main saham

Jurusan Ekonomi Main Saham Bisa Rugi Juga Kalau Tidak Punya Modal Ini!

Melihat judulnya saja: Jurusan Ekonomi Main Saham Bisa Rugi Juga Kalau Tidak Punya Modal Ini!, maka munngkin sebagian Anda mengira bahwa saya sedang meng-under estimate golongan tertentu. Tapi sebenarnya tidak, ini hanya sedikit pencerahan buat teman-teman yang baru mengenal dunia trading saham.

Semenjak BEI gencar mempromosikan slogan ‘Yuk Nabung Saham!” bisa dibilang dunia saham di tanah air mulai mendapat perhatian yang besar dari masyarakat. Tanpa kecuali orang-orang yang sebenarnya sangat paham dengan ilmu ekonomi tapi belum tertarik sebelumnya, juga mulai masuk di pasar saham.

Ya, apa lagi kalau bukan para lulusan jurusan Ekonomi yang ahli hitung-hitungan dan rasio keuangan yang ‘njelimet.

Nah, di artikel kali ini saya, Zulbiadi Latief, yang sudah lama berkecimpung sebagai analis saham ingin sedikit memberikan pencerahan buat teman-teman. Khususnya yang baru mulai trading saham bahwa jurusan ekonomi main saham bisa rugi juga kalau tidak punya modal ini!

Ini itu maksudnya apa?

Yang saya maksud adalah PENGALAMAN.

Sesimpel itukah jawabannya? Iya, tapi pengalaman yang dimaksud bukan sekedar melakukan jual beli saham saja, tapi bagaimana memahami dengan baik kondisi dan karakter pasar saham di Indonesia

Di berbagai kesempatan saya sering memberi wejangan bahwa sebenarnya modal ilmu yang dimiliki seorang trader porsinya hanya 20% saja, selebihnya 80% nya adalah pengalaman.

Loading...

Karena pengalaman sendiri sebenarnya bagian dari ilmu juga, hanya saja sudah bersinggungan dengan fakta di lapangan. Jadi lebih tepat dijadikan sebagai modal trading saham yang katanya saham itu investasi yang ‘high risk, high return’.

Baca juga6 Jenis Investasi yang Sangat Cocok untuk Dijalankan Anak Muda

Oke, lebih jelasnya mari kita rinci apa saja modal pengalaman yang dibutuhkan bagi seorang trader saham pemula untuk bisa berhasil dalam main saham.

Inilah Modal Main Saham dari PENGALAMAN

Menjadi seorang investor saham maka yang ‘dilawan’ bukan saham dan perusahaannya saja kalau-kalau sahamnya turun dan membuat Anda rugi banyak. Tapi ada banyak faktor yang harus jeli dianalisa agar kita terhindar dari kerugian dan bisa menghasilkan imbal hasil investasi yang konsisten.

Jika Anda sudah belajar cara bermain saham dari artikel yang sudah saya posting, maka langkah selanjutnya adalah memperhatikan beberapa hal pentin gjika ingin sukses dalam investasi saham.

Nah, berikut adalah yang harus diperhatikan oleh trader…

1. Timing transaksi saham yang tepat

Bicara soal timing maka ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu trendline dan kondisi bullish dan bearish saham.

Memang betul bahwa beli saham sebaiknya menghitung dulu harga wajar dari saham tersebut, yakni Price to Earnings Ratio (PER)nya atau Price to Book Value (PBV)nya atau yang dikenal juga dengan istilah ‘nilai buku’ dari perusahaan tersebut.

Hanya saja, menurut saya sebenarnya itu baru mentahnya saja. Kondisi pasarlah yang selanjutnya ‘memainkan’ perannya pada harga saham tersebut.

Saya pribadi lebih memilih aliran value investing, tapi fakta dilapangan membuktikan bahwa ‘tidak ada jaminan bahwa saham yang sudah murah tidak akan berlanjut turun lagi’. Jika demikian adanya maka paham timing transaksi memang harus dimiliki oleh setiap investor saham.

Adapun maksud dari trendline ini maka investor harus bisa mengenali apakah harga saham dalam keadaan bearish, sideways atau bullish. Jika ternyata bullish, maka barulah boleh mulai mengoleksi sahamnya.

Sedangkan untuk istilah bearish dan bullish maka seorang investor harus belajar analisa teknikal dalam membaca candlestick dari grafik harga saham saat ini.

2. Arah pergerakan IHSG

Pergerakan IHSG memang efek dari pergerakan harga saham secara umum, terutama pada saham dengan kapitalisasi pasar yang besar.

Namun, terkadang ada saham juga, walau dari sisi fundamentalnya masih bagus, juga bisa saja turun karena pengaruh IHSG yang juga sedang dalam keadaan downtrend.

Nah, maksud saya, jika anda sudah membeli saham tertentu atau mungkin baru mau membeli sahamnya maka perhatikan dulu IHSGnya bagaimana, apakah lagi downtrend atau uptrend. jika ternyata lagi downtrend atau cenderung turun maka sebaiknya hindari dulu sahamnya an wait and see dulu aja.

3. Gejolak ekonomi makro dan global

Sering kali di pasar saham indeks saham maupun saham tertentu bisa terjun bebas harganya karena adanya sentiment negative yang muncul, entah itu karena faktor ekonomi makro atau pun global.

Jika keadaan tersebut terjadi, maka ada baiknya untuk menahan dana anda dulu sampai keadaan membaik. Atau, bisa juga kalau ada saham yang anjlok gara-gara kondisi tersebut maka bisa juga jadi momentum untuk mulai mengoleksi sahamnya, tapi selama harganya memang sudah murah dan fundamentalnya masih mendukung.

4. ‘Permainan’ pemodal besar

Dalam dunia saham, orang yang punya modal besar sering disebut Band4r, tapi bukan Band4r jud1* maksudnya.
Khusus poin ini, saya menghimbau untuk menghindari bermain di saham gorongan yang mudah dimainkan oleh mereka.

Salah satu ciri saham gorengan adalah votalitasnya yang tinggi yang bisa naik turun dalam waktu singkat dan pergerakannya tidak stabil.

Jika belum punya pengalaman yang cukup, saya sarankan bermainlah di saham bluechip yang lebih aman.
Menurut saya 4 faktor di atas adalah yang paling dominan dalam mempengaruhi pergerakan suatu saham. Tidak peduli harga sahamnya yang sudah sangat murah, kalau ‘masuknya’ salah maka kita masih bisa rugi juga.

Dan untuk bisa memahami dengan baik faktor-faktor tersebut, maka yang dibutuhkan sama sekali bukan dari membaca buku saja, tapi pengalaman bergelut di pasar saham.

Menurut hemat saya, seorang trader saham pemula baru akan tau bagaimana sebenarnya main saham yang tepat kalau dia sudah memiliki jam terbang transaksi saham minimal 2 tahun.

Dan dalam 2 tahun tersebut, dia tidak hanya melakukan transaksi saja, tapi juga melakukan analisa berkali-kali dan melakukan pengamatan pada gejolak pasar. Setelah itu maka barulah ia akan punya modal pengalaman yang cukup untuk bisa dikatakan sebagai trader yang mapan.

Jadi itulah modal main saham dari pengalaman yang saya maksud, semoga bisa jadi pelajaran dan anda semakin sukses bermain saham. Amin!

Profil:
  • Nama : Zulbiadi Latief
  • Tempat Tinggal : Semarang
  • Pekerjaan : Analis Saham Syariah
  • Hobi : Menulis dan menganalisa saham
  • Blog : Analis.co.id


Loading...


Bagikan

Penulis

Jesica Putri
Jesica Putri
Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"
Jesica Putri

Penulis

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *