Internet

Sempat Diusik, Posisi CEO Jack Dorsey Masih Aman

Cuitan Jack Dorsey yang mengatakan ingin tinggal selama tiga hingga enam bulan di Afrika benar-benar menyulut emosi investor. Hasilnya, pendiri Twitter itu pun langsung mendapatkan ancaman akan dilengserkan dari kursi CEO.

Jack Dorsey yang mengetahui posisinya rawan tergusur, akhirnya memilih untuk membatalkan rencananya untuk tinggal di Afrika selama tiga sampai enam bulan. Selain alasan virus Corona yang masih merebak, upaya pelengserannya juga menjadi alasan utama mengapa ia membatalkan perjalanan ke Afrika.

Baca juga: Jabatannya Diusik, Jack Dorsey Tunda Perjalanan ke Afrika

Posisi CEO Jack Dorsey Masih Aman

Diansir dari CNBC, Rabu (11/3/2020), posisi Jack Dorsey dipastikan masih aman setelah pihak perusahaan mencapai kesepakatan dengan perusahaan investasi Silver Lake dan Elliott Management yang menyatakan bahwa tidak ada perubahan pada peran Jack Dorsey.

Kesepakatan antara pihak Twitter dengan perusahaan investasi disampaikan pada Senin kemarin. Kesepakatan yang sudah terjalin sendiri akan memberikan Silver Lake dan Elliott kursi di dewan Twitter dan termasuk pendanaan untuk program pembelian kembali saham senilai USD2 miliar.

Nantinya, Egon Durban selaku wakil dari Silver Lake dan Jesse Cohn dari Elliott Management akan ditunjuk sebagai jajaran dewan di Twitter. Pihak Twitter mengungkapkan, kehadiran kedua orang tersebut akan membantu perusahaan mencari direktur independen baru ketiga dengan keahlian teknologi dan kecerdasan buatan.

Baca juga: Peluang Jack Dorsey Lengser dari Kursi CEO Semakin Besar

Mengganti pucuk pimpinan bukanlah sesuatu yang sepele. Twitter sendiri pernah dipegang oleh orang luar atau non-pendiri, yakni Dick Costolo dalam periode 2010 hingga 2015. Namun di tangan Costolo, Twitter justru tidak mengalami perkembangan.

Hasilnya, sang pendiri pun menjabat posisi CEO di tahun 2015. Berdasarkan laporan dari Social Media Today, perlahan namun pasti Jack Dorsey mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih baik, terlepas dirinya yang masih memiliki banyak kekurangan sebagai pemimpin tertinggi di media sosial berlambangkan burung tersebut.

Untuk saat ini, posisi CEO Dorsey memang masih aman. Namun untuk ke depannya, posisi Dorsey masih tetap rawan terlebih lagi dirinya saat ini memegang dua kendali perusahaan, yakni Twitter dan Square. Peran Dorsey yang memegang dua perusahaan sekaligus juga menjadi salah satu alasan mengapa ia terancam dilengserkan karena Dorsey dianggap tidak bisa membagi fokusnya.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close