Google plus tutup

Data Pengguna Bocor, Google Plus Bakal Tutup Tahun Depan

Google Plus bakal tutup tahun depan, setelah aplikasi besutan Google tersebut mengalami kebocoran data sebanyak 500 ribu pengguna.

Namun, sebelum tutup sepenuhnya pada tahun depan, Google masih memberikan tenggat waktu selama 10 bulan bagi para pengguna untuk menyelamatkan data-data mereka.

Baca jugaBenarkah Riwayat Google Plus Akan Segera Berakhir? Ini Faktanya

Google Plus Bakal Tutup Agustus 2019

Kabar ditutupnya Google Plus ini, tentu tidak terlalu mengagetkan, karena media sosial besutan Google itu kurang begitu laku di pasaran.

Bahkan, dalam laman resminya, Google membuat pernyataan yang cukup mengejutkan, di mana 90 persen pengguna Google Plus hanya berinteraksi kurang dari lima detik per hari.

Berdasarkan data di atas, tentu keputusan Google untuk menutup Google Plus pada tahun depan sangat tepat, mengingat aplikasi besutan mereka itu kurang bisa merebut hati para penggunanya.

Tutup sementara atau selamanya?

Google Plus untuk versi umum akan ditutup pada Agustus 2019, sedangkan untuk perusahaan atau institusi akan tetap disediakan oleh Google.

Loading...

Jadi, bagi Anda yang menggunakan Google Plus untuk kegiatan bisnis tidak perlu khawatir, karena Google akan tetap menyediakan layanannya untuk Anda.

Andil The Wall Street Journal

Gambar: Politico.com
Gambar: Politico.com

Kasus bocornya data pengguna Google Plus ini, pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

The Wall Street Journal melaporkan, bahwasanya ada bug pada Google Plus API yang memungkinkan data pengguna bisa bocor ke pihak ketiga.

Alhasil, usai laporan tersebut beredar, Google langsung memberikan konfirmasi dan penjelasan yang lebih rinci melalui blog resmi mereka.

Dan uniknya, ternyata bug tersebut sudah diketahui oleh Google. Bahkan, mereka sudah menanganinya sendiri pada bulan Maret 2018 lalu.

Lantas, mengapa Google bungkam?

Berdasarkan penjelasan Google, mereka sengaja bungkam atau memilih tidak menginformasikannya kepada para pengguna, karena Google merasa tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan.

Aplikasi Gagal Google Lainnya

Google Plus sudah masuk ke dalam kategori aplikasi media sosial gagal, karena keberadaannya kurang menarik minat para pengguna.

Selain Google Plus, Google juga memiliki aplikasi lain atau yang lebih tepatnya produk keluaran mereka yang gagal merebut hati para pengguna.

Apa saja itu?

Dilansir dari Business Insider ada 5 produk keluaran Google yang gagal merebut hati para pengguna. Dan ke-5 produk tersebut adalah:

1. Google Lively4. Google Video
2. Google Glass5. Google Nexus Q
3. Google Buzz* Google Plus

Kesimpulan

Kasus Google Plus bakal tutup ini, nampaknya menjadi momentum bagus bagi Google, karena setelah kabar ini menyeruak, mereka akan membuat kontrol data pribadi yang lebih ketat atas akses pihak ketiga.

Jika melihat banyaknya data yang bocor dari beberapa aplikasi media sosial yang terjadi akhir-akhir ini, mungkin langkah terbaik yang bisa diambil adalah berhenti atau istirahat sejenak dari bermain media sosial.

Baca: Inilah Aplikasi Media Sosial Gagal yang Terancam Punah

Awalnya, mungkin akan terasa berat ketika Anda tidak bermain media sosial. Namun ketahuilah, setelah kebiasaan itu berjalan beberapa hari, Anda akan merasakan kenikmatan tanpa bermain media sosial.


Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *