Internet

Susan Wojcicki Batasi Sang Anak Main YouTube, Anda?

YouTube adalah aplikasi berbagi video yang paling populer di dunia saat ini, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan berdasarkan riset Hootsuite pada Januari kemarin, YouTube menjadi aplikasi yang paling banyak diakses oleh para pengguna internet Indonesia.

YouTube memang banyak memberi manfaat. Namun, terkadang YouTube juga memberikan mudharat mengingat media sosial pimpinan Susan Wojcicki tersebut memiliki banyak konten yang bercampur, baik itu konten yang bermanfaat dan juga yang tidak bermanfaat.

Susan Wojcicki Batasi Anak Main YouTube

Ketika sudah mengakses YouTube, biasanya seseorang akan kesulitan untuk berhenti karena ketika ingin berhenti mengakses YouTube, biasanya akan terdapat video yang muncul di beranda atau di bilah rekomendasi yang membuat hati tertarik untuk menontonnya.

Hal yang demikian itu benar-benar dipahami oleh Susan Wojcicki selaku CEO YouTube. Hasilnya, dirinya memilih untuk membatasi akses anak-anaknya ketika menonton YouTube agar sang buah hati tidak mengalami kecanduan.

Dilansir dari Business Insider, Susan memiliki lima anak, dan ia mengatakan kepada CBS dalam sebuah wawancara bahwa ia membatasi penggunaan YouTube kepada anak-anaknya. Adapun untuk anak-anaknya yang masih kecil, Susan lebih memilih untuk memberikan mereka YouTube Kids sebagai tontonan.

“Aku mengizinkan anak-anakku yang masih kecil untuk menggunakan YouTube Kids, tapi waktunya pun aku batasi. Saya pikir berlebihan bukanlah sesuatu yang baik,” ungkap Susan seperti yang dikutip dari Business Insider.

Baca juga: Cara Mengurangi Penggunaan Gadget pada Anak, Ternyata Mudah

Anda Sudah Melakukan Pembatasan?

Seorang CEO YouTube saja menyadari bahwa platform pimpinannya tidak baik untuk anak-anak. Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan Anda? Apakah Anda melakukan pembatasan seperti Susan atau justru membiarkan anak-anak bermain YouTube sepuasnya?

Jika saat ini Anda masih abai akan bahaya YouTube untuk tumbuh kembang anak, maka segeralah mengambil tindakan sebelum semuanya terlambat. Seperti yang sudah disebutkan di awal, YouTube tidak bagus bagi anak-anak karena kontennya yang bercampur.

Kalaupun Anda ingin memberikan tontonan YouTube untuk anak-anak, maka silakan sodorkan YouTube Kids. Di YouTube Kids ada banyak pengaturan yang bisa Anda lakukan dimulai dari pembatasan waktu hingga pemilihan konten yang akan ditonton oleh anak-anak.

Baca juga: Panduan Menggunakan YouTube Kids, Orang Tua Harus Tahu

Terkait masalah pembatasan ini, Susan dikenal cukup tegas. Pada awal tahun 2019, ia juga pernah mengungkapkan kepada publik jika melakukan pembatasan penggunaan smartphone untuk anak-anaknya, khususnya ketika momen liburan atau kumpul keluarga.

Jika berbicara tentang masalah pembatasan, sebenarnya hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru dan aneh karena mayoritas bos teknologi memang melakukannya seperti Sundar Pichai (CEO Google) dan Evan Spiegel (CEO Snapchat).

Dilansir dari Business Insider, Sundar Pichai tidak mengizinkan putranya yang berusia 11 tahun untuk menggunakan smartphone. Adapun untuk Evan Spiegel, dirinya hanya mengizinkan sang anak menggunakan smartphone selama 1,5 jam dalam seminggu.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close