Gadget yang paling banyak menyebabkan kematian

Ngeri Inilah 5 Gadget yang Paling Banyak Menyebabkan Kematian Nomor 1 dan 2 Sering Kita Gunakan

Inilah daftar Gadget yang paling banyak menyebabkan kematian. Padahal kita tahu, jika saat ini banyak manusia yang seolah tidak bisa hidup tanpa gadget.

Gadget telah dilengkapi berbagai kemampuan teknologi yang menunjang aktivitas sehari-hari, dan membuat hidup menjadi penuh warna.

Baca juga : Tragis, Inilah 5 Kematian Manusia yang Disebabkan Kecanggihan Teknologi

Lantas bagaimana jika ternyata tidak sedikit kasus kematian terjadi karena gadget ini? Ada beberapa gadget yang paling beresiko hingga menyebabkan kasus kematian, hal ini terutama terjadi pada anak-anak.

Untuk mengetahui apa saja gadget yang dimaksud, mari kita simak ulasannya berikut ini :

5 Gadget yang Paling Banyak Menyebabkan Kematian

Berdasarkan data yang diambil dari berbagai sumber statistik di Amerika, inilah daftar gadget yang paling banyak menyebabkan kematian.

1. Handphone

Gadget yang paling banyak menyebabkan kematian

Handphone merupakan alat elektronik yang saat ini hampir semua orang memilikinya. Seiring perkembangannya, perangkat ini bukan hanya digunakan untuk menelpon atau mengirim pesan tertulis saja.

Loading...

Lebih dari itu, alat ini saat ini justru lebih banyak digunakan untuk kebutuhan multimedia. Mulai dari mendengarkan musik, menonto video, bermain game dan lainnya semua dapat dilakukan menggunakan perangkat kecil ini.

Bahkan saat ini, tidak sedikit ponsel yang kemampuannya dapat melebihi kemampuan komputer. Namun siapa sangka jika ponsel ternyata juga bisa menyebabkan kematian.

Baca : Ternyata Smartphone Bisa Membunuh Dunia, Inilah 4 Buktinya ! No. 2 Sangat Memilukan

Salah satu hal yang menyebabkan ponsel dapat menyebabkan kematian adalah karena digunakan saat berkendara. Sebab pengguna akan mengalami gangguan dalam tiga hal.

Pertama dapat mengganggu visual yakni mengalihakan fokus pandangan kita, dari berkemudi ke handphone.

Kedua, dapat mengganggu manual atau gerak kita, sehingga menyebabkan tangan kita melepaskan stir hanya demi memegang handphone.

Ketiga, menggangu kognitif atau konsentrasi pengguna. Saat pikiran seharusnya fokus pada mengemudi, justru teralihkan dengan kepentingan terkait ponsel.

Tak heran, ponsel merupakan salah satu gadget yang paling banyak menyebabkan kematian. Sebab saat mengirim SMS/chat maka pengguna akan mengkombinasikan ketiga gangguan tersebut, sehingga menjadikan ponsel sangat berbahaya ketika mengemudi.

Meski berbahaya, namun faktanya masih banyak pengemudi yang melakukan hal tersebut.

Berdasarkan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat, ponsel menyebabkan kematian dengan prosentase 18% bagi pengemudi, dimana pada tahun 2009 saja telah menyebabkan kematian sebanyak 995 orang.

Dilansir dari pojoksatu.id selain digunakan saat mengemudi, kasus kematian karena hanphone juga terjadi karena pengguna menelpon saat ponsel di charger.

Baca Juga : Inilah 6 Insiden Ponsel Meledak yang Menyita Banyak Perhatian Netizen

Salah satunya adalah kasus yang terjadi pada Ma Ailun yang merupakan seorang pramugari China Southern Airlines. Wanita berusia 23 tahun tersebut tersengat listrik saat menelpon menggunakan ponselnya dalam kondisi di charger.

Hal ini juga terjadi pada seorang gadis berusia 18 tahun di Tiongkok, dimana dirinya harus meregang nyawa dengan kondisi sebagian dari tubuhnya hangus terbakar. Yang mengejutkan, di samping gadis tersebut telah ditemukan ponsel miliknya yang telah hangus terbakar.

2. Televisi

Gadget yang paling banyak menyebabkan kematian

Melihat gambar di atas, tentu kita sudah dapat memahami penyebab televisi masuk dalam urutan gadget yang paling banyak menyebabkan kematian.

Terutama peralatan elektronik ini diletakan pada tempat yang mudah untuk jatuh, sehingga sangat mudah menimpa anak-anak yang ada di bawahnya.

Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen AS (CPSC), setidaknya dalam dua minggu rata-rata satu anak meninggal dunia diakibatkan televisi, atau furniture lainnya menimpa anak.

Bahkan setiap tahun rata-rata lebih dari 18.000 anak-anak berusia delapan tahun atau kurang dari usia tersebut telah terluka dengan cara yang sama.

Tidak sedikit mungkin orang tua yang berpikir, bagaimana caranya agar anak tidak terkena benda-benda tajam. Seperti pisau dapur, tidak terkena aliran listrik, mencegah anak jatuh dari tangga, hingga menjauhkan anak dari kompor.

Namun siapa sangka jika ada bahaya yang tersembunyi. Televisi dan perabotan lain, ternyata tidak sedikit yang memiliki tingkat bahaya lebih untuk keselamatan anak.

Bahkan televisi kuno yang ukurannya lebih besar sekalipun, dapat membuat keseimbangan anak menjadi hilang, saat mereka bertengger pada tempat yang terlalu kecil.

Dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak, sebaiknya memasang televisi pada dinding, ataupun mengamankannya pada furniture yang juga menempel ke dinding dan lantai dengan kuat.

Hindari meletakan televisi di atas furniture yang mudah goyang dan sangat mudah diraih anak-anak.

3. Mesin Penghancur Kertas

Gadget yang paling banyak menyebabkan kematian

Penghancur kertas tidak hanya menimbulkan ancaman terhadap dokumen sensitif. Pada tahun 2010 CPSC memperkirakan bahwa ada 2,700 kunjungan ke ruang gawat darurat dari segala usia karena insiden dengan penghancur kertas.

Alasan mereka masuk UGD ini sebenarnya alasannya bervariasi, mulai dari  jari yang terjebak ke penghancur kertas, jatuh tersenggol alat penghancur kertas dan menyebabkan cedera kaki.

4. Baterai Seukuran Kancing

Gadget yang paling banyak menyebabkan kematian

Baterai seukuran kancing sering digunakan pada jam tangan atau pada remote control. Mainan anak-anak dan berbagai benda lain yang memerlukan baterai berukuran kecil.

Namun siapa sangka jika benda ini masuk dalam daftar gadget yang paling banyak menyebabkan kematian.

National Capital Poison Center (NCPC) di Washington, DC mencatat. Bahwa sejak 1985 telah lebih dari 60.000 orang yang menelan baterai seukuran kancing tersebut.

Lebih dari 3.500 orang mengalami cidera, dan 9 diantaranya bahkan mengalami kematian. Kasus tersebut rata-rata terjadi pada anak-anak yang usianya masih berada di bawah enam tahun.

Saat baterai tersebut tertelan oleh anak-anak, maka dapat terjebak pada tenggorokan. Akibatnya anak-anak tersebut bisa mengalami luka bakar kimia yang parah.

Efeknya bisa dalam beberapa menit pasca baterai tersebut tertelan, setelah dua jam dapat membakar lubang kerongkongan dimana baterai tersebut telah tersangkut.

Menyikapi hal ini, maka orang tua harus ekstra hati-hati. Setidaknya jangan sampai meletakan baterai berukuran kecil pada daerah yang mudah dijangkau oleh anak-anak.

5. Alat Monitor Bayi

Gadget yang paling banyak menyebabkan kematian

Alat monitor bayi atau sering juga disebut alarm bayi, merupakan sistem audio dan video yang dibuat dengan tujuan untuk memantau suara dan gerak bayi atau balita.

Melalui alat ini maka orang tua dapat memantau bayinya dimulai dari gerakan kaki dan tangan, suara tangisan, ataupun audio video lain yang berasal dari ruangan dimana bayi berada.

Alat ini memang sangat cocok digunakan oleh para orang tua yang sangat sibuk. Sebab melalui alat ini, mereka akan dapat dengan mudah memantau anak-anaknya di rumah.

Melalui alat ini, sekali pun sedang berada di kantor orangtua tetap dapat memantau keadaan anak-anaknya melalui smartphone yang mereka miliki.

Bahkan berkat teknologi sensornya, alat ini juga memiliki fitur alarm yang sangt berguna jika ada hal yang bersifat darurat.

Bahkan saat malam hari sekalipun, ketika anak menangis maka sistem akan miss call ataupun mengirimkan pesan teks melalui smartphone.

Kerennya lagi, alat ini juga dapat melaporkan suhu tubuh bayi, posisi bayi, hingga kegiatan tidur bayi. Tentu hal ini sangat menguntungkan bagi para orangtua. Namun siapa sangka jika alat ini, juga masuk daftar gadget yang sering menyebabkan kematian.

Alat ini memang harus ditempatkan berdekatan dengan tempat tidur bayi. Letaknya yang sangat dekat ini justru dapat menyebabkan resiko anak tercekik.

Hal ini terutama karena anak sangat mudah tergoda untuk bermain-main dengan kabel monitor bayi yang letaknya mudah dijangkau mereka.

Berdasarkan catatan Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) Amerika Serikat, sejak tahun 2002 setidaknya telah ada tujuh balita yang tercekik tali monitor bayi.

Sementara tiga bayi dan balita lainnya hampir saja tercekik dan korban paling muda dari kasus tersebut, adalah berusia enam bulan.

Jika di rumah memiliki alat monitor bayi ini, sebaiknya tempatkan alat ini ditempat yang paling aman sehingga kabel tersebut tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Setidaknya tempatkan alat monitor tersebut, 3 meter lebih jauh dari jangkauan anak.


Loading...

Bagikan

Penulis

Dede tatang
Dede tatang
خير الناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Putra Kamal Larangan Brebes

Me Visit us :
https://www.duniaelektronik.net/
http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com
https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9A

Berusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.


“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).
Dede tatang

Penulis

خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.Putra Kamal Larangan BrebesMe Visit us : https://www.duniaelektronik.net/ http://www.inspirasi-dttg.blogspot.com https://www.youtube.com/channel/UCX_QhoTDchMij5Mq0uwbZ9ABerusaha menebarkan ilmu, kemanfaatan, dan inspirasi melalui tulisan. Semoga bisa menjadi bekal untuk menjalani hari di berbagai alam setelah kematian.“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya (HR. Muslim).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *