowi baru dilantik jadi presiden.
      * Tahun 2015, R&D Indonesia melonjak naik dari sebelumnya peringkat 40 menjadi peringkat ke 28 dengan besaran yang naik pula dari yang sebelumnya cuma 3 Billion menjadi 8.53 Billion USD. Padahal Jokowi pada masa ini baru menjabat kurang lebih 1 tahun jadi presiden.
      * Tahun 2016, R&D kita naik lagi menjadi 8.94 Billion USD.
      * Tahun 2017, R&D kita naik lagi menjadi 9.42 Billion USD.
      * Tahun 2018, R&D kita naik lagi menjadi 10.23 Billion USD
      * Tahun 2019, R&D kita naik 1 peringkat lagi dengan menduduki peringkat ke 27 dengan besaran 11.17 Billion USD

    Avatar

    Mas Donda

    ( - 10:07)

    Pelajaran berharga buat kita semua. Jika akan mengungkapkan data hendaknya menyertakan sumbernya langsung. Sehingga jika ada kesalahan, maka sumber data itu yang bermasalah. Lain halnya kalau kita memiliki akses langsung terhadap data tersebut. Salam sukses selalu.

    Avatar

    Saiful

    ( - 00:41)

    Data yang diberikan Achmad Zaky itu salah, katanya 2016 R&D kita cuma 2B. Sementara kalau kita cek di situs resmi R&D Magazine datanya sebagai berikut:

    2012: USD 2 Billion. Rank 40
    (link: http://bit.ly/GERD2012)

    2015: USD 8.53 Billion. Rank 28
    (link: http://bit.ly/GERD2015)

    2016: USD 9.38 Billion. Rank 28
    (link: http://bit.ly/GERD2016)

    2017: USD 9.88 Billion. Rank 27
    (link: http://bit.ly/GERD2017)

    Artinya 2016 bukan 2B tapi 9.38B. Jika dilihat perkembangannya dari tahun ketahun, rangking R&D kita terus meningkat. Makanya netizen menyesalkan seorang CEO kok pakai data salah lantas berharap pada presiden baru padahal presiden sekarang selalu mempromosikan Startup Bukalapak.

    Saya juga turun menyesalkan sikap netizen yang uninstall Bukalapak, seharusnya tidak perlu seperti itu. Tapi ada pelajaran yang bisa diambil. Jangan ngomong sembarang di ruang publik.

    Saran saya sebelum nulis artikel research dulu datanya sebelum di publish. Jangan pakai data wikipedia.

    Avatar

    Mu Tmm

    ( - 07:43)

    Memang netizen yang terlalu berlebihan dan tidak berfikir panjang. Padahal berkat bukalapak usaha UKM di indonesia semakin meningkat.

      Avatar

      Saiful

      ( - 04:40)

      Sama kayak CEO nya juga dong, gak berpikir panjang, udah tau tahun politik ngasih data gak hati-hati (gak up to date) dan menyematkan kata “presiden baru”

      Saya juga kurang setuju dengan artikel di atas, sekarang tahun berapa? Kok bahas tahun 2004 – 2014? Itukan tahun sebelum Jokowi menjabat. Harusnya memaparkan data 2014-2019. Udah gitu gak mencantumkan hasil riset R&D terbaru. Terkesan membenarkan CEO Bukalapak tanpa memaparkan data actual. Kalau artikel ini di kasih ke netizen bisa digoreng ni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *