8 Faktor Pendukung Wirausaha yang Memudahkan Seseorang Sukses dalam Usaha

Faktor pendukung wirausaha – Wirausaha merupakan suatu pekerjaan yang sangat menyenangkan, Pasalnya selain kebebasan finansial, kepuasan batinpun sangat kita rasakan disini.

Membangun sebuah usaha, memang gampang-gampang susah. Kendati demikian, setiap permasalahan pada dasarnya adalah sebuah tantangan yang sangat menggairahkan.

Wirausaha adalah sebuah ajang melatih kreativitas, dan menyalurkan semua potensi yang dimiliki. Mulai dari keterampilan membangun, mengolah hingga mengembangkan.

Berbagai hal-hal luar biasa dapat kita dapatkan dengan berwirausaha, mulai dari banyaknya harta, perusahaan, karyawan dan lainnya. Bahkan lemari kita pun bisa sangat penuh dengan piagam, dan piala kewirausahaan tentunya.

Namun dengan berbagai keistimewaan yang dimiliki dari berwirausaha, kenapa banyak yang masih memilih jadi karyawan sebuah perusahaan?

Hal itu karena memang untuk seseorang memutuskan menjadi wira usaha, itu memerlukan berbagai faktor pendukung.

Berikut ini penulis coba paparkan, delapan faktor pendukung seseorang bisa menjadi wirausaha

1. Faktor Pendukung Wirausaha yang Muncul dari dalam diri sendiri

Faktor pendukung wirausaha
Gambar : Brilio.net

Faktor pendukung wirausaha yang utama, dari seseorang bisa menjadi wirausaha biasanya adalah faktor yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Ia bisa hadir berdasarkan karakternya ataupun pengalamannya.

Loading...

Contoh faktor pendukung wirausaha yang muncul berdasarkan karakter, misalnya seseorang yang jiwanya mandiri, suka kebebasan berkreatifitas, tidak suka diatur orang lain , dan lain sebagainya.

Hal-hal semacam itulah yang akan mendorong seseorang untuk menjadi seorang pengusaha.

Faktor pengalaman, tidak kalah besarnya dalam peranannya menjadi faktor pendukung wirausaha. Sebagai contoh, seorang anak yang kedua orangtuanya memiliki usaha warung kelontong misalnya, sedari kecil mereka akan terbiasa melayani transaksi jual beli.

Hal ini selain dikarenakan mereka melihat kedua orangtuanya, namun juga kesibukan orang tua. Hal inilah yang menjadikan dia memutuskan untuk membantu orangtuanya, dalam berjualan.

Hingga akhirnya, aktivitas tersebut membentuk karakternya untuk menjadi seorang wirausaha dimasa dewasanya.

Inilah salah satu faktor mitos yang beredar di masyarakat, yang mengatakan bahwa wirausaha itu merupakan pekerjaan warisan.

Padahal nyatanya tidak demikian, wirausaha merupakan pilihan, dimana siapapun bisa melakukannya. Jika memang benar-benar memilih wirausaha menjadi pekerjaan dan profesi nya.

2. Pengaruh Suasana Kerja

Faktor Pendukung Wirausaha

Bos yang otoriter, rekan kerja yang menjengkelkan, beban pekerjaan yang sangat berat. Pekerjaan yang menuntut kita terlalu fokus, hingga akhirnya jarang bersama keluarga.

Hal ini merupakan sebagian alasan, yang akhirnya seseorang memutuskan untuk berwirausaha.

Meski pada kenyataannya, tak jarang karyawan yang memutuskan menjadi wirausaha, itu harus kehilangan pendapatan besarnya tiap bulan. Atau bahkan jabatan tingginya dalam sebuah perusahaan.

Namun kenyamanan dalam bekerja, adalah suatu tuntutan yang kadang tak bisa lagi ditawar-tawar.

Buruknya suasana kerja, merupakan salah satu faktor utama seorang karyawan bergaji tinggi sekalipun, lebih memutuskan keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, untuk kemudian memulai merintis sebuah usaha.

Oleh karena itu, bagi sobat yang sudah menjadi wirausaha misalnya, ini ilmu yang sangat penting.

Hal ini menyangkut bagaimana sikap kita terhadap karyawan, agar karyawan senantisa betah bekerja bersama kita. Dengan nyamannya karyawan bekerja dengan kita, maka mereka akan mengeluarkan semua potensi yang dimilikinya untuk usaha kita.

Sebaliknya jika mereka tidak nyaman dengan kita, siap-siap saja cepat atau lambat dia akan menjadi saingan usaha kita.

Meski bagi penulis, pemimpin yang baik dalam wirausaha sekalipun, adalah yang senantisa mengembangkan siapapun termasuk karyawannya agar bisa memiiki usaha sendiri.

3. Faktor pendidikan dan Prestasinya

Faktor Pendukung Wirausaha

Melihat sejarah para pengusaha sukses, mayoritas mereka justru pendidikannya tidak tinggi, atau jika tinggipun prestasinya biasa-biasa saja.

Pemilik kerajaan bisnis di Brebes Muhadi Setiabudi hanya lulusan SMP. Begitupun dengan Eka Lesmana,  Blogger yang penghasilannya sampai seratus juta lebih dari adsense.

Tingginya pendidikan dan gemilannya prestasi, sebagian besar memacu semangat seseorang untuk bisa bekerja disebuah perusahaan. Baik mengejar gaji tinggi ataupun bahkan sampai mengejar jabatan.

Beda halnya saat seseorang berpendidikan rendah atau prestasinya anjlok, hal tersebutlah yang akhirnya memacu mereka untuk berwirausaha.

Pikiran pesimis mereka atau bahkan kriteria perusahaan yang tidak dapat mereka penuhi, menjadikan wirausaha satu-satunya jalan mereka untuk bekerja dan sukses.

Namun demikian, bukan berarti kita harus malas belajar.  Yang penting tingginya nilai IPK jangan sampai membunuh mental berwirausaha dan kian menumbuhkan mental-mental karyawan atau pekerja.

Sebagai mahasiswa, belajar dan berusaha meraih prestasi setinggi-tingginya, adalah suatu kewajiban. Hal ini dikarenakan selain sebagai tanda kita serius kuliah, juga untuk membanggakan orangtua.

Jika memang kita bermental wirausaha, seharusnya pendidikan dan prestasi yang tinggi dapat dijadikan faktor pendukung wirausaha kita.

Prestasi dan tingginyan pendidikan ,adalah salah satu modal dahsyat yang dapat mempermudah kita, untuk mendapatkan banyak jaringan orang-orang luar biasa. Bahkan perusahaan-perusahaan luar biasa sekalipun.

4. Faktor Keluarga

Faktor pendukung wirausaha berikutnya adalah faktor keluarga. Keluarga merupakan salah satu hal yang akhirnya bisa menjadikan seseorang memutuskan untuk menjadi wirausaha.

Banyak para pengangguran yang akhirnya sukses di bidang wirausaha, setelah sebelumnya terus di desak keluarganya untuk segera bekerja.

Sulitnya mencari perususahaan, ditambah keluarga terus mendesak akhirnya membuat dirinya memilih menjadi wirausaha.

Selain karena contoh tersebut, biasanya karena memang keadaan keluargalah yang memang menyebabkan diri seseorang segera memutuskan untuk menjadi wirausaha.

Seperti tuntutan ekonomi keluarga misalnya. Faktor pendukung wirausaha ini akan muncul dengan sangat tinggi pengaruhnya, saat seseorang sangat berambisi untuk menyelamatkan perekonomian keluarganya.

5. Faktor Lingkungan

Pernahkan sobat berkunjung ke suatu lingkungan yang pekerjaan penduduknya mayoritas pedagang semua, atau tani semua, TKI (Tenaga Kerja Indonesia) semua. Atau bahkan ada juga yang terkenal dengan wilayah peminta-minta (pengemis) di kota-kota ?

Itulah salah satu bukti betapa kuatnya lingkungan sebagai faktor pendukung wirausaha.

Lingkungan yang mayoritasnya pedagang misalnya, akan sangat memotivasi seseorang untuk ikut terjun menjadi pedagang, begitupula lingkungan yang mayoritas yang masyarakatnya bekerja di luar negeri sebagai TKI.

Beberapa bukti kesuksesan beberapa orang dengan wirausaha tertentu telah banyak memotivasi masyarakat sekitarnya, atau bahkan karena memang sejak dari kecil pekerjaan tersebut telah mendarah daging dalam dirinya.

Sebut saja penulis yang tinggal di desa Kamal Larangan Brebes, seperti apapun aktivitas penulis, sahabat, dan pendidikan namun pekerjaan petani tak bisa dilupakan begitu saja.

Aktivitas lingkungan sekitar termasuk keluarga sebagai petani, adalah salah satu motivasi besar dalam diri penulis untuk bisa terjun langsung sebagai petani.

Motivasi lain yang tak kalah luar biasanya selain bisa menjadi petani sukses, adalah mampu memberikan berbagai terobosan baru untuk kemajuan para petani.

Baik itu dalam penanganan hama bahkan sampai pada pengolahan hasil pertanian agar lebih menghasilkan banyak rupiah.

6. Faktor Pergaulan

Bergaul dengan kawan yang memiliki jiwa optimis maka kitapun akan memiliki rasa optimis itu.

Bergaul dengan kawan yang memiliki jiwa sosial tinggi, pandangan dan ilmu yang luas maka kitapun akan memiliki hal tersebut setelah lama bergaul dengan sahabat kita tersebut.

Begitu kuatnya pengaruh kawan dalam pergaulan, hingga sampai-sampai Rasululullah SAW pun memperingatkan hal ini dalam beberapa sabdanya.

7. Faktor Keadaan

Keadaan yang menghimpit telah membuat seseorang akhirnya memutuskan untuk segera berwirausaha. Selain kebutuhan ekonomi yang menghimpit, putus asa melamar pekerjaan yang tak kunjung diterima

Juga tak jarang karena berbagai situsai dan keadaan lain yang makin membuat seseorang bersemangat berwirausaha.

Buruknya keadaan yang penuh tekanan adalah salah satu faktor pendukung wirausaha yang sangat dahsyat. Banyak orang-orang yang mampu meraih kesuksesan melampaui orang-orang sukses nan kaya sebelumnya, dikarenakan faktor pendukung wirausaha mereka yang bersumber dari keadaan yang penuh tekanan ini.

Penulis sangat yakin munculnya buku The Power of Kepepet yang mampu menjadi inspirasi banyak orang, salah satunya karena keadaan tertekan ini.

Keadaan tertekan atau kepepet akan menyebabkan manusia mengeluarkan semua potensi yang dimilkinya, baik secara sadar maupun dibawah alam sadarnya sekalipun.

Seseorang yang pesimis bisa loncat tinggi, sangat tidak mustahil jika ia akan mampu meloncati tembok yang begitu tinggi saat dirinya dikejar-kejar anjing atau bahkan harimau.

Begitupun seseorang yang memiliki kebutuhaan uang yang sangat mendesak tidak menutup kemungkinan jika berwirausaha ia akan cepat sukses.

Hal ini dikarenakan motivasi, kreativitas dan kinerjanya akan bisa berada diatas rata-rata manusia pada umumnya.

Setelah keterhimpitan tersebut dapat diatasi dengan jalan wirausaha, maka dalam bisninya akan banyak hal-hal luar biasa yang ia lakukan.

Selain tetap luar biasa kinerjanya dalam berwirausaha, lebih dari itu kebiasaannya dalam berinovasi dan berkreativitas akan senantisa bersama dirinya dalam berbisnis.

8. Perasaan Ingin di Hargai

Faktor Pendukung Wirausaha

Jika sobat pernah dihina, diremehkan baik karena keadaan ekonomi, pekerjaan, status sosial, atau bahkan karena kita dan orangtua yang miskin.

Saya ucapkan selamat, karena sobat telah mendapatkan salah satu faktor pendukung wirausaha yang sangat luar biasa.

Sebagai manusia siapapun pasti memiliki keinginan untuk dihargai, penghargaan orang lain terhadap kita merupakan sebuah harga diri yang tak bisa di beli dengan materi. Perasaan ingin dihargai merupakan salah satu faktor pendukung wirausaha yang tak bisa dianggap remeh.

Selain mampu menjadikan sebagai sumber motivasi, iapun akan senantiasa menjadi cambuk hebat untuk seseorang memiliki keinginan kuat untuk menunjukan bahwa dirinya mampu meraih kesuksesan dan penghargaan diri tersebut.

Demikianlah sobat delapan faktor pendukung wirausaha yang dapat penulis jelaskan. Penulis mengajak kita semua untuk sama-sama belajar, menjadikan setiap cobaan dan segala kesusahan hidup, sebagai motivasi terbesar untuk kita meraih kesuksesan.

Sukses itu bukan warisan, sukses adalah hak penulis, hak anda, dan hak kita semua yang menginginknnya, dan berjuang dengan serius untuk dapat meraihnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat

Salam Kepedulian

Detatang  Kamal


Loading...

Bagikan

Penulis

Dede tatang
Dede tatang
خير الناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Putra Kamal Larangan Brebes

Me Visit us :
https://www.duniaelektronik.net/
http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com
https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9A

Berusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.


“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).
Dede tatang

Penulis

خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.Putra Kamal Larangan BrebesMe Visit us : https://www.duniaelektronik.net/ http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9ABerusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *