Kota Paling Ramah Lingkungan di Dunia

10 Kota Hijau dan Paling Ramah Lingkungan di Dunia yang Mungkin Ingin Anda Kunjungi

Ada banyak kota di dunia yang berambisi besar menjadi kota paling ramah lingkungan di dunia. Mereka menanam ribuan pohon, mengandalkan sumber energi yang bisa diperbaharui, menyediakan fasilitas sepeda dan mobil listrik, serta berusaha keras melindungi ekosistem alami mereka.

Berikut adalah daftar kota modern yang sangat peduli dengan lingkungan, yang seharusnya bisa menjadi contohkota – kota di Indonesia, terutama kota besar seperti Jakarta.

10 kota paling ramah lingkungan di dunia

  1. Singapura

Singapura mendapat julukan sebagai negara dan kota paling ramah lingkungan di Asia. Banyak yang menganggap bahwa ini dimulai dari dedikasi Perdana Menteri Lee Kuan Yew untuk menjadikan Singapura sebagai tujuan wisata ramah lingkungan.

Sejak pemerintahan Perdana Menteri Lee Kuan Yew, mulai muncul hotel ramah lingkungan, taman vertikal di gedung perkantoran, serta pembangunan taman kota seperti Gardens by the Bay.

Pemerintah Singapura juga membuat berbagai peraturan untuk memastikan kebersihan, keamanan, dan kesehatan penduduknya.

Seperti: denda besar untuk yang membuang sampah sembarangan, merokok hanya boleh di tempat tertentu, larangan merusak fasilitas umum, sampai aturan paling unik yaitu mencekal permen karet.

  1. Amsterdam, Belanda

Loading...

Amsterdam menempati posisi 5 sebagai kota paling ramah lingkungan di Eropa menurut European Green City Index. Sejak tahun 2009, pemerintah kota Amsterdam memulai proyek “Kota Pintar Amsterdam” yang bertujuan mengurangi emisi karbon dioksida, dan menghemat energi.

Untuk mencapai tujuannya, pemerintah kota membuat kebijakan daur ulang sampah, peningkatan fasilitas bus, dan mendukung penggunaan mobil listrik dengan membangun lebih dari 300 stasiun isi ulang untuk mobil listrik di kota Amsterdam.

Sumber energi yang digunakan warga Amsterdam umumnya berasal dari instalasi panel surya dan turbin angin skala kecil. Mayoritas warganya memasang sistem energi efisien di rumah mereka untuk menghemat penggunaan energi listrik.

Amsterdam dikenal juga sebagai kota sepeda dengan ratusan pengguna sepeda memenuhi kota setiap hari, terdapat banyak tempat parkir khusus sepeda dan jalan khusus pengguna sepeda di sekeliling kota.

  1. Stockholm, Swedia

Stockholm menjadi kota pertama yang mendapat penghargaan kota paling ramah lingkungan dari European Green Capital di tahun 2010.

Stockholm bahkan memiliki visi menjadi kota bebas bahan bakar fosil sebelum tahun 2050, dengan cara fokus pada produksi biogas untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Sepertiga dari luas kota Stockholm merupakan ruang hijau, dan memiliki 12 taman kota yang luas. Pemerintah kota mendukung penuh warganya untuk membangun ruang hijau di lingkungan mereka.

Kota ini juga memiliki sistem transportasi kota yang bersih, dan ratusan stasiun sepeda.

  1. Helsinki, Finlandia

Helsinki merupakan gabungan dari lebih 310 pulau. Sebagian dari pulau-pulau itu terkenal memiliki pemandangan pantai yang menakjubkan dan ramah lingkungan. Warga Helsinki mengaku puas dengan kualitas udara di Helsinki.

Faktor yang membuat udara di Helsinki berkualitas baik adalah penggunaan sumber energi yang bisa diperbaharui, dan proses daur ulang tingkat tinggi. Semua hal itu tidak hanya bisa mengurangi polusi, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan energi di kota ini.

Selain itu, mayoritas warga kota Helsinki lebih memilih berjalan kaki atau mengendarai sepeda sebagai alternatif transportasi.

  1. Reykjavik, Islandia

Ibu kota Islandia ini berukuran relatif kecil dan dihuni oleh sekitar 115.000 orang. Walau begitu, Reykjavik memiliki sistem pemanas geo-thermal terbesar di dunia, yang digunakan sebagai sumber energi untuk memenuhi 100% kebutuhan listrik kota Reykjavik.

Selain itu, sistem pemanas geo-thermal bisa memenuhi kebutuhan air panas untuk mayoritas warga kota. Air panas penting karena Reykjavik bersuhu dingin sepanjang tahun.

Penggunaan geo-thermal juga membuat Reykjavik bebas dari emisi karbon dioksida berlebihan. Membuat kota ini memiliki udara yang bersih.

  1. Kopenhagen, Denmark

Kopenhagen telah mendapatkan banyak penghargaan di bidang lingkungan, karena komitmen mereka dalam menerapkan efisiensi energi.

Tidak cukup sampai di situ, Kopenhagen bahkan berusaha untuk menjadi kota bebas karbon dan mewujudkan kota paling ramah lingkungan sebelum tahun 2025.

Setengah dari jumlah warga Kopenhagen lebih memilih mengendarai sepeda dibanding mobil. Hal ini karena Kopenhagen memiliki infrastruktur pendukung pengendara sepeda terbaik.

Gedung-gedung di kota Kopenhagen dilengkapi dengan panel surya, jendela, dan sistem pemanas yang ramah lingkungan. Kota ini dikenal pula dengan praktek recycle yang mereka terapkan.

Praktek ini telah berhasil mengurangi konsumsi energi dan polusi di Kopenhagen.

  1. Vancouver, Kanada

Pemerintah dan warga kota memiliki ambisi untuk menjadikan Vancouver sebagai kota paling hijau di dunia sebelum tahun 2020.

Untuk mencapai ambisi menjadi kota paling ramah lingkungan, mereka berencana menanam lebih banyak pohon, meningkatkan kualitas udara dan air.

Selain itu juga mempromosikan produk pangan lokal, meningkatkan proses daur ulang di kota Vancouver, serta menggunakan sumber energi pembaharuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida.

Sejauh ini, 93% kebutuhan listrik kota telah bisa dipenuhi menggunakan energi hydroelectric yang bisa diperbaharui.

Infrastruktur pendukung sepeda telah banyak dibangun. Jumlah mobil listrik beserta stasiun isi ulangnya juga semakin bertambah setiap tahun.

  1. Kuritibia, Brazil

Kota Kuritibia di sebelah selatan Brazil memiliki tata kota yang ramah lingkungan. Terdapat sekitar 30 taman dan hutan urban di kota ini, dengan luas total 400 kilometer persegi. Salah satu taman kota Kuritiba menjadi rumah bagi lebih dari 350.000 spesies tanaman.

Ruang hijau yang super luas ini berhasil menyejukkan kota dan membuat kualitas udara menjadi lebih baik. Pemerintah kota Kuritibia melindungi ruang hijau dengan cara menerapkan hukuman tegas bagi pelaku illegal logging.

Kuritibia memiliki rute sepeda yang terawat dan sistem transportasi yang efisien. Sehingga mayoritas warganya lebih memilih naik bus umum daripada mobil pribadi. Hal ini berhasil mengurangi emisi karbon dioksida di kota Kuritibia.

  1. San Francisco, Amerika Serikat

kota paling ramah lingkungan

Faktor penting yang membuat San Francisco jadi kota paling ramah lingkungan di Amerika adalah kebijakan recycle tingkat tinggi.

Sampah dari rumah warga dan tempat lain tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir, melainkan langsung dibawa ke tempat recycle. Pemerintah kota bahkan berambisi menjadikan San Francisco kota tanpa sampah sebelum tahun 2020.

Mereka juga pernah mencekal penggunaan kantong plastik non-biodegradable tahun 2007. Dalam waktu dekat, pemerintah kota berencana akan mengandalkan tenaga surya, tenaga angin, tenaga hydro-Geothermal, dan biofuel sebagai sumber energi di kotanya.

Terdapat banyak sarana pendukung ramah lingkungan di San Francisco, seperti: taman kota, alat transportasi listrik, komunitas sepeda, dan komunitas ‘berbagi tumpangan’ yang bisa menghemat uang serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

  1. Republik Palau

Kota Paling Ramah Lingkungan di Dunia
Koror palau typical weather – wikimedia.org

Republik Palau terletak di sebelah utara Samudera Pasifik, serta memiliki lebih dari 200 gunung api dan pulau karang. Negara ini dianggap sebagai surga tropis karena keindahan alamnya.

Air laut sebening kristal, pantai alami, hutan yang memenuhi kepulauan, lengkap dengan daya tarik ekosistem lautnya.

Palau telah menjadi contoh bagi negara tetangganya sebagai destinasi wisata ramah lingkungan, dengan cara menerapkan kebijakan pariwisata ramah lingkungan, melindungi ekosistem fauna, serta melindungi terumbu karang di negara kepulauan mereka.

Palau tidak ingin menjadi seperti Maldives atau Seychelles sebagai Destinasi Wisata Dunia ini Diperkirakan Akan Segera Menghilang karena terancam kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan ekosistem.

Jadi, kapan kota-kota di Indonesia bisa jadi kota paling ramah lingkungan?


Loading...

Bagikan

Penulis

Reha Wijaya
Reha Wijaya
Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.
Reha Wijaya

Penulis

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *