Internet

ByteDance Kembangkan Deepfake, Buat Aplikasi TikTok?

TikTok adalah salah satu aplikasi terlaris di tahun 2019. Bukan hanya di tahun 2019 saja, tapi TikTok juga termasuk 10 aplikasi yang paling banyak diunduh selama 1 dekade terakhir ini. TikTok bersamaan dengan UC Browser berhasil memutus dominasi aplikasi-aplikasi yang berasal dari AS.

TikTok adalah aplikasi yang berada di bawah naungan ByteDance. Dan baru-baru ini, ByteDance diketahui telah mengembangkan teknologi deepfake. Deepfake sendiri adalah sebuah teknologi yang memungkinkan para pengguna untuk memanipulasi tampilan wajahnya.

Baca juga: Facebook Grup Jadi Aplikasi yang Paling Banyak Diunduh Selama 1 Dekade

Deepfake untuk Aplikasi TikTok?

Deepfake yang sedang dikembangkan oleh ByteDance masih tersembunyi dalam untaian kode di aplikasi TikTok dan juga Douyin (TikTok untuk negara China). Deepfake yang sedang dikembangkan ByteDance sendiri kabarnya akan diberi nama Face Swap.

Cara kerja fitur yang bernama Face Swap adalah dengan meminta para pengguna untuk memindai wajahnya. Setelah itu, para pengguna bisa memasukkan wajahnya ke dalam sebuah video. Belum diketahui secara pasti apakah Face Swap ini akan meluncur di platform TikTok maupun Douyin.

Namun jika melihat kodenya yang sudah tersimpan di aplikasi TikTok dan Douyin, harusnya fitur Face Swap itu akan segera hadir di kedua platform tersebut. Jika Face Swap benar-benar akan dimasukkan di kedua platform tersebut, tentu kedua aplikasi tersebut akan semakin menarik minat para pengguna.

Baca juga: Takut Pakai FaceApp? Coba Situs Face Swap Saja

Keputusan ByteDance Dipertanyakan

Kabar ByteDance yang tengah mengembangkan teknologi deepfake langsung cepat menyeruak ke permukaan. Hasilnya, beberapa pihak pun melontarkan kritiknya kepada ByteDance. Kritik yang disampaikan sendiri adalah mempertanyakan keputusan ByteDance mengapa mereka justru mengembangkan deepfake.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, keberadaan deepfake saat ini memang tengah diperangi. Bahkan beberapa perusahaan seperti Google dan juga Adobe justru melawan penggunaan deepfake di mana mereka sedang berupaya membuat sebuah terobosan untuk mengidentifikasi deepfake.

Ketika perusahaan sekelas Google dan Adobe saja memerangi deepfake, maka keputusan ByteDance yang justru mengembangkan deepfake pasti menimbulkan tanya dan kontra. Induk TikTok itu pun ketika ketahuan sedang mengembangkan teknologi deepfake tidak memberikan banyak komentar.

Baca juga: Mengenal Teknologi Deepfake dan Dampak Buruk yang Ditimbulkannya

Pihak perusahaan sendiri ketika aktivitas mereka diketahui publik membantah jika deepfake nantinya akan mereka terapkan di aplikasi TikTok dan juga Douyin. Kabar terkait pengembangan deepfake yang dilakukan ByteDance sendiri pertama kali ditemukan oleh perusahaan riset asal Israel, yaitu Watchful.ai.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close