Internet

WeWork Selamat dari Kebangkrutan, Alex Neumann Pun Ditendang

Softbank Jadi Penguasa WeWork

WeWork adalah startup yang bergerak di layanan berbagi ruang kantor atau yang lebih dikenal dengan co-working space. Dalam beberapa bulan terakhir ini, pemberitaan tentang WeWork begitu marak, karena startup tersebut terancam kebangkrutan.

Baca juga: Bukan Hanya Bukalapak, Startup Unicorn Ini Juga PHK Karyawannya

Namun, Softbank selaku investor WeWork tidak tinggal diam dan menyelamatkan perusahaan co-working space tersebut setelah mereka kembali melepaskan dananya ke WeWork sebesar 6,5 miliar dolar AS.

WeWork Selamat, Neumann Pun Ditendang

Uang yang dikeluarkan Softbank untuk WeWork sudah miliaran dolar jumlahnya. Sebagai investor yang tidak ingin merugi dalam investasi, mereka pun mau tak mau harus menyuntikkan dana lagi ke perusahaan yang didirikan oleh Adam Neumann itu agar investasi tidak sia-sia.

Dulu, saham Softbank di WeWork berada di angka 30 persen saja. Namun kini, saham Softbank di WeWork justru meroket hingga 80 persen setelah suntikan dana yang baru saja mereka lakukan. Softbank pun saat ini menjadi pemilik saham mayoritas, dan WeWork sudah bisa mereka kendalikan sepenuhnya.

Adam Neumann yang sebelumnya menjabat CEO, sekaligus pemegang saham di WeWork juga harus lengser. Semenjak mengalami ancaman kebangkrutan, hubungan Neumann dengan Softbank memang memburuk. Hasilnya, Neumann pun harus ditendang dari perusahaannya sendiri karena dianggap tidak becus mengurusi WeWork.

Meski tak lagi di WeWork, Neumann akan menerima bayaran sebesar 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp28,3 triliun atas kepergiannya. Ketika masih menjabat CEO di WeWork, Neumann juga diketahui bergaya hidup mewah yang sedikitnya berpengaruh kepada tata kelola perusahaan.

WeWork Akan Jadi Anak Perusahaan Softbank?

Meski saat ini menguasai kepemilikan WeWork, Softbank ternyata tidak memiliki niat untuk menjadikan WeWork sebagai anak perusahaan Softbank. Masayoshi Son mengatakan jika pihaknya akan menjadikan WeWork sebagai rekanan saja. Dilansir dari AFP, Marcelo Claure selaku perwakilan Softbank akan menduduki posisi executive chairman WeWork.

Kasus yang menimpa WeWork ini sangat layak untuk dijadikan sebuah pelajaran di mana strategi bakar-bakar duit tidak selamanya menjanjikan. WeWork sendiri terancam pailit karena strategi bakar duit yang mereka lakukan di mana perusahaan tersebut memilih memberikan diskon besar-besaran kepada para pelanggannya untuk strategi bisnis.

Namun, strategi bisnis dengan cara bakar-bakar duit yang dilakukan WeWork itu ternyata justru menjadi awal petaka, karena pada tahun 2018, strategi tersebut membuat perusahaan mencatatkan kerugian hingga 2,8 miliar dolar AS. Kerugian perusahaan pun berlanjut di kuartal pertama tahun 2019 menjadi 900 juta dolar AS.

Baca juga: Dulu Kaya Raya, Sekarang Elizabeth Holmes Makin Merana

Kasus WeWork ini bisa membuat para investor berpikir dua kali untuk mengelontorkan dana besarnya ke beberapa startup, karena jika startup yang statusnya unicorn saja bisa kelimpungan lantaran tidak bisa mengatur dana yang begitu besar, apalagi startup yang statusnya masih di bawah.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close