Internet

Dom Hofmann Luncurkan Penerus Vine, Namanya Byte

Persaingan aplikasi video yang berdurasi pendek nampaknya akan semakin marak dan ketat setelah muncul berbagai macam aplikasi yang ingin merebut dominasi TikTok. Setelah Facebook resmi meluncurkan Lasso, kali ini pemain baru juga sudah muncul.

Pemain baru yang dimaksud adalah Byte, sebuah platform video berdurasi pendek yang dibuat oleh Dom Hofmann selaku pendiri Vine. Saat ini, Byte sudah resmi hadir di toko aplikasi, baik itu di Google Play Store maupun Apple App Store.

Baca juga: Aplikasi Lasso, Aplikasi Pesaing TikTok yang Resmi Diluncurkan

Sekilas Tentang Byte

Byte adalah aplikasi yang memungkinkan para pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek selama enam detik. Sayangnya, tidak ada yang mencolok dari aplikasi Byte di mana aplikasi ini hanya menawarkan fitur media sosial standar sebagaimana media sosial pada umumnya seperti profil, feed, pemberitahuan, dan opsi untuk menjelajahi kiriman orang lain.

Meski digadang-gadang menjadi pesaing TikTok, Byte terlalu jauh untuk bisa menyaingi media sosial asal China tersebut karena Byte masih meluncur dengan ala kadarnya. Dibandingkan dengan TikTok, ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok.

Perbedaan Byte dengan TikTok adalah aplikasi buatan Dom Hofmann itu benar-benar meluncur dengan ala kadarnya seperti yang sudah disebutkan di mana Byte hadir tanpa adanya fitur remix dan juga filter AR. Namun sisi keunggulan Byte dibandingkan TikTok adalah Byte ingin membantu para penggunanya untuk menghasilkan uang melalui program mitra yang akan segera diluncurkan.

Baca juga: Saingi TikTok, Instagram Tambahkan Fitur Reels di Stories

Byte Adalah Penerus Vine

Sekedar informasi, pada 2012 lalu, aplikasi baru yang bernama Vine sukses menarik minat para penggunanya. Vine sendiri sama seperti Byte di mana platform tersebut memungkinkan para pengguna untuk merekam video pendek yang kemudian berulang hingga enam detik.

Usai meraup banyak pengguna yang saat itu puncaknya berhasil mengumpulkan sebanyak 200 juta pengguna dalam sebulan, Vine kemudian diakuisisi oleh Twitter pada tahun 2012. Namun di bawah kendali Twitter, Vine justru mengalami penurunan jumlah pengguna hingga akhirnya dimatikan pada tahun 2016.

Meski aplikasi yang didirikannya telah lama dimatikan, Dom Hofmann selaku pendiri Vine tidak menyerah di mana pada pada November 2017, ia mulai mengerjakan Vine v2. Kemudian, pada Mei 2018, Hofmann menunda peluncuran Vine v2 karena alasan finansial dan juga hukum.

Baca juga: TikTok Semakin Besar, Zuckerberg Pun Takut Kehilangan Pasar

Namun, pada November 2018, Hofmann membuat sebuah pengumuman di mana ia mengatakan jika Byte yang sebelumnya ia namakan Vine v2 akan diluncurkan pada tahun 2019. Dan sekarang, Byte resmi diluncurkan oleh Hofmann. Sekarang, kita hanya perlu melihat apakah Byte mampu berbicara banyak dalam persaingan aplikasi video berdurasi pendek atau tidak.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close