Internet

Semakin Aman, Google Terapkan 5 Tahapan untuk Menjaga Privasi Pengguna

Google baru saja mengumumkan beberapa pembaharuan privasi untuk menjaga keamanan informasi dan data penggunanya. Google menitikberatkan pada tiga prinsip, yaitu menjaga keamanan informasi, memperlakukannya secara bertanggung jawab, dan memberikan kontrol pengelolaannya kepada pengguna.

Berikut ini 5 tahapan yang diterapkan Google untuk menjaga keamanan informasi serta data para pengguna.

1. Menghapus riwayat aktivitas pengguna secara otomatis

Google belakangan menerapkan opsi “hapus otomatis” menjadi setelan default untuk perekaan riwayat aktivitas pengguna di web dan aplikasinya.

Penghapusan data rekaman riwayat akan diaktifkan secara otomatis setelah 18 bulan untuk para pengguna baru layanan Google. Pengguna lama masih dapat memilih opsi hapus otomatis 3 atau 18 bulan.

Namun, periode default ini tidak berlaku untuk produk lain seperti Gmail, Drive, dan Photos, yang memang telah didesain untuk menyimpan konten pribadi secara aman.

Apabila diinginkan, pengguna juga bisa mematikan fitur penghapusan rekaman riwayat secara otomatis.

2. Kendali akun Google langsung dari hasil search

Untuk mempermudah pengguna dalam melakukan pengaturan sekuriti dan privasi, setting dua hal tersebut akan bisa langsung dilihat dari laman hasil search.

Caranya, setelah login ke akun Google, pengguna dapat melakukan pencarian dengan deretan kata kunci seperti “Pemeriksaan Privasi Google” dan “Apakah Akun Google saya aman?”.

Sebuah box yang hanya bisa dilihat oleh pengguna kemudian akan muncul dan menampilkan ringkasan setting sekuriti dan keamanan sehingga bisa langsung diubah jika perlu.

3. Akses lebih mudah ke mode Samaran (Incognito Mode)

Google juga mempermudah akses ke mode Samaran di beberapa aplikasi dengan menekan gambar profil secara beberapa saat di layanan Search, Maps, dan YouTube.

Fitur ini baru tersedia di Google App untuk iOS, dan akan segera hadir di Android dan aplikasi lain.

4. Kontrol privasi yang lebih proaktif

Google menawarkan rekomendasi sekuriti guna membantu menjaga keamanan data pengguna seperti Pemeriksaan Sandi dan tools untuk memeriksa apakah sandi yang tersimpan di Akun Google pengguna terancam risiko.

5. Perlindungan differential privacy Differential

Privacy sebelumnya sudah digunakan Google untuk mendukung Laporan Mobilitas Masyarakat selama Covid-19 dan turut membantu otoritas kesehatan publik dalam melawan Covid-19 dengan menggunakan data lokasi tanpa mengorbankan privasi.

Teknologi ini juga diterapkan pada Google Maps, sehingga pengguna dapat melihat seberapa ramai tempat umum secara real-time, tanpa mengetahui siapa yang sedang berada di lokasi tersebut.

Saat ini Google juga memperluas layanannya ke bahasa pemrograman baru termasuk Java dan Go. Selain itu juga merilis sejumlah tools tambahan untuk membantu developer dalam menggunakan machine learning untuk menyempurnakan perlindungan privasi.


Loading...
Baca selengkapnya

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close