Internet

WHO Punya Pedoman Baru Terkait Penggunaan Masker

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jum’at lalu (5/6/20), telah mengumumkan pedoman baru terkait penggunaan masker, yaitu siapa-siapa saja yang harus mengenakan masker selama pandemi COVID-19, dan di mana mereka harus memakainya.

WHO memang kerap mengubah pedomannya selama masa pandemi berlangsung. Namun terkait penggunaan masker ini, kebanyakan negara juga sudah mewajibkannya jauh sebelum WHO mengeluarkan pedomannya, dan salah satu negara yang mewajibkan penggunaan masker adalah Indonesia.

Baca juga: Tembus 2 Ribu Lebih Kasus, Pemerintah Wajibkan Penggunaan Masker

Ini Pedoman Baru Penggunaan Masker WHO

Seperti yang dilansir dari Vox, (9/6/20), WHO mewajibkan semua orang untuk mengenakan masker ketika mereka berada di tempat-tempat yang kemungkinan virus bisa menyebar seperti keramaian, serta tempat-tempat yang social distancing sulit untuk diterapkan.

WHO juga mengungkapkan bahwa orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas atau memiliki penyakit harus mengenakan masker medis dalam situasi yang sudah disebutkan, yaitu tempat-tempat yang ramai, serta tempat-tempat yang social distancing sulit untuk diterapkan.

Meski mewajibkan penggunaan masker, WHO melalui Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Direktur Jenderal menekankan bahwasanya masker tidak akan bisa melindungi dari paparan COVID-19. Menurutnya, penggunaan masker tanpa rajin mencuci tangan, serta menerapkan social distancing akan sangat percuma.

Apa yang disampaikan Tedros diperkuat oleh pernyataan Michael Ryan, seorang ahli epidemiologi penyakit menular dan Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO yang mengatakan masker hanya akan mengurangi kemungkinan seseorang untuk menulari orang lain.

Meski penggunaan masker tetap membuka peluang seseorang terinfeksi, setidaknya hal yang demikian itu jauh lebih baik ketimbang tidak mengenakan masker sama sekali. Berdasarkan studi kesehatan, penggunaan masker bisa menurunkan risiko penularan sebesar 14 persen lebih rendah ketimbang yang tidak mengenakan masker.

Terkait pedoman baru yang dikeluarkan oleh WHO ini, yang mewajibkan penggunaan masker untuk orang-orang mendapatkan kritik dari sebagian kalangan. Menurut para pengkritik, pedoman baru WHO tersebut sangat lamban sekali untuk dikeluarkan.

Alasannya, di saat kasus COVID-19 di beberapa negara mengalami lonjakan tajam dan sudah memakan banyak korban, WHO baru mewajibkan penggunaan masker, yang di mana kebijakan tersebut telah lebih dulu diterapkan oleh banyak negara.

Baca juga: CDC: Gunakan Masker Kain, Jangan Masker Medis

Namun sebagian kalangan juga mendukung kebijakan telat WHO. Menurut mereka, WHO mengeluarkan kebijakan tidak asal. Artinya, WHO harus membuat riset terlebih dahulu sebelum menyampaikan kebijakan yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman oleh publik dunia.


Loading...

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close