Peluang usahaUlasan Bisnis

Sensasi Kuliner Jumbo, Bakso Kerikil Jahanam Cak Minto

Bakso Kerikil Jahanam – Bakso merupakan salah satu kuliner yang paling populer di Indonesia. Meskipun kebanyakan penjual bakso menjajakan menunya di warung-warung kecil, tetapi tetap saja hampir semua orang mengenal bakso dan bahkan menjadi menu favorit. Baik orang yang ekonominya rendah hingga yang kaya sekalipun, banyak yang menggemari menu sederhana ini. Karena terbilang sederhana dan dapat disantap kapan saja, bakso dapat dijadikan opsi untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Awalnya bakso berasal dari China yang memiliki bahan dasar daging babi. Tetapi karena mayoritas warga negara Indonesia adalah muslim, kemudian bakso Indonesia diolah dengan mengguunakan berbagai dagng halal. Ada yang membuat bakso dar daging sapi, daging ayam, dan bahkan ikan. Nama baksonya pun berbeda-beda di setiap warung.

Bicara tentang bakso, kali ini penulis akan memberikan informasi unik yang menginspirasi tentang kuliner ini. Adalah Bakso Kerikil Jahanam, kuliner dengan ukuran jumbo yang sempat menghebohkan daerahnya.

Bakso Kerikil Jahanam H. Minto

Warung Bakso Kerikil Jahanam didirikan oleh H. Minto di Kota Santri, Pasuruan, Jawa Timur. Tepatnya di Jl. Mukibat 2 Purwosari. Meskipun namanya bakso kerikil namun ukuran bakso ini tidak sekecil kerikil, melainkan sebaliknya.
Hampir setiap hari, warung H. Minto penuh diserbu oleh orang-orang dari berbagai kalangan yang penasaran dengan kuliner bakso jumbo ini. Untuk memberi ragam dan menarik para pembeli, H. Minto sengaja membuat ukuran bakso yang berbeda dengan bakso-bakso lainnya.

bakso jumbo
Bakso Kerkil Jahanam via http://www.radar-x.net

Ada tiga porsi bakso yang dapat ditawarkan kepada peminat di warung H. Minto ini, yaitu porsi kenyang banget, porsi kenyang seumur hidup, dan porsi kenyang dunia akhirat.

Porsi-porsi tersebut berurut sesuai dengan ukuran bakso. Harganya pun terbilang murah, hanya dibanderol dengan harga Rp.10.000 hingga Rp.50.000 per porsinya.

Ukuran bakso yang jumbo dan bahkan ada yang melebihi ukuran mangkuk menjadi sensasi tersendiri untuk para pembelinya, terutama dari kalangan pencinta kuliner bakso.

Meskipun pembeli cukup banyak dan harus antri menunggu giliran, namun tidak jarang pembeli yang kemudian terpuaskan dan kembali lagi untuk menyantap bakso jumbo ini.

Loading...

Asal Usul Bakso Kerikil Jahanam

Awalnya warung bakso yang H. Minto di dirikan hanya menyediakan porsi bakso biasa. Tetapi karena ada seorang teman dari H. Minto memesan bakso yang berukuran besar, jadi dia memenuhi pesanannya.

Karena setelah temannya menyantap bakso buatan H. Minto dan memberikan komentar yang positif, kemudian H. Minto berinisiatif untuk menjual bakso berukuran besar di warungnya.

Satu per satu pengunjung datang dan memesan Bakso Kerikil Jahanam H. Minto. Kemudian kabar dari mulut ke mulut tentang bakso ini mulai menyebar dan alhasil dikenal oleh banyak orang, bahkan banyak pula orang luar seperti Surabaya, Malang, Mojokerto, Sidoarjo dan juga Probolinggo rela mampir ke warung Bakso Kerikil Jahanam di Pasuruan ini sekedar untuk merasakan sensasi memakan bakso jumbo karya H. Minto.

Omset 12 juta perhari

Dengan inovasinya itu, omset warung H. Minto pun meroket berkat Bakso Kerikil Jahanam. Yang awalnya hanya 3 kg daging untuk penjualan baksonya, kini warung H. Minto dapat menghabiskan 2 kwintal daging per harinya untuk melayani pemesanan.

H. Minto berhasil meraup omset sekitar 12 juta per harinya. Meskipun warung ini terbilang sederhana yang berada pemukiman penduduk, tetapi Warung Bakso Kerikil Jahanam ini menyedikan tempat bagi pembeli untuk mengabadikan foto bersama gambar pemilik dan juga baksonya.

Menurut para konsumen setianya, pembeli akan merasakan kenyang selama 25 jam setelah memakan bakso H. Minto ini. Terdengar aneh, tapi bagi anda penggemar bakso tidak ada salahnya mencoba bakso jumbo ini ketika melewati Pasuruan.

Referensi lain : Desa Wae Rebo Flores, Desa di Atas Awan Yang Eksotis

Demikian informasi yang dapat penulis sampaikan. Semoga bermanfaat bagi pembaca, terutama pencinta bakso maupun penjual bakso bingung dengan omsetnya tidak kunjung meningkat.



Loading...

Tags
Baca selengkapnya

"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah." -Pramoedya Ananta Toer- Email: [email protected] IG: @arifa_nida

Artikel terkait

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *