Internet

Inggris Gunakan 5G Huawei, AS Minta Pengkajian Ulang

AS telah melobi negara-negara yang ada di seluruh dunia, khususnya negara-negara yang menjalin kerja sama dengan mereka untuk tidak menggunakan teknologi 5G dari Huawei. Alasannya, raksasa telekomunikasi China itu diduga mampu melakukan aksi spionase.

Meski klaim AS sampai saat ini belum terbukti, beberapa negara sudah ada yang memblokir Huawei seperti Australia dan Selandia Baru. Meskipun begitu, beberapa negara tetap ada yang menjalin kerja sama dengan Huawei atau membuka diri untuk bekerja sama dengan perusahaan pimpinan Ren Zhengfei tersebut.

Inggris Juga Akan Gunakan 5G Huawei

Sebelumnya, beberapa negara sudah ada yang menyatakan siap bekerja sama dengan Huawei dalam pengadaan 5G seperti Malaysia dan juga Brasil. Bahkan Malaysia melalui Mahathir Mohamad mengaku tidak takut dengan ancaman spionase karena Malaysia hanya negara kecil yang tidak akan memberi efek apa pun kepada bisnis Huawei yang jauh lebih maju.

Adapun untuk Brasil, mereka mengaku tidak ingin urusan negaranya dicampuri oleh pihak asing. Dalam salah satu pernyataannya, Brasil telah mengindikasikan bahwa mereka tidak akan mentolerir tekanan apa pun dari AS terkait apakah mereka mengizinkan Huawei untuk berpartisipasi dalam proses penawaran 5G-nya atau tidak.

Usai Malaysia dan Brasil, negara yang terang-terangan akan menggunakan 5G Huawei adalah Inggris. Bahkan Boris Johnson selaku Perdana Menteri Inggris menjamin akan melibatkan Huawei Technologies dalam pengembangan jaringan 5G di negaranya.

Namun Huawei hanya akan menggarap infrastruktur non-sensitif. Huawei hanya akan dillibatkan pada 35 persen proyek pengembangan berisiko tinggi saja, dan akan dikecualikan untuk proyek pemrosesan data dan pembangunan infrastruktur untuk lokasi penting seperti situs nuklir dan pangkalan militer.

Baca juga: AS Larang Negara Lain Gunakan 5G Huawei, Malaysia Justru Pakai

AS Minta Pengkajian Ulang

Keputusan Inggris untuk melibatkan Huawei di proyek 5G-nya membuat Negeri Paman Sam meradang. Hasilnya, mereka meminta Inggris untuk melakukan pengkajian ulang terhadap keputusan yang sudah dibuat.

“Ada kesempatan bagi Inggris untuk melihat kembali saat bergerak maju. Kami akan memastikan informasi Amerika melewati jaringan yang kami yakini terpercaya. Pandangan kami terhadap Huawei: memasukkannya ke dalam sistem Anda menciptakan risiko nyata,” ujar Mike Pompeo selaku Menlu AS seperti yang dikutip dari Reuters, Jum’at (07/02/20).

Baca juga: Ikuti Malaysia, Brasil Buka Peluang Kerja Sama dengan Huawei

Masukan yang diberikan pemerintah AS untuk pengkajian ulang nampaknya tidak digubris oleh Inggris mengingat sampai saat ini belum ada pernyataan resmi jika mereka telah menutup peluang kerja sama dengan Huawei.

Keputusan yang dibuat Inggris sendiri cukup menyesakkan bagi AS. Pasalnya, klaim Huawei bisa melakukan aksi spionase benar-benar tidak dipercaya oleh negara-negara sekutu maupun non-sekutu. Inggris adalah salah negara sekutu yang tidak mempercayai klaim AS karena memang tidak terbukti.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close