Ulasan Bisnis

Berbisnis Tanpa Modal Itu Benar Adanya dan Bukan Hoax

Berbisnis Tanpa Modal – Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya kamu buka Google, kemudian ketikkan “bisnis tanpa modal”. Kira-kira berapa banyak artikel yang sudah membahasnya?

Jika jawabannya banyak, berarti itu menunjukkan bahwa berbisnis tanpa modal memang bisa dilakukan. Hanya saja, cara atau metode yang ditempuh pasti berbeda-beda tergantung pengalaman dan riset yang dilakukan oleh pelakunya.

Lantas, apakah benar seseorang bisa membangun kerajaan bisnisnya tanpa mengeluarkan uang sepeserpun? dan mungkinkah hal yang demikian itu diterapkan oleh setiap manusia?

Baca Juga: Mau Usaha Tanpa Modal ? 4 Hal Berikut Bisa Kamu Terapkan

Berbisnis Tanpa Modal Sudah Ada Sejak Zaman Dulu

Islam pernah mengalami embargo ekonomi dari kaum Quraisy selama tiga tahun, dan selama tiga tahun itu kaum muslimin tidak bisa berjual beli, kekurangan hingga kelaparan.

Lantas, apa yang kemudian dilakukan? Yang dilakukan adalah pindah (hijrah) ke Madinah dan mulai menata hidup baru disana. Meski sudah pindah, bukan berarti masalah selesai karena mayoritas penduduk Madinah adalah seorang petani, sedangkan mayoritas penduduk Mekkah adalah seorang pedagang.

Apa yang dilakukan oleh Nabi ﷺ? Karena latar belakang yang berbeda antara kaum anshar (Madinah) dan kaum muhajirin (Mekkah) yang kemungkinan besar bisa menimbulkan pengangguran, maka Nabi ﷺ memberikan solusi dengan menjalinkan hubungan kerabat antara kedua kaum.

Jadi, kaum anshar dipersaudarakan dengan kaum muhajirin dengan suatu harapan mereka akan saling membantu, sehingga masalah perekonomian dan kultur budaya yang berbeda antara keduanya bisa teratasi.

Bisnis Tanpa Modal Ala Abdurrahman bin Auf

Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’. Dan Sa’ad bin Rabi’ saat itu menyadari bahwa saudaranya tidak memiliki harta sama sekali, sekaligus tidak memiliki keahlian di bidang pertanian.

Kemudian, Sa’ad bin Rabi’ menawarkan setengah hartanya kepada Abdurrahman bin Auf untuk dipergunakan menyambung hidup di kota Madinah. Namun, apa yang dilakukan Abdurrahman bin Auf sungguh luar biasa, dimana ia menolaknya dengan halus dan meminta agar ditunjukkan pasar.

Semoga Allah memberkahi hartamu dan keluargamu. Namun, tunjukkanlah kepadaku letak pasar.

Dan dari situlah, kemudian kita mengenal bahwa bisnis itu bisa dilakukan tanpa modal dan bisa ditiru oleh siapa saja dan kapan saja.

Perjalanan Bisnis Dimulai

Setelah sampai di pasar yang dilakukan pertama kali oleh Abdurrahman bin Auf adalah menemui para pedagang untuk mengambil barang-barang mereka dengan sistem pembayaran di belakang. Saat itu para pedagang menyetujuinya, kemudian pergilah Abdurrahman bin Auf ke tempat lain untuk menjajakan barang dagangannya.

Sore harinya Abdurrahman bin Auf sudah mampu membawa pulang beberapa gandum, minyak samin dan susu kering. Sistem seperti ini terus dijalankan Abdurrahman bin Auf hingga akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses.

Jika dipikir lebih dalam akan muncul perkataan “apa-apain ini”. Namun, itulah kenyataannya karena berbisnis ala Abdurrahman bin Auf ini bisa ditiru oleh siapa saja dan dimana saja.

Zaman Sekarang Tidak Bisa Diterapkan?

Bisa atau tidak bisanya berbisnis ala Abdurrahman bin Auf tergantung dari kemauan diri, keyakinan, keberanian dan semangat untuk terus belajar. Berbisnis memang tidak mudah, tetapi akan bertambah tidak mudah lagi jika kita tidak segera beraksi.

Orang bisa mencuri idemu, tapi tak seorangpun bisa mencuri eksekusimu.

Itulah tadi kalimat super yang dilontarkan Nadiem Makarim (CEO Gojek) yang membuat hati tersentil, apabila kita hanya mengandalkan teori tanpa mewujudkan aksi. Dan berikut ini adalah orang-orang yang sukses membangun bisnis, meskipun tak memiliki modal.

Eko Sulistyo Febrianto

Bermimpi memiliki usaha rental mobil, meskipun dalam keadaan sulit bukanlah sebuah penghalang bagi Eko Sulistyo. Pria yang saat ini berdomisili di Wonosobo itu membuat sebuah gebrakan yang bisa dibilang sangat nekat.

Berbisnis Tanpa Modal
Facebook.com/ekosulistyof.tyo

Bagaimana tidak nekat, karena dirinya membuat kartu nama “Rizqy Rent Car” padahal saat itu tidak memiliki mobil. Bahkan, motor pun saat itu dirinya tidak punya.

Setelah membuat kartu nama, kira-kira apa yang dilakukan Eko? Ternyata ia membagi-bagikan kartu namanya kepada siapapun calon prospektif pengguna jasa rental mobil.

Apakah berhasil? Ternyata berhasil, karena setelah berjuang memasarkan nama “Rizqy Rent Car”, teleponnya terus berdering untuk melayani pesanan jasa rental mobil.

Setelah pesanan berdatangan, maka ia mulai menjalin kerjasama dengan teman-teman di kampusnya yang memiliki mobil. Selain teman-teman yang ada di kampus, para dosen-dosen pun ia ajak kerjasama dengan sistem bagi hasil, dimana ia mendapatkan komisi sebesar 30 persen.

Itulah cara yang dilakukan Eko Sulistyo yang kemudian membuat dirinya mampu membeli mobil sendiri dan mengembangkan usaha rentalnya menjadi besar. Kini, usaha yang diawali dari kartu nama alias berbisnis tanpa modal itu sudah memiliki omset per bulannya senilai Rp. 50 juta.

Dedy Kushenriyatno

Dedy Kushenriyatno sebenarnya lebih beruntung ketimbang Eko Sulistyo, dimana ia memiliki kecukupan dan sudah bekerja di posisi supervisor maintenance IT di sebuah perusahaan yang terletak di daerah Jogjakarta.

Berbisnis Tanpa Modal
twitter.com/dedy_ssiyk

Meski menempati posisi yang cukup nyaman di perusahaannya, ternyata Dedy memiliki cita-cita yang lebih besar dengan membidik posisi direktur di tempat kerjanya.

Sayang, persaingan yang cukup ketat antar karyawan membuatnya berpikir akan sangat sulit untuk meraih posisi tersebut. Kemudian, muncul suatu ide dimana ia harus keluar dari pekerjaannya dan memulai berwirausaha.

Setelah keluar dari tempatnya bekerja, Dedy tak mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Meskipun begitu, keinginannya untuk memiliki suatu usaha tetap menggebu dan mulailah ia membuka usaha laundry.

Nekat, benar-benar nekat itulah kalimat yang pantas menggambarkan aksi Dedy, dimana uang yang ia pegang saat itu hanya senilai Rp. 1,5 juta. Padahal usaha laundry yang sudah ia rancang membutuhkan dana yang cukup besar, senilai Rp. 50 juta.

Lalu, langkah apa yang dilakukan Dedy? Langkah yang dilakukan Dedy cukup berani, dimana ia mengajak teman-teman sekantornya dulu untuk bekerjasama. Dan hasilnya sukses, kemudian usaha laundry yang dicanangkan sudah dapat berjalan.

Kini, usaha yang terbentuk karena ambisi menjadi direktur itu sudah memberikan omset ratusan juta tiap bulannya. Selain berbisnis laundry, Dedy juga mengembangkan usahanya dengan membuat mesin-mesin laundry dibawah naungan Fr3sh Group.

Ada satu hal unik yang mungkin bisa kita contoh dari usaha Dedy, dimana pemasaran usaha laundrynya menggunakan sistem kontrak kerja tahunan.

Kesimpulan

Apa yang dimaksud bisnis tanpa modal? Bisnis tanpa modal adalah bisnis yang masih memiliki biaya, meskipun itu minim. Lalu, apakah bisnis ala Abdurrahman bin Auf sama sekali tanpa modal? Jika melihat hadits maupun penjelasan para ulama, kisah hidup Abdurrahman bin Auf memang tidak dijabarkan secara detail, sehingga kita tidak tahu apakah ketika berada di Madinah Abdurrahman bin Auf masih memiliki sisa harta atau tidak.

Baca Juga: Memulai Bisnis Tanpa Modal Melalui Social Media

Namun, dari perjalanan hidup beliau kita bisa mengambil sebuah pelajaran, dimana keyakinan kepada Allah Azza Wa Jalla, keberanian dan komunikasi merupakan faktor utama dalam membangun bisnis. Jadi, berbisnis tanpa modal itu bukan berarti kita tidak mengeluarkan apa-apa, karena komunikasi, kejujuran dan kepercayaan juga masuk ke dalam modal.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close