Tekno

Ren Zhengfei: Pemerintah AS Terlalu Peduli dengan Huawei

Beberapa minggu yang lalu, pemerintahan Amerika Serikat telah menyampaikan bahwasanya mereka akan membuat peraturan baru di mana mereka akan memblokir pengiriman barang-barang buatan asing yang mengandung komponen buatan AS ke Huawei Technologies.

Dalam peraturan tersebut, nantinya barang-barang yang mengandung komponen buatan AS sebesar 10 persen tidak akan diperbolehkan untuk dijual ke Huawei. Aturan baru yang dibuat pemerintah AS sendiri memang sengaja dibuat untuk mempersulit pergerakan bisnis dari Huawei.

Baca juga: Damai, AS Justru Semakin Galak dan Akan Persulit Bisnis Huawei

DJI Juga Bakal Dipersulit

Bukan hanya Huawei yang bisnisnya akan dihambat, karena DJI pun juga sudah harus bersiap-siap menanti sanksi AS. Perusahaan yang bergerak di sektor pembuatan drone itu kabarnya juga akan mendapatkan sanksi lantaran diduga melakukan aksi spionase.

Meski belum pasti sanksi dijatuhkan untuk DJI, namun keinginan mayoritas penguasa yang ada di AS yang ingin memblokir DJI akan semakin mendekatkan pabrikan drone asal China itu untuk segera mendapatkan sanksi dan masuk ke dalam daftar entitas bersama Huawei.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Skylogic, mayoritas drone yang ada di pasar Amerika Serikat adalah drone buatan Da Jiang Innovations Science and Technology Company atau yang lebih dikenal dengan nama DJI. Menurut Skylogic, DJI adalah perusahaan yang menguasai pasar drone dunia untuk saat ini.

Baca juga: Huawei Sudah, Kali Ini Giliran Drone China yang Akan Dihukum AS

Ren Zhengfei: AS Terlalu Peduli dengan Huawei

Dalam sebuah penyataan baru-baru ini, Ren Zhengfei mengatakan jika di tahun 2020, pemerintahan Amerika Serikat diyakini akan lebih meningkatkan kampanyenya untuk melawan Huawei. Dan apa yang disampaikan Zhengfei itu memang benar karena AS memang lebih galak terhadap mereka.

Meski AS akan lebih mempersulit bisnisnya, Ren Zhengfei selaku pendiri dan CEO Huawei tidak terlalu mempermasalahkannya, Menurutnya, meski Huawei mendapatkan serangan bertubi-tubi, perusahaannya akan tetap mampu bertahan dan serangan tersebut hanya akan berdampak minim.

“Tahun ini AS mungkin akan semakin meningkatkan kampanyenya melawan Huawei, tetapi saya merasa dampaknya ke bisnis Huawei tidak akan terlalu signifikan,” kata Ren Zhengfei di World Economic Forum di Davos, Swiss seperti dilansir dari CNBC International.

“Tahun ini, 2020, kami sudah mendapatkan pengalaman dari tahun lalu dan kami memiliki tim yang lebih kuat, saya pikir kami lebih percaya diri, kami dapat bertahan dari serangan lanjutan AS,” tambah pria 75 tahun tersebut.

Baca juga: Huawei Tetap Yakin Bisa Bertahan Hidup Meski Tanpa AS

Huawei sendiri memang sudah mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang terjadi, yaitu kemungkinan hidup tanpa dukungan AS. Mereka pun kini sudah menyiapkan rencana B di mana rencana B tersebut telah menghabiskan ratusan miliar untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

“Huawei telah menghabiskan ratusan miliar untuk menyiapkan plan B yang memungkinkan perusahaan untuk bertahan hidup. Jika kami merasa aman terhadap AS, kami tidak perlu membuat rencana cadangan ini. Karena kami tidak memiliki rasa aman itu, maka kami menghabiskan ratusan miliar untuk plan B,” ucap Ren Zhengfei.

Terakhir, bos Huawei itu menambahkan jika AS terlalu peduli dengan perusahaannya. Menurut Zhengfei, pemerintah AS terlalu sibuk memikirkan cara untuk mematikan perusahaannya, dan apa yang disampaikan Zhengfei itu memang benar adanya.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close