Situs Gunung Padang, Kompleks Punden Berundak Terbesar di Asia Tenggara

Loading...

Situs Gunung Padang terletak di Desa Cempaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Situs ini merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan megalitikum Cianjur. Kompleks yang luasnya sekitar 900 meter ini berada di ketinggian 885 mdpl. Area situs yang mencapai 3 ha menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Situs ini diperkirakan telah ada 2800 tahun sebelum Candi Borobudur dibangun dan pertama kali ditemukan keberadaannya oleh NJ Krom, Sejarawan Belanda pada pada tahun 1914. Pada saat itu Situs Gunung Padang muncul di Buletin Dinas Kepurbakalaan Pemerintah Hindia. Kemudian beberapa tahun setelah itu tepatnya pada tahun 1979 mulai dilakukan penelitian dari sudut geologis, arkeologis, historis, dan lain sebagainya.

Situs Gunung Padang
Situs Gunung Padang via http://tripsantai.com

Pada tahun 2013-2014 Situs Gunung Padang mulai ramai diberitakan media. Situs megalitikum ini menjadi topik yang kontroversial sejak diteliti oleh Tim Katastrofi Purba yang merupakan inisiasi dari Pimpinan Andi Arief, Staff Khusus Presiden bidang bencana alam dan bantuan sosial masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya pada Maret 2011, Danny Hilman Natawidjaja yang merupakan pakar gempa dari Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan bahwa situs ini merupakan hasil campuran antara lapisan alami dan buatan manusia. Lapisan batuan alaminya berupa lava andesit bekas gunung purba, dilapisi bangunan buatan manusia yang tebalnya 15 meter. Di lapisan buatan manusia itu muncul dua benda putih seperti pilar tegak.

Belum selesai menyelidiki lebih jauh, penelitian Danny dihentikan oleh pemerintah. Tetapi setelah berjalan 4 tahun penelitian, Danny dan tim mendapatkan hasil yang lumayan memuaskan. Temuan tersebut seperti artefak berupa batu runcing seperti kujang di dua lokasi yang salah satunya terkubur bersama tanah.

Batu tersebut kira-kira berumur 10 ribu tahun. Danny menyatakan bahwa berdasarkan analisis geologi atau analisis karbon, Gunung Padang menyimpan ruangan pada kedalaman 19 meter. Ruangan tersebut berada di zona yang disebut lapisan teras tiga dan empat dalam penelitiannya. Hal ini menjadi kontroversi di kalangan arkeolog.

Situs Gunung Padang
Konstruksi Tersembunyi Gunung Padang Via http://siloka.com

Kontroversi Situs Gunung Padang

Sebelumnya Danny dan timnya menduga bahwa Gunung Padang menyimpan bangunan tua. Bangunan tua yang mereka duga tersebut berupa punden berundak yang disebutkan lebih besar daripada situs Piramida Giza di Mesir. Menurut riset ini, Denny dan timnya membuktikan bahwa bangunan yang dimaksud benar-benar ada.

Tim Terpadu Mandiri menyebutkan bahwa mungkin seluruh bukit dengan tinggi 100 meter atau paling tidak sepertiga dari puncak merupakan situs.

Kesimpulan dari Danny berbeda dengan tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) yang sebelumnya pernah meneliti juga. Selain itu ada juga petisi dari 34 arkeolog dan geolog yang berencana untuk ekskavasi massal kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara ini.

Puslit Arkenas menyebutkan bahwa perkiraan usia Situs Gunung Padang berasal dari masa sekitar 500-1500 SM. Menurut Puslit Arkenas, situs megalitikum ini hanya teras berbatu bergaya menhir yang berada di puncak bukitnya saja, hasil penelitian dari 1979-2005 yaitu situs yang ada di dalam pagar.

Selain itu Tim Terpadu Penelitian Mandiri juga menyebutkan bahwa Situs Gunung Padang bukan hanya dari satu generasi, melainkan multigenerasi. Menurut mereka, paling atas bergaya menhir mungkin peradaban sederhana yang hanya merupakan tataan ulang reruntuhan batu yang kemungkinan berumur 600 SM atau lebih muda.

Kemudian 2 meter di bawahnya adalah bangunan yang terbuat dari batu-batu kolom yang tersusun rapi dan terbungkus semen. Kemungkinan batu tersebut berumur 4600 SM. Dan kemudian di bawahnya lagi masih ada struktur bangunan yang lebih tua lagi.

20150402110654-1-sby-berkunjung-ke-gunung-padang-cianjur-009-isn
SBY berkunjung ke Situs Gunung Padang Via http://www.merdeka.com

Riset Tim Terpadu Penelitian Mandiri oleh Danny dan tim memang sangat fenomenal pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga menjadi prioritas penelitian.

Setelah mengetahui hal itu area penelitian yang semula hanya 1,7 ha, lewat peraturan Gubernur Jawa Barat diperluas menjadi 25 ha sehingga menelan biaya yang cukup besar.

Terlepas dari kontroversi, pemandangan alam di Desa Cempaka bisa dikatakan sangat indah. Cuacanya yang sejuk dan dominasi hijau perbukitan membuat pemukiman jauh dari perkotaan ini begitu elok.

Dengan panorama alam yang indah ini membuat beberapa Presiden Republik Indonesia tertarik untuk berkunjung. Presiden-presiden tersebut adalah Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, dan Presiden Megawati Soekarno Putri. Mereka pernah mendatangi tempat ini hanya untuk melihat keindahan panoramanya saja.

Untuk Mencapai Situs Gunung Padang

Lokasi Gunung Padang yang berbukit-bukit dan curam membuat situs ini sulit dijangkau. Meski begitu, untuk mencapaai Situs Gunung Padang dapat diakses dari pusat Kota Cianjur yang akan memakan waktu kira-kira 45 menit.

Baca juga : Kampung Bena, Kampung Megalitikum Dalam Pelukan Gunung Inerie

Ada dua rute mudah yang bisa ditempuh:

  • Menggunakan jalur Cianjur-Sukabumi. Dari Desa Warungkodang, ambil jalur kanan melewati Cipadang, Cibokor, Lampengan, Pal Dua, Ciwangin, Cimanggu dan kemudian akan sampai di wilayah Gunung Padang
  • Menggunakan jalur Tegal Sereh. Dar Sukaraja ke arah kiri menuju Cireungas, Cibanteng, Rawabesar, Sukamukti, Cipanggulaan dan kemudian akan sampai di wilayah Gunung Padang.

Itulah informasi tentang Situs Gungung Padang yang dapat penulis sampaikan. Semoga bermanfaat.



Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *