Tekno

Dari Panggung Megah Hingga Modifikasi Cuaca, Teknologi Terbaru di Asian Games 2018

Teknologi terbaru di Asian Games coba dihadirkan oleh Indonesia agar pelaksanaan pesta olahraga Asia ke-18 itu berjalan dengan lancar.

Meski bukan negara yang maju dalam bidang teknologi, upaya tersebut layak diapresiasi, mengingat Indonesia sudah bekerja keras untuk menjadi tuan rumah yang baik.

Apa Saja Teknologi Terbaru di Asian Games?

Ada empat teknologi terbaru di Asian Games 2018, dan keempat teknologi tersebut ada yang sudah beroperasi dan ada pula yang masih coming soon.

Berikut keempat teknologi terbaru yang dimaksud:

1. Panggung Megah

Teknologi Terbaru di Asian Games
Gambar: Kios Tix

Inasgoc (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee) telah menerapkan seremoni pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 lewat panggung megah seberat 600 ton, panjang ukuran 135 meter, dan tinggi 26 meter.

Wishnutama, selaku Creative Director mengatakan, panggung pembukaan Asian Games di Indonesia, khususnya Stadion Gelora Bung Karno akan menjadi panggung terbesar dunia.

Bahkan, Wishnutama mengatakan, panggung Asian Games 2018 akan melebihi Olimpiade, karena beban konstruksi yang dimilikinya.

Di pembukaan nanti, masyarakat akan disuguhkan hiasan gunung yang indah, yang diisi 12.775 tanaman dan bunga.

Dengan luas lebih dari 1.350 meter persegi, air terjun mengalir pun akan dibuat sebanyak 140.000 liter, dan membentang 3.000 meter persegi rumput hijau yang pastinya akan menambah cantik panggung Asian Games 2018.

2. Bus Nirsopir

Teknologi Terbaru di Asian Games

Seperti yang sudah diketahui, bahwasanya Asian Games 2018 akan menjadi ajang peluncuran jaringan 5G di Indonesia.

Dan bus nirsopir (tanpa sopir) yang dibawa Telkomsel pada gambar di atas adalah salah satu perwujudan penerapan jaringan 5G itu sendiri.

Bus ini nantinya akan menampung penumpang sebanyak 15 orang, dan akan menetap di kawasan GBK, karena Telkomsel membuka experience center di sana.

Adapun untuk mengendarai bus tersebut, masyarakat umum diharuskan mendaftar terlebih dahulu, mengingat kapasitasnya yang hanya bisa menampung 15 orang saja.

3. Keamanan Siber

Teknologi Terbaru di Asian Games

Pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan, penyelenggaraan sempat tertunda berjam-jam, karena serangan hacker.

Inasgoc yang tak ingin kejadian serupa menghampiri Indonesia bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat keamanan siber.

Kurang lebih ada 30 tenaga pemantau yang dikerahkan yang juga merupakan ahli dari Kementerian Komunikasi dan Badan Siber.

Tugas mereka tak lain dan tak bukan adalah memback-up sistem ticketing, akreditasi jurnalis, dan sistem penilaian.

4. Modifikasi Cuaca

Teknologi Terbaru di Asian Games
Gambar: Aktual

Berbekal Teknologi Modifikasi Cuaca, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) berusaha keras agar Asian Games terbebas dari gangguan asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan.

Teknologi Modifikasi Cuaca adalah teknologi meningkatkan curah hujan dan merekayasa agar asap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) tidak mengarah ke lokasi pelaksanaan Asian Games.

Modifikasi cuaca ini akan berakhir pada September 2018. Dan daerah yang dipilih dalam modifikasi cuaca ini adalah Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

Kesimpulan

Teknologi tidak akan pernah bisa jauh dari kehidupan manusia, karena teknologi itu hadir atas keinginan manusia itu sendiri.

Dalam dunia olahraga pun juga begitu, kita juga membutuhkan teknologi agar pertandingan semakin menarik dan berjalan secara sportif.

Baca: Perusahaan Teknologi Terbesar di Dunia

Masih ada teknologi lain yang digunakan pada Asian Games, dan untuk mengetahuinya, Anda bisa membaca pembahasan mengenai teknologi canggih di Asian Games 2018.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close