mengenal Brainstorming

Mengenal Brainstorming, Teknik Sederhana untuk Penggalian Ide

Mengenal Brainstorming – Mendirikan sebuah usaha, melakukan sebuah kampanye atau berbagai macam aktivitas lain dibutuhkan sebuah ide yang cemerlang, matang, dan benar-benar memperhatikan dampak positif dan negatif.

Brainstorming adalah salah satu cara untuk melakukan hal tersebut, dimana brainstorming dapat digunakan untuk penggalian ide, kreativitas, bahkan menyelesaikan suatu masalah.

Dalam menerapkan brainstorming sendiri ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh seseorang agar tujuan awal dari brainstorming benar-benar didapatkan.

Kini, mari kita mengenal brainstorming dan beberapa langkah dalam penerapannya.

Mengenal Brainstorming

mengenal Brainstorming
Brainstorming via Wikipedia

Dilansir dari Wikipedia, curah pendapat (brainstorming) adalah teknik kreativitas yang mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok. Istilah brainstorming dipopulerkan oleh Alex F. Osborn pada awal dasawarsa 1940-an.

Cara yang seperti ini tentu tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, karena di dalam agama dan kebudayaan sudah diajarkan yang namanya musyawarah. Bahkan, musyawarah umurnya jauh lebih tua ketimbang brainstorming.

Namun, brainstorming memiliki beberapa spesifikasi yang harus benar-benar dipahami, yakni:

1. Tidak diperbolehkan memberi kritik saat proses berlangsung.

Loading...

2. Ide seburuk apapun akan mendapat tempat.

3. Semakin banyak pendapat, semakin bagus.

Itulah spesifikasi dari brainstorming. Sekarang mari kita mengenal brainstorming lebih jauh dengan melihat langkah-langkah penerapannya. Dan langkah-langkah tersebut adalah:

1. Mengundang orang yang beragam

Maksud beragam disini adalah mengundang orang yang memiliki keahlian di bidang tertentu agar sesi brainstorming bisa mengambil lebih banyak pendapat dari orang-orang yang memang berkompeten.

Misalkan kamu sedang merintis karir menjadi Youtubers, kemudian bingung dengan konsep yang akan dibuat, maka solusi paling tepat adalah mengajak semua kru untuk duduk bersama dan memikirkan konsep yang ingin dibuat.

Hal yang seperti ini penting, karena orang-orang yang memiliki keahlian di bidangnya pasti akan memberikan pendapat yang terbaik, sehingga pimpinan akan bisa memadupadankan semua pendapat yang ditampung.

2. Berikan batas waktu

Akan sangat merugi dan buang-buang waktu, apabila pertemuan yang membahas hal penting tidak diberikan batas waktu. Jika hal yang demikian itu benar-benar terjadi, bisa saja sesi brainstroming akan menjadi ajang lawak atau keluar jauh dari topik pembahasan.

Selain itu, usahakan tidak ada yang membawa gadget ketika pembicaraan dimulai agar curah pendapat benar-benar berjalan lancar dan menghasilkan hasil akhir yang memuaskan.

Batasan waktu yang bisa kamu coba adalah 30 menit atau 60 menit. Tentu keadaan yang seperti ini tergantung dari jumlah peserta dan seberapa penting topik yang akan dibahas.

3. Menyiapkan bahan

Bahan disini adalah materi yang akan dibahas kepada semua peserta. Kamu bisa melakukan poin yang satu ini dengan cara membagikannya sebelum rapat dimulai atau 2 hari sebelumnya.

Mengapa harus demikian? Agar masing-masing peserta menyiapkan pendapat-pendapat terbaiknya, sehingga tujuan awal dapat dicapai dan waktu yang disediakan lebih efisien.

Hal yang semacam ini juga diterapkan oleh Jeff Bezos (CEO Amazon), dimana ia memberikan sedikit waktu agar orang-orang yang ia undang rapat dapat memahami materi pembahasan.

4. Pastikan semuanya berpendapat

Kadangkala ada satu atau dua orang yang tidak memiliki kesempatan atau sengaja memberikan waktunya kepada orang lain. Untuk mengatasi dan menghindari kejadian seperti itu, maka solusinya adalah memberikan kewajiban kepada setiap orang untuk berpendapat.

Selain mewajibkan semua orang untuk berpendapat, hal yang harus diperhatikan adalah membatasi para peserta dalam berbicara, sehingga semua orang mendapatkan porsi yang sesuai.

Usahakanlah tiap orang mengeluarkan gagasannya 5 menit, 10 menit atau 15 menit. Tentu semua kembali lagi kepada jumlah peserta dan seberapa penting topik yang dibahas.

5. Jangan menolak ide buruk

Gerry Graf dari Barton F. Graf 9000 mengatakan jika timnya menghasilkan 4.000 ide buruk, sebelum akhirnya menghasilkan ide yang bagus. Terkadang ide buruk memang dibutuhkan agar otak manusia terus diasah dan akhirnya menghasilkan ide yang brilian.

Contoh paling sederhana adalah menulis. Ketika menulis, terkadang ide buruk itu muncul terlebih dahulu sebelum akhirnya diperbaiki dan menjadi sebuah artikel atau karya yang benar-benar bagus.

Jadi, ketika ada seseorang mengeluarkan ide yang buruk atau tidak cocok, jangan langsung ditolak mentah-mentah. Tampunglah terlebih dahulu dan lakukan koreksi, kemudian putuskan apakah ide tersebut layak untuk diambil.

6. Mulai tepat waktu

Ini adalah kebiasaan yang harus diperbaiki oleh siapapun, khususnya untuk masyarakat Indonesia yang terkenal akan jam karetnya. Jika rapat diadakan jam 8 pagi dan dibatasi hanya sampai jam 9, kemudian sebagian besar pesertanya terlambat 15 menit, maka apa yang akan terjadi?

Tentu hal yang demikian itu akan membuat rencana awal kacau dan bisa jadi pertemuan yang selama ini diharapkan hanya akan menjadi pertemuan biasa tanpa menghasilkan keputusan atau hasil yang jelas.

Akan tetapi, kamu juga bisa menerapkan sebuah kebijakan dengan mengundurkan waktu rapat sebanyak 30 menit, sehingga pertemuan yang diharapkan tetap terselenggara dan berjalan normal.

7. Semua harus mencatat

Dalam setiap rapat pasti akan selalu ada notulen yang ditugaskan untuk mencatat hal-hal penting dari poin-poin pembahasan. Langkah yang seperti ini sudah baik, namun akan jauh lebih baik apabila semua peserta menyempatkan diri untuk mencatat sendiri.

Kenapa demikian? Karena tiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda dan kita sebagai peserta bisa saja menanggapi hasil tulisan dari notulen tadi.

Namun, yang harus diingat adalah jangan mencatatnya di gadget, karena apabila hal yang demikian itu dilakukan, maka peserta tidak akan pernah fokus pada topik yang dibahas.

8. Batasi undangan

Jika poin satu menyebutkan mengundang orang yang beragam, maka di poin ketujuh harus diusahakan membatasi peserta. Mengapa harus dibatasi? Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti terlalu banyak bercanda, banyaknya sanggahan, dll.

Jika sebelumnya terlalu banyak mengundang orang dan hasil akhirnya kurang memuaskan, maka cara yang satu ini cocok dan harus dilakukan.

Lagipula, banyaknya orang bukanlah sebuah jaminan. Jika ada lima orang, namun kelima orang itu memang berkualitas, mengapa tidak kita mengundang mereka.

9. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan

Manusia selalu berharap yang baik-baik, namun kenyataannya adalah sebaliknya. Bisa jadi sesi brainstorming tak sesuai harapan, baik itu dalam pelaksanaan maupun hasil akhir. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Solusi paling tepatnya adalah dengan memberikan kesempatan orang lain untuk memberikan pendapatnya di luar waktu rapat atau memberikan kesempatan lain dengan mengirimkan pendapatnya melalui email atau yang lainnya.

Dengan menerapkan beberapa strategi tersebut, diharapkan tujuan akhir yang diharapkan sesuai rencana dan tentunya pendapat yang belum disampaikan bisa ditampung.

10. Kirimkan hasil

Hasil akhir dari pembahasan harus dikirimkan kepada semua peserta sebagai bahan pertimbangan dan bahan untuk pertemuan selanjutnya. Mintalah semua peserta untuk memberikan tanggapan, dan pastikan memberi batas waktu agar mereka benar-benar menanggapi.

Proses yang semacam ini memang harus dilakukan agar program yang ingin diwujudkan benar-benar tercapai dan cara yang seperti ini bisa membuat orang bahagia atau dimanusiakan, karena pendapat mereka didengar oleh orang lain.

Itulah tadi poin-poin yang bisa disebutkan, apakah membantu dan semakin membuatmu mengenal brainstorming?

Kesimpulan

Ada banyak sekali materi pembahasan mengenai brainstorming. Dan banyaknya pembahasan mengenai brainstorming, tak lain dan tak bukan adalah untuk menemukan cara bagaimana tiap individu mampu mengeluarkan pendapat terbaiknya.

Baca: Buat Proposal Bisnis Kamu Profesional dan Persuasif dengan 7 Langkah Tepat

Kini, kamu sudah mengenal brainstorming dan sudah bisa menerapkan beberapa langkah yang sudah disebutkan tadi untuk kehidupan sehari, baik itu sebagai pelaku bisnis, kreatif atau profesional.


Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *