Internet

Pengguna Tembus 400 Juta, Telegram Siapkan Panggilan Video Grup

Keberhasilan Zoom meraup jumlah pengguna yang begitu banyak membuat perusahaan lain iri. Hasilnya, perusahaan-perusahaan lain itu pun bergegas untuk menghadirkan layanan yang serupa guna mengambil alih dominasi Zoom.

Perusahaan-perusahaan yang saat ini sedang menggarap layanan panggilan video grup cukup banyak jumlahnya, di antaranya adalah Microsoft, Google, WhatsApp, hingga Telegram. Perusahaan-perusahaan yang sudah disebutkan itu pun sudah ada yang meluncurkan layanannya dan adapula yang belum atau akan meluncurkan layanannya.

Baca juga: Pavel Durov: Menggunakan WhatsApp Itu Berbahaya

Telegram Luncurkan Panggilan Video Grup di Akhir Tahun

Seperti yang dilansir dari The Verge, (27/4/2020), Telegram saat ini tengah menguji coba layanan panggilan video grup mereka. Dan kabarnya, layanan yang sedang mereka garap itu akan rampung pada akhir tahun 2020.

Di saat perusahaan lain berusaha meluncurkan layanannya secepat mungkin, Telegram justru lebih santai. Meski ingin meraih kesuksesan seperti yang Zoom dapatkan, perusahaan pimpinan Pavel Durov itu tetap mengedepankan keamanan para penggunanya.

Seperti yang sudah diketahui, saat ini ada banyak sekali layanan panggilan video grup yang menyalahgunakan data penggunanya, di antaranya adalah Zoom. Telegram sendiri nampaknya tidak ingin mendapatkan cap tersebut, oleh karena itu mereka memilih untuk meluncurkan layanannya sedikit lebih lambat ketimbang perusahaan-perusahaan lain.

Baca juga: 7 Keunggulan Telegram Dibandingkan WhatsApp, Patut Diperhitungkan

Jumlah Pengguna Telegram Alami Peningkatan

Perlahan namun pasti, Telegram mulai mendapatkan tempat di hati publik dunia. Aplikasi perpesanan asal Rusia itu, dalam laman resminya telah mengkonfirmasi bahwasanya mereka sudah mencapai 400 juta pengguna bulanan aktif. Peningkatan tersebut naik dua kali lipat dalam kurun waktu dua tahun.

Pavel Durov mengatakan jika setiap harinya ada 1,5 juta pengguna baru yang mendaftarkan dirinya ke Telegram. Menurutnya, banyaknya fitur Telegram menjadi alasan utama mengapa aplikasi yang ia buat itu terus mengalami kenaikan jumlah pengguna.

“Setiap hari, setidaknya 1,5 juta pengguna baru mendaftar untuk Telegram. Fitur seperti folder, penyimpanan cloud, dan dukungan desktop menjadikan Telegram ideal untuk pekerjaan jarak jauh dan belajar selama karantina,” ucap Pavel di laman resmi perusahaan.

“Tidak heran Telegram menjadi aplikasi media sosial nomor 1 yang paling banyak diunduh di lebih dari 20 negara. Orang di seluruh dunia beralih ke Telegram dengan kecepatan yang semakin cepat,” tambah Pavel Durov.

Baca juga: WhatsApp, Telegram, Signal, Manakah yang Paling Oke?

Mengingat jumlah penggunanya yang terus bertambah, dan keinginan mereka untuk menyaingi Zoom, maka peluncuran layanan panggilan video grup di akhir tahun sudah sangat tepat. Dengan dihadirkan banyak fitur di platformnya, peluang Telegram untuk menggaet pengguna dengan jumlah besar masih sangat terbuka lebar.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close